FIRST : BEGINNING

18 6 0
                                        

      SENIN pagi SMAN 70 Jakarta gempar. Semua mata menatap terkesima. Sosok itu memukau dengan segala pesona yang dimilikinya. Tubuhnya tinggi menjulang, rambutnya sedikit basah dan tidak disisir dengan rapi tetapi tidak mengurangi kadar ketampanan nya. Kemeja sekolahnya yang tidak di masukkan ke dalam celana abu abunya an kancingnya yang tidak terpasang dengan baik membuat gibran terkesan cowok banget.  Dia adalah Gibran Althafarel Samudra murid baru di SMAN 70 Jakarta.


***


    Sherly berlari dengan tergopoh gopoh menuju kelasnya di XI IPA 2.

"Omaigat omaigat guys kalian harus ikut gue!!" Ucap sherly histeris dengan nafas yang masih terengah engah.

"Kenapa sih sher pagi pagi heboh banget?" Sahut emely

"Aduh ini mah lebih dari sekedar heboh tapi udah taraf gempar!! pokoknya kalian harus liat anak baru itu! gila ganteng banget!!" Kata sherly girang dan terkesan berlebihan membuat ketiga teman nya bingung.

Emely mengernyitkan dahinya. "Anak baru?" tanya nya.

"Iya!!! Sumpah demi apapun tu cowok ganteng abis." Pekik sherly.

"Masa sih sher?" Kini giliran laras yang bertanya.

"Iya masa kalian ngga percaya sih sama gue! pokoknya kalian harus liat ayo ikut gue!!" Ucap sherly sambil menarik paksa lengan laras dan siska yang sedang asik melahap cemilan nya.

"Aduh pelan pelan dong sher sakit tau!!" Ucap siska sambil mengelus pergelangan tangan nya dan menatap sherly kesal.

Sherly hanya meringis melihat siska menatap nya seperti itu. "Tapi kalian bener bener harus liat tau." Sherly tetap kekeuh memaksa ketiga teman nya.

"Ngeliat sherly histeris gitu gue jadi penasaran. mau liat ngga mel? sis?" tanya laras pada emely dan siska bergantian.

"Ya gue sih ngikut aja." ujar siska sambil terus melahap cemilan nya. Memang siska itu hobinya makan tapi badan nya tetap saja terlihat kurus.

Laras hanya mengangguk pada siska dan menoleh pada emely. "Lo mel?" Tanya laras lagi.

"Ngga ah gue males, kalian aja gih lagian mau segimana ganteng nya tu cowok ngga bakal ngaruh buat gue." Ucap emely sombong.

"Iyadeh yang udah taken mah beda." Ejek sherly.

"Kita cabut dulu ya mel. Bener nih ngga mau ikut? ntar nyesel loh." Kata siska.

Emely tertawa kecil menanggapi celotehan siska. "Iya bawel uah sono ah cepet." Usir emely.

Lantas ketiga teman nya berjalan keluar kelas meninggalkan emely.


***


   Sherly Laras dan Siska kembali lagi ke kelas mereka sepuluh menit sebelum bel berbunyi. Tiba tiba laras menggebrak meja emely membuat seisi kelas menatap ke arahnya.

"Lo apaan sih sher ngagetin tau ngga!!" Ucap emely jengkel.

Laras terkekeh. "Mel sumpah demi apapun tu cowok ganteng abis bener kata sherly!" Kata laras dengan mata yang berbinar binar.

"Terus?" Ucap emely bingung.

"iih lo tuh bener bener ya! emang lo ngga penasaran apa sama tu cowok?" Tanya sherly kesal.

"Ngga!" Jawab emely tak acuh.

Sherly menatap emely gemas. "Oke! susah ngomong sama yang udah taken!"

Emely tertawa geli melihat tingkah sherly yang menurut nya lucu itu. "Malah bagus kan kalo gue ngga ikut ikutan tertarik sama siapa tuh anak baru otomatis saingn kalian berkurang satu." Ucap emely santai.

Siska mengangguk setuju. "Nah bener tuh kata emely lagian kan dia udah ada dito ngapain nyari lagi. Iya ngga mel!"

Emely mengangguk setuju dan tersenyum tipis mendengar ucapan siska barusan.

"Iya tapi seengganya lo harus liat dulu giman rupa tu cowok baru bilang ngga tertarik. Sekarang gue tanya emang lo udah liat dia kaya gimana?" Tanya sherly tetap memaksa emely.

Emely menghela nafas pelan setelah mendengar ucapan sherly yang menurutnya terlalu berlebihan. Memang di antara mereka berempat sherly lah yang sangat keras kepala dan tidak mau ngalah.

"Iya eh iya! Nanti pas jam istirahat lo tunjukin yang mana orang nya nanti pasti dia ke kantin kan?". Ucap emely terpaksa mengikuti kemauan sherly.

"Nah gitu dong! Gue yakin si dito pacar lo yang sombong dan sok ganteng ya walaupun emang rada ganteng sih tapi tetep ngga ada apa apanya di banding tu cowok". Kata sherly bersemangat.

Emely memutar bola matanya malas mendengar ucapan sherly yang telah menghina pacarnya. "Ya whatever" Sahutnya malas.

Sherly mengangkat bahu tak acuh kemudian melenggang ke tempat duduknya di belakang emely dan laras. Ia duduk bersama siska.


***

 Yeay part one nya segitu dulu ya guys sebagai pengenalan. Jangan lupa juga voment yaaa!! Please jangan jadi pembaca tak kasat mata yang tidak meninggalkan jejak. Hargai karya orang lain oke:))

Part 2 lanjut ngga?



The Game Of LoveHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora