Prolog

413 22 1
                                        

Sebuah cerita klise yang menjadi awal pertemuan mereka. Berawal dari tidak kesengajaan mereka yang bertemu di sebuah bandara. Seorang pilot yang bertemu oleh seorang gadis lugu dengan warna kulit putih dan postur tubuh yang bisa dibilang indah dan perfect. Pertemuan yang menimbulkan benih-benih dan rasa tersendiri bagi salah satunya. Si Pilot yang tampan, gagah, murah senyum, dan rendah hati dipertemukan dengan seorang gadis lugu, baik hati, penyayang, sabar, namun satu kekurangan gadis itu, kekurangannya adalah jika saat emosi dan mood yang jelek sedang berpihak padanya makan jangan salahkan jika bibir tipis berwarna pink itu mengeluarkan atau bahkan memuncratkan kata-kata yang halus namun pedas.

22.15 WIB


Sudah lama rasanya tidak menginjakkan kaki di tempat ini membuat lelaki tampan itu merasa sangat bahagia. Sesekali ia harus menghentikan langkahnya saat ada beberapa pilot atau awak kabin yang menyapa atau mengajaknya berbincang sejenak.
berhenti dan singgah sebentar di toilet untuk mengganti seragam dinasnya menjadi kaos polo berwarna hitam dan dilapisi jaket senada. Pikiranya, ia tidak ingin pamer atau mengumbar akan jabatan dan profesinya saat ini.
Senyuman manis tidak pernah lepas dari wajahnya yang bersih dan tampan saat beberapa orang yang melewatinya tampak melemparkan senyum untuknya.

" Aaaawwwww.... "

Duggg ...

Tiba-tiba saja langkahnya terhenti bersamaan dengan suara pekikan gadis. Gadis dihadapannya tampak meringis sambil memegangi kepalanya tepat bagian jidat. Pria tampan yang tak lain adalah Andra, dia berbalik arah dan langsung menatap gadis yang ada dihadapannya dengan khawatir. Sepertinya kepalanya sakit karena menabrak punggung Andra tadi.

" Mbak gak papa? " tanya Andra

" Eh.. Enggak apa-apa mas, " jawab gadis itu sambil menundukkan kepalanya. " Mas maaf ya, saya tidak sengaja tadi karena saya juga sedang terburu-buru. " lanjut gadis itu sambil mendongakkan kepalanya,

Jleb.... Wajah itu, seketika terlintas bayangan dipikiran Andra tentang seseorang yang sempat mengisi hatinya.

" Wajah itu sama seperti dengan wajahmu " ucap Andra dalam hati dan tanpa disadarinya seulas senyum tercetak di wajahnya yang tampan

" Mas... Mas... " ucap gadis itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Andra yang sedang memandangi wajahnya dan setelahnya Andra langsung tersadar dari lamunannya tentang seseorang itu.

" Mas kenapa? Apa masnya ada yang sakit setelah saya tabrak? " lanjut gadis itu dengan khawatir dan mata indah milik gadis itu memancarkan kecemasan.

" Enggak, i'm oke " Andra membalas pertanyaan gadis itu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena kepergok memandangi wajah gadis itu.

" Syukurlah kalau tidak apa-apa, " helaan nafas lega keluar dari hidung gadis itu, " sekali lagi saya minta maaf ya mas, maaf saya buru-buru. Permisi " lanjut gadis itu dan langsung berlari menuju ruang penjemputan yang sudah atau memang selalu ramai akan pengunjung.

Andra melanjutkan langkahnya setelah melihat gadis itu berjalan dengan cepat membelah kerumunan orang-orang dibandara, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat benda pipih berwarna gold berlogo apel tergigit itu tergeletak. Diambilnya benda itu yang tak lain adalah sebuah hand phone, dibukanya lookschren hp itu dan langsung terpampang jelas foto seorang gadis yang cantik, Andra langsung menyimpulkan jika hp itu milik seorang gadis yang menabrak nya tadi. Dimasukannya hp itu kedalam saku celananya dan setelah itu Andra pergi meninggalkan kawasan bandara dengan mobil dinasnya.

TBC.

# Haii, this is my first story, I hope you like my story that is still messy because this is my first experience. vote and coment yes ...

My CaptainStories to obsess over. Discover now