Our Gryff

156 4 0
                                        

Seven Gryffindor, sebuah kelas di sekolah Panglima Besar Soedirman International Islamic Junior High School, Jakarta Timur. Kita semua memiliki banyak perbedaan, dari perbedaan nama— ini udah pasti—, suku, tempat tinggal, watak, warna kulit, kebiasaan, dan lain-lain. Tetapi kita dapat menerima itu semua.

Alifa, Uta, Rere, Aqil, Arisa, Ziza, Caesar, Davy, Dhegrand, Dhita, Idzni, Rai, Marisa, Zidane, Aji, Ojan, Farid, Hilmy, Putri, Pruedence, Qays, Raihan, Shaza, Tissa, Aya. Itulah kami semua. Dan wali kelas kami, Ma'am Nisa, yang juga guru Ipa dikelas kami.

Kelas kami beada di lantai 2 gedung A sekolah ini. Kelas kami diapit oleh dua ruangan, yaitu kelas 7F dan Toilet. Disamping toilet ada tangga menuju lantai bawah. Disebelah tangga ada Toilet laki-laki, disebelahnya ada Meetting Room, disebelahnya ada kelas 8G— kelas Aksel— dan 7H— Kelas Aksel juga—.

Jadi gini, kelas kita itu terbuat kelasnya pas bulan puasa, antara juni atau juli. Pas hari pertama masuk tuh udah ada yang main Uno bareng, karena waktu MOPD itu udah ada yang segugus. Jadi kesan pertama masuk kelas ini bisa dibilang sedikit heboh lah.

Kita itu sebenernya ada 25 anak, tapi karena ada anak yang pindah ke kelas Plus bernama Jojo, kita jadi 24 anak doang.

Hari pertama masuk kelas, pasti perkenalan wali kelas kelas dulu. Ternyata udah ada yang kenal juga sama Ma'am Nisa, soalnya guru di gugus mereka. Terus setelah itu kita pemilihan ketua kelas, wakil ketua kelas, pokoknya sekeluarga organisasi kelas deh. Yang mencalonkan diri jadi ketua kelas ada Aya, Raihan, dan Zidane. Sebelum votting, mereka bertiga menyampaikan visi dan misi mereka dulu, aabis itu baru deh votting.

Ternyata, yang vote terbanyak itu si Aya, dan Aya pun akhirnya jadi ketua kelas, mulai dari situlah dia gajelas juga. Vote terbanyak kedua itu si Zidane, terus dia jadi wakil deh. Nah, si Raihan itu Vote paling sedikit—banget— , jadinya dia Cuma jadi bendahara. Abis itu dibuat wakil bendahara, sekretaris dan wakil, dan lain-lain.

Pertama-tama belajar sih lumayan sepi, karena anaknya masih pada jaim-jaim unyu— gak unyu juga sih— gimanaa gitu. Hari pertama belajar sih Cuma perkenalan sang guru dan sang murid. Jam pertama itu Bahasa Arab, terus Ipa, terus istirahat. Jadi di sudir itu kita setiap istirahat pertama harus sholat dhuha dulu, baru deh jajan, berhubung waktu itu lagi puasa, jadi ya Cuma sholat dhuha abis itu balik ke kelas lagi.

Abis istirahat itu pelajaran B.Ing, terus Pkn, terus Bahasa Indonesia. Karena lagi puasa, semua jam pelajaran waktunya dicepetin gitu, karena kita pulang jam 1 kalo gak salah. Pas sholat Dzuhur, kita harus dengerin kultum yang panjangnya kaya sungai nil, panjang banget. Sebenernya kita gak boleh ngobrol, tapi mana ada sih remaja yang gak ngobrol? Pasti kan ngobrol lah.

•••••••••••••••••••••□••••••••••••••

Ini gajelas gimana gitu, baru dikit pula. Part selanjutnya tentang murid-murid dari absen 1-25. Terus covernya Coming soon aja ya. males...

Our GryffTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang