Biar kuperkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku Cho Kyuhyun, kau bisa memanggilku Kyuhyun atau Kyu. Aku merupakan anak ke dua dari dua bersaudara. Bisa kau tebak sendiri bukan jika aku merupakan anak bungsu? Aku bekerja sebagai asisten dosen di Seoul National University. Umurku belum menginjak kepala tiga, masih di titik 25 tahun. Dan kau tahu? Ibu dan ayahku sudah mendesakku untuk segera menikah dan mereka tak mau anak lelakinya menjadi bujang tua. Oh, yang benar saja di usiaku segini orang tuaku sudah memaksakan anaknya untuk menikah
Sudah hampir 3 bulan ini pekerjaanku full tanpa ada hari jeda sedikitpun. Bahkan di hari minggu pun aku harus tetap mengajar tambahan di beberapa perguruan tinggi swasta. Tidak sampai setengah hari memang. Jika aku yang menjadi dosennya, mungkin hari minggu sudah kuliburkan mereka yang kuliah. Tapi apa daya kalau aku ini hanya sebatas asisten yang cukup menuruti kemauan dosennya? Hah. Melelahkan saja
Ingin rasanya aku berteriak kencang memaki pria tua bernama Jung Ilwoo itu. Ia mengatakan tidak bisa mengajar hari besok dan untuk tiga hari kedepan karena harus mendatangi sebuah seminar di Ulsan. Dan selama empat hari dari besok ternyata jadwal mengajarnya sangat padat, dari pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam. Lalu aku harus menggantikannya? Sial!
Mungkin kau berfikir akan menyenangkan jika bekerja penuh karena kelak kau akan mendapat banyak uang setelahnya sebagai imbalan. Tapi bagiku tidak. Kapan aku bisa beristirahat dengan baik dan memeriksa tugas-tugas dari sekian banyak mahasiswa ini? Belum lagi jika aku harus merekap nilai-nilai yang angkanya berbeda dan menjengkelkannya lagi, masih banyak mahasiswa yang belum mengumpulkan tugasnya dengan berbagai alasan. Belum juga jika beberapa dosen senior sering meminta bantuan kepadaku disela-sela jam istirahat. Astaga. Rasanya kepalaku ingin pecah sekarang juga!
Tidak ada hasilnya jika aku terus merenung di kamar apartemen tanpa melakukan apa-apa. Kebetulan masih pukul empat sore juga. Ya, aku tidak tinggal bersama orang tuaku dan memilih untuk hidup mandiri. Hitung-hitung bisa bebas melakukan apa saja jika tidak ada orang tua, kan?
Kulangkahkan kakiku keluar dari pintu apartemen. Apartemenku berada di lantai 15 sehingga aku harus menggunakan lift untuk bisa menuju lantai dasar dengan cepat. Untung saja lift tidak penuh jadi aku tidak perlu mengantri lama. Banyak orang berlalu lalang di dalam lobby yang entah siapa tidak aku kenali
Aku berjalan menuju coffee shop yang masih berada di wilayah apartemen. Lonceng yang ditempelkan di pintu otomatis berbunyi ketika aku membukanya lalu melangkahkan kakiku untuk masuk dan menuju kasir untuk memesan minuman kesukaanku, macchiato
Setelah memesan minuman aku langsung mencari tempat duduk yang berdekatan dengan jendela. Beberapa majalah serta koran bertengger disusun rapi tak jauh dariku, kuambil sebuah koran terbitan terbaru dan tak lama kemudian minuman yang kupesan datang
"Ini minumnya, tuan. Selamat menikmati" ucap seorang barista sembari menyunggingkan senyuman hangatnya
"Terima kasih," ucapku singkat
Kuambil gelas berisi minuman favoritku. Uh.. Begitu menyesapnya, kau akan merasakan sensasi kopi yang berbeda dari biasanya. Tak salah jika kopi ini merupakan kopi favoritku sepanjang masa. Berlebihan sekali aku ini
Tunggu..
Samar-samar aku melihat seorang gadis yang sepertinya ku kenali. Wajahnya setengah terhalang oleh majalah yang ia baca, tetapi aku masih bisa mengenalinya dengan cepat. Tak butuh waktu lama aku langsung menyadari siapa gadis yang sedang membaca majalah itu. Oh sayang, rupanya kau menginginkan sebuah hukuman dariku
Tanganku membawa gelas yang ada di meja lalu menghampirinya perlahan. Masih tak menyadari kehadiranku, ku dudukkan tubuhku di sofa yang berhadapan dengannya lalu meletakkan gelas yang aku pegang barusan
YOU ARE READING
Locked in Of The Heaven
FanfictionFF INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA. DIHARAP UNTUK YANG DIBAWAH USIA 17 TAHUN JANGAN COBA-COBA BACA. KALAU ADA YANG MASIH NEKAT BACA, AUTHOR/PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB! . TIDAK PERLU NYINYIR SAYA MESUM, NGAJARIN HAL GAK BAIK, DLL. KARENA SUDAH SAYA...
