Part 1

6.4K 176 5
                                        

Gadis nakal itu mengendap masuk rumah.

KREK

Tak disangka, Papanya sudah bertengger di sofa untuk mengejutkan sang anak.

"Ehem, selamat malam Nona Cindy"
Deheman Papanya membuat Cindy diam mematung depan pintu.

Cindy sangat benci akan hal ini. Bagaimana tidak, sudah cukup mual minum bir. Ditambah ketauan oleh Papanya, tamat riwayat Cindy!

Dengan muka masam dan lesu Cindy menjawab "Malam Pak Hilman"

Ya, Pak Hilman adalah nama seorang konglomerat yang mempunyai saham dimana-mana, yakni Papa dari Cindy.

"Sudah berapa banyak yang kamu minum? Sudah cukup puas menyiksa diri? Apakah kurang kamu clubbing setiap malam?"

Ah sudahlah, pusing sekali rasanya mendengar pertanyaan beruntun yang membuat Cindy MUAK.

"Duh ngantuk deh Pah, besok ae bro nanyanya!" Cindy memasang muka melas dan mulai mengucek matanya yang tidak gatal.

"Oke, sekarang Papa hanya ingatkan kamu supaya membenahi diri. Gak ada yang namanya Clubbing, keluar malam. Sampe Papa tau, Papa bakalan masukin kamu ke pesantren!" Tegas Pak Hilman ke anaknya, lalu meninggalkan Cindy begitu saja.

Cindy yang hanya setengah mengerti karna efek mabuk langsung masuk ke kamar tanpa rasa bersalah.

KREK

Cindy langsung menjatuhkan diri ke kasurnya dan terlelap.

🍁🍁🍁

KRING KRING KRING KRING

Cindy meraba-raba meja dengan mata yang masih tertutup, mencari asal suara, Alarmnya!

"ALARM SIALAN" Umpat Cindy

Dia membuka mata, meraih alarmnya lalu membanting dengan tenaga super.

PRANG

"Tai kali, gabutuh gue alarm"

Dia mengambil ponselnya di tas kecil mewah lalu membukanya.

PUKUL 07.45 AM

Ini adalah hari sekolah, tetapi bagi Cindy sekolah itu sama sekali tidak penting. Karna pelajaran disekolah belum tentu bisa menjadi tumpuan sukses, itulah pemikirannya. Lagipula jika dia dipaksa sekolah, dia pasti tidak akan sampai disekolah.

"Cindy, kalo kamu ga sekolah Papa akan memasukkanmu ke pesantren" Teriakan Papanya dari lantai bawah terdengar dan membuat Cindy terkejut bukan main.

"WHAT DE FAK, MAN! IYA CINDY SEKOLAH"

Tapi tetap saja, seorang Cindy tak mungkin takluk dengan ancaman receh seperti itu.

Setelah mandi, dia memakai baju seragam yang super duper ketat. Dan membawa sebungkus rokok.

"Cindy berangkat!"

Gadis itu menyelenong saja melewati Papanya yang sedang membaca koran di meja makan. Sungguh tidak punya etika.

TRIN TRIN

Cindy membuka kunci mobil lalu segera mengemudikannya, tujuannya bukan sekolah melainkan tempat nongkrong bersama anak kelas 12, padahal dia baru menginjak kelas 10.

Bad Girl in PONPESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang