It's me not you. It's me not her. It's me with my problem. It's me with my love. It's me with my life.
IT'S ME WITH MY STORIES.
Kaki ini berjalan kadang tak sesuai harapan. Mata ini memandang kadang tak sesuai dengan dugaan. Mulut ini berbicara kadang tak sejalan dengan hati. Telinga ini mendengar kadang menampikan kebenaran.
Skenario Tuhan memang tak semua sejalan dengan apa yang kita harapkan. Telah tertulis jelas 'apa yang akan terjadi' dan 'bagaimana terjadi'. Hidup tak mampu ditebak karena semua adalah rahasiaNya. Seperti hujan yang turun kala terik matahari begitu menyengat. Seperti gelapnya langit yang tertutup awan mendung namun hujan tak kunjung datang. Sebuah keadaan mampu berubah dalam satu menit. Waktu, karena waktu adalah kunci menuju realita yang dinanti dari sebuah pertanyaan.
AKU. Saat ini aku beranggapan bahwa aku adalah pemeran utama yang tertulis dalam Skenario-Nya. Aku menjadi titik senter dimana kehidupanku akan memainkan peran sesuai alurNya. Semua telah diatur. Dan posisiku saat ini entah sebagai 'actress' atau 'pembantu' karena bagiku keduanya sama. Sama-sama berperan sebagai seseorang yang penurut akan perintah.
Pandanganku menerawang jauh terhadap jalan gelap tak berarah, jalan yang akan aku tapaki untuk menuntunku ke tempat tujuan yang telah tergaris dalam kehidupanku. Jalan itu tak memiliki penerang, gelap dan berlubang, dimana aku dapat dengan mudah terperosok dalam lubang itu. Hingga perlahan percikan cahaya muncul, memapahku dalam melewati jalan yang tak terlihat ujungnya.
Sungguh, skenario ini membuatku letih. Dunia ini terlalu bahagia mempermainkanku, dan aku dengan bodohnya kalah dengan permainannya. Seakan tanah ini tak sudi untuk ku pijak, kehadiranku hanya sebuah raga tak terlihat dan tak tersentuh. Hingga diantara duri yang mampu menusukku kapanpun dia mau, diantara kebencian dunia ini terhadapku, perlahan titik cahaya datang membawa harapan.
Betapapun kerasnya aku menolak, skenario ini tetap harus aku jalani. Harapanku dengan skenarioNya adalah AKU yang mampu berpijak dalam badai. AKU yang mampu tersenyum dalam rintihan. AKU yang mampu berucap dalam bekunya dunia. Dan AKU yang mampu menopang tubuhku sendiri saat kaki ini terlalu lelah untuk bertahan. Aku harus memenangkan permainan ini karena aku adalah tokoh utama. Karena AKU adalah AKU.
Diandra Putri
"Kak, aku mohon... jangan"
Kakiku terus melangkah mundur, air mataku tiada henti untuk mengalir.
"Kenapa? Bukannya kamu mengagumiku kan?"
Aku mengangguk, memang benar aku mengagumi sosoknya.
"Benar, aku mengagumi kakak tapi... ini tidak benar, jangan kak"
Aku terus memohon namun kemarahannya tak mampu untuk ku redupkan. Emosinya sudah menggelapkan semuanya. Dia mulai mencengkram bahuku sampai bahuku terasa sakit. Tidak, ini bukan seseorang yang selama ini ku kenal.
----------------------
Aku menatap sosok laki-laki yang berada di hadapanku. Mungkin hobbyku sekarang adalah menatapnya. Aku tak mungkin mengabaikan ciptaan Tuhan yang indah ini. Aku sangat bersyukur bahwa dialah yang akan menjadi cinta terakhirku. Cinta? Berbicara soal cinta, sampai sekarang aku tak mampu menjelaskan artinya. Yang aku tahu, cinta itu adalah dia, laki-laki yang tengah aku pandang.
"Jangan terus menatapku seperti itu, matamu akan lelah, kamu bisa menatapnya lagi nanti", aku terkekeh mendengar penuturannya.
"Kamu tahu, aku sangat bahagia saat ini. Aku memiliki kamu, bagiku sudah cukup. Aku tahu, hidupku tak seindah yang lain, hidupku tak sebahagia yang lain. Kamupun tahu, hidupku sudah hancur sejak kecil. Tapi aku tak pernah menyesalinya, karena sekarang aku tahu untuk memahami arti kehidupan tak harus selamanya bahagia. Tuhan punya rencana yang lebih indah. Kamu, kamupun bagian dari rencana indah yang telah Tuhan siapkan untukku".
Dia tersenyum menanggapi perkataanku. Senyuman yang menjadi candu untukku.
"Karena itulah, aku mencintaimu".
YOU ARE READING
AKU
Teen FictionUntuk apa mencari kebahagiaan dengan menjadi orang lain jika aku pun mampu bahagia dengan menjadi aku. Aku tak peduli seberapa sulitnya skenario Tuhan yang telah tertulis untukku, karena yang aku tahu. Kebahagiaan akan menyapaku, seperti pepatah seh...
