Saat aku mengatakan aku bahagia, aku mohon jangan langsung percaya. Karena belum tentu itu yang kurasakan.
-Miu
____________________________
Miuna Zara Johnson.
Nama yang cantik menurutku secantik orangnya. Iya, aku percaya diri mengatakan diriku cantik karena bagi keluarga ku, aku permata yang paling terang setelah mama tentunya. Dengan rambut lurus coklat sebahu, hidung yang tidak terlalu mancung namun tidak pesek, kulit putih, dan tentunya bagian yang paling kusuka yaitu mata ku. Mata hijau gelap yang hanya 2 persen populasi didunia yang memiliki nya. Tau mata Harry Styles dari boyband favorit ku One Direction? Yup, mata kami sama. Hanya saja mata ku lebih gelap dari nya.
"Eh cacing kremi, minggir sana gua mau nonton bola. Lu dari tadi bertapa di situ tapi ga merhatiin film. Dasar bocah!" Ah iya suara itu menyadarkanku dari lamunan ku. Suara yang aku benci tapi aku sayang haha.
Geral Corner Johnson.
Dari namanya saja kalian pasti tau bahwa kami bersaudara. Tapi aku belum menjelaskan, bahwa laki-laki tinggi, berotot, mata coklat terang menyala, dengan kulit sawo matang akibat sering berlatih basket dan berparas tampan ini adalah saudara kembarku. Jujur saja, bila dia bukan saudara kandungku, aku bisa saja jatuh cinta karena wajahnya itu. Dia abangku beda 7 menit, tapi tingkahnya yang selalu bawel lebih pantas seperti adikku sendiri. Walaupun kembar, kami ini kembar tak identik. Jadi kalau orang yang tidak mengenal kami bisa saja mengatakan bahwa kami pasangan serasi.
Kami berdua anak dari pasangan terbaik di dunia, Alex Johnson dan Cahaya Lestari. Papa ku orang Irlandia dan mamaku orang Indonesia. Bahkan perjalanan cinta mereka begitu rumit sampai aku tidak percaya mereka bisa bersama sampai sekarang dan kami tinggal di Indonesia tempat kelahiran mama.
"Duh bawel banget gila al, lu mending yang sana. Ganggu cewe cantik lagi meditasi aja" jawabku membalas ocehannya yang menyamakan bidadari sepertiku dengan cacing kremi.
"Lu ga perlu sok sok an meditasi. Sini gua fermentasiin aja jadi keju. Mau?" Diiringi tawanya yang menyebalkan itu membuat ku yang sedang tidak ingin beradu argumen memutuskan naik ke kamarku dengan tampang cemberut.
Hari ini terasa panjang dan aku sedang tidak ingin melakukan apapun. Penyebabnya pasti kalian mengerti, sekarang jadwal datang bulan ku hari ke 3. Yup, dan aku benar-benar kesal bahwa kemarin darah nya tembus di rok abu-abu milikku. Untung saja Geral ku tersayang memberikan jaket hitam nya untuk ku dan sekaligus mengurus izin ku untuk pulang ditengah pelajaran. Walaupun dia bersikeras tidak mau mengantarkan ku pulang karena ingin latihan basket sepulang sekolah. Dia memang baik, tapi kadang membuat ku emosi dengan perubahan sifatnya yang tidak bisa kuduga.
Akhirnya aku memutuskan tidur dan berharap besok menemukan petualangan baru. Karena kulihat jam sudah menunjukkan pukul 09:00 malam.
_____________________________
Finally, aku nulis juga. Ya emang ga sebagus cerita lain prolognya, tapi ini cerita pertama aku. Jadi aku harap banyak yang suka.
Ini juga ganti akun, soalnya akun wattpad yang kemarin lupa password.
Sorry kalau bnyak typo, karena khilap mungkin😭.
Tinggalin vote dan comment nya ya. Karena aku update langsung 2 capt buat hari ini.
Makasihh. Big love!
-04 Juli 2017
YOU ARE READING
Mizar Alcor
Teen FictionSaat aku mengatakan aku bahagia, aku mohon jangan langsung percaya. Karena belum tentu itu yang kurasakan. -Miu _____________________ Miuna Zara Johnson dan Geral Corner Johnson. Sepasang saudara kembar tak identik yang namanya diambil dari nama sal...
