1

36 5 14
                                        

Pagi yang cerah di pertengahan bulan Juli, mentari telah menunjukan wajahnya dibalik jendela kamar. Gua pandangi jam yang telah menunjukkan pukul 06.00,  rasanya begitu malas harus bangun lebih awal padahal biasanya gua begitu santai dipagi hari karena jarak sekolah SMP dulu engga begitu jauh dari rumah tapi sekarang ceritanya berbeda.

Setelah sarapan secukupnya gua ambil tas dan pamit sambil menyalakan motor, setelah dirasa cukup panas gua mulai berangkat sekolah. Di rumah gua tinggal bersama kedua orang tua dan gua anak tunggal.

Karena terlalu santai di jalan gua datang telat, semua siswa baru sudah berbaris di lapangan untuk mengikuti hari pertama MOS. "SIAL" batin gua, Cuma telat 5 menit gua harus baris di tempat yang berbeda, risih rasanya karena dari sini semua yang di lapangan melihat gua bersama beberapa siswa yang terlambat lainnya, hari pertama reputasi gua sudah jelek.

Karena bosan mendengarkan panitia MOS memberikan arahan, gua perhatikan siswa baru satu persatu kali aja ada yang membuat gua tertarik. Tapi dari semua yang ada di lapangan, engga ada satu pun yang membuat gua tertarik. Setelah hampir 1 jam mendengarkan arahan, panitia memnita kami untuk memasuki aula.

  "EH.. SIAPA YANG SURUH KALIAN IKUT? KALIAN TELAT LARI 5 PUTARAN BARU BOLEH MASUK!" teriak salah satu panitia dari kejauhan

  Setelah hukuman selesai kami diperbolehkan untuk bergabung bersama siswa baru lainnya, karena kami datang belakangan hasilnya kami harus mencari tempat yang kosong yang bisa untuk dipakai duduk lesehan.  

Setelah celingak celinguk mencari tempat kosong salah seorang siswi melambaikan tangannya memberi isyarat ada tempat yang kosong didekatnya. Tanpa basa basi gua langsung berjalan dan menempati tempat itu.   

hhhhhHHHhaaaaa... gua Tarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya..

"......."

Gua diam sejenak sambil menatap siapa yang duduk disebelah gua, dengan rambut panjang lurus, wajah cantik dengan kulit putih dan bibir yang mempesona, serta ukuran bra 33b lah kok malah jadi cerita bokep, engga engga itu engga bener, lupakan balik ke topik cerita  

 "Gua Malvin " bisik gua pelan sambil coba mengajaknya berkenalan

"..........." jangankan berkenalan melirik gua pun engga

"Ini cewe budek apa emang sombong" batin gua

Setelah acara di aula selesai, panitia memberikan kami waktu untuk istirahat. Gua masih penasaran dengan dia yang cantik tapi budek, jadi gua coba mengajak dia bareng ke kantin.

"Kantin yuk" ajak gua

"yuk" jawab dia singkat  

Gua ingin kembali coba berkenalan tapi tanggapan dia tadi membuat mood gua rusak. Tapi gua engga mau nyerah begitu aja, gua berhenti dan memegang pergelangan tangannya menahan dia untuk berhenti sebentar.

  "Gua Malvin..."

" :) " dia hanya menjawab dengan senyuman, senyuman yang begitu manis.

MALVIIINNNNN.....

gua langsung melepas tangannya saat melihat seseorang berlari dari jauh sambil berteriak.

Huh hah huh hah... suara napas terengah-engah dari orang yang sedang mengtur napasnya di depan gua.  

"Kampret... mentang-mentang lagi sama gebetan ampe pura-pura engga kenal ama gua" protes dia sambil memukul bahu gua pelan "Eh siapa nih? kenalin dong" lanjutnya sambil melihat dia yang sedang berdiri disamping gua.  

"Kenalan aja sendiri" jawab gua cuek.

"Farel.." dengan penuh percaya diri dia mengajak berkenalan tapi gua hanya menahan ketawa karena Farel ini adalah teman gua dari SMP dan gua sering liat dia melakukan kenalan dengan cara seperti ini namun hasilnya selalu hanya jadi bahan bully anak tongkrongan.  

 "Dira" dia menjabat tangan Farel.

 "..........." Farel diam dan melirik ke arah gua dengan senyum penuh kemenangan.

"Malvin" gua coba mengikuti cara Farel.

"Aku tau, kamu udah tiga kali ngenalin diri. Yuk ke kantin" dia berjalan meninggalkan kami.

"HAHAHAHAHAH" Farel ngakak 

"Ketawa lo yang puas" sahut gua tapi malah membuat Farel makin ngakak.



Good SideDonde viven las historias. Descúbrelo ahora