part 1

29 2 0
                                        

Bipp... Bipp...
Suara handphone Bimo membanggunkan mimpi indahnya.
Terlihat di layar notif pesan dari Klarisa, membuat Bimo bersemangat untuk segera membukanya, dengan rona wajah yang berbunga-bunga dan senyuman penuh harap.

"Klarisa??"
"Good morning bidadariku..." ucap Bimo mengambil handphone yang ada didekat bantal tidurnya.
Tiba-tiba mimik wajah Bimo berubah setelah membuka pesan tersebut.

From : Klarisa
To.      : Bimo
"Maaf aku gak bisa ikut kamu ke pantai".

Dengan cepat Bimo, menekan nomor diponselnya dan menghubungi Klarisa.
Namun tak ada jawaban dari sebrang sana, satu dua kali dia menggulangi panggilannya namun tetap saja tak ada jawaban, itu semua membuat Bimo gelisah.
Rencananya hari ini Bimo ingin memberi kejutan dan menyatakan perasaannya kepada Klarisa di pantai.
Bimo dan  Klarisa sudah dekat sejak mereka masuk ke perguruan tinggi. Tepatnya ketika mereka berdua dihukum karena melanggar peraturan ospek, sejak saat itu mereka semakin dekat. Hingga kini mereka menjadi mahasiswa/i tingkat akhir.
Bimo bergegas berlari ke kamar mandi dan segera bersiap-siap ke rumah Klarisa, untuk meminta penjelasan, kenapa dia tidak bisa ikut ke pantai hari ini.

Aishhhh.....
Saa Saa, kenapa kamu berubah pikiran? Dan gak ada kabar seperti ini?? Ucap Bimo sambil memakai kaos hitam polos, tak lupa ia memakai hem merah kotak-kotak sebagai aksen pemanis penampilannya. Ia berlari keluar garasi kosnya dan segera menyalakan mesin motor Ninja merah kesayangannya.
Dengan kecepatan 100km/jam Bimo memecah keramaian jalan raya. Pikiranya sudah tak karuan, ia kecewa dan kawatir terjadi sesuatu dengan Klarisa, karena Klarisa bukan tipe orang yang mudah membatalkan janji dan menghilang tanpa kabar.
Tak butuh waktu lama Bimo telah sampai di Rumah bergaya klasik dengan dominasi cat warna putih.

Bimo melangkahkan kakinya ke pintu depan rumah Klarisa, dan mengetuk pintu tersebut sekali dua kali namun tak ada jawaban juga. Semua itu membuat Bimo semakin panik tidak karuan.

"Keluarga pak Wijaya tadi pagi-pagi sudah pergi nak, entah kamana, mereka terlihat terburu-buru dan sangat panik hingga saya tak sempat bertanya mereka ingin kemana" jelas ibu-ibu pemilik rumah sebelah Klarisa.

"Apa tante juga lihat Klarisa ikut pergi bersama papah, mamahnya, tante?"

"Saya kurang jelas ya, tapi saya lihat Nabila, adik Klarisa ikut pergi, mungkin dek Klarisa juga ikut soalnya dari tadi tidak kelihatan biasanya pagi-pagi selalu olahraga keliling komplek".

"Oh iya tante makasih".

"Adek ganteng namanya siapa? Nanti kalau keluarga pak Wijaya sudah pulang, saya beri tahu kalau temannya ada yang nyari kesini"

"Oh iya makasih tante nama saya Bimo,tant".

"Oh ya nak Bimo hati-hati kalau gitu yaa"

"Iya tante makasih ya tante, saya permisi dulu".

Bimopun kembali memecah jalan raya, ia pergi ke rumah sahabat - sahabat Klarisa untuk mencari keberadaan Klarisa, namun semua sia-sia ia tak mendapatkan apa-apa kecuali informasi dari tetangga Klarisa tadi.

Mentaripun tlah berganti senja, kepergian Klarisa hari ini telah membuat hati Bimo tak karuan, ia kawatir terjadi sesuatu dengan bidadarinya itu, walaupun dia tahu Klarisa bersama keluarganya, tapi tak biasanya dia pergi tanpa kabar seperti ini.

"Arghhh..... hari yang melelahkan" Bimo merebahkan tubuhnya ke kasur dan memegangi kepala sambil menutup matanya.

Tak sadar karena terlalu lelah seharian Bimopun tertidur hingga mentari kembali menampakkan senyumannya.

"Ehhmm... Keboo bangun booo"

Terdengar suara halus, manja dan tak asing lagi ditelinga Bimo.
Bimopun membuka matanya sedikit untuk memastikan suara itu benar suara orang yang dia cari atau bukan, setelah ia tahu siapa pemilik suara tersebut dia berpura-pura tidur lagi. Sejatinya dia sangat senang dan lega bisa mendengar suara ini lagi tapi Bimo juga kesal karena telah dibuat kawatir dan lelah seharian untuk mencari dia.
Terdegar langkahan kaki memdekat ke ranjang tempat tidur Bimo.
Perlahan tiba-tiba Bimo susah bernafas karena tangan jahil Klarisa telah memencet hidunga mancung keturunan turki itu.

KlarisaStories to obsess over. Discover now