Playlist: Semua lagu One Direction, terutama "Summer Love"
"Sedih banget, aku nggak bisa ikut. Hati-hati ya," laki-laki berjaket abu-abu tersenyum manis sambil tangannya mengusap kepala lawan bicaranya. Ia mengambil sesuatu dari jaketnya, beberapa permen karet. Kemudian ia berikan kepada perempuan di hadapannya. "Kalau lagi ngantuk atau bosen."
Perempuan berambut sebahu itu tertawa, memperlihatkan giginya yang putih dan lesung pipi yang dalam. "Semoga mereka nggak minta aku untuk nggak menggunakan handphone ya. Kabarin kalau udah sampai rumah," katanya sambil mengambil empat permen karet.
"Harusnya aku yang bilang begitu," kata laki-laki berjaket abu-abu. Ia memeriksa beberapa bagian tas perempuan itu, memastikan tidak ada resleting yang terbuka. Kemudian ia merapatkan jaket milik perempuan itu, meresletingnya hingga atas, dilanjutkan dengan merapikan poni perempuan itu.
"Semuanya diharap masuk ke bus!" seru panitia dengan menggunakan toa. Hampir semua peserta camping sudah masuk ke dalam bus, tinggal beberapa orang yang masih berada di luar, entah itu merokok, dari toilet, atau berbincang dengan orang lain.
Seruan itu memaksa orang-orang untuk berlari masuk, begitu juga dengan perempuan berambut pendek. Ia berjalan menuju pintu bus dengan perlahan sambil sesekali menengok ke belakang. Sebelum benar-benar masuk ke dalam bus, ia melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Bye! Aku akan baik-baik aja," ucapnya tanpa suara. Pintu Bus tertutup kemudian bus mulai berjalan.
Suasana di dalam bus masih ribut. Semua orang sudah mendapatkan tempat duduknya. Musik di dalam bus sudah berbunyi, makanan ringan pun mulai dikeluarkan. Ada yang melanjutkan tidur yang terpotong, ada pula yang mengobrol. Perempuan berambut pendek masih mencari tempat duduk. Ia menegok ke kanan dan ke kiri berharap ada bangku yang kosong. Pandangannya terhenti pada dua orang yang sedang melambaikan tangan di bangku dekat pintu belakang. Ia pun menghampirinya.
"Raya, gue dan Jojo nggak bisa nemu bangku kosong lagi. Sisa tiga yang belum ditempatin. Dua yang gue dan Jojo dudukin sekarang dan satu lagi di pojok kanan belakang. Begitu kami masuk hampir semua tempat duduk udah ditempatin. Nggak apa-apa ya? Atau lo mau duduk bareng Jojo? Biar gue yang di belakang," kata salah satu perempuan yang melambaikan tangan.
"Nggak apa-apa, Wina, lo duduk sama Jojo aja," jawab perempuan yang bernama Raya. Ia melihat tempat duduknya sambil melihat orang-orang yang duduk di barisan paling belakang. "Eh, jangan lupa bagi-bagi makanan ya, tapi!"
"Lo dong yang bagi makanan, kan abis dikasih makanan sama pacar," mereka tertawa. Kemudian Raya berlalu menuju tempat duduknya. Sebelum duduk, ia menaruh tasnya di bangku, mengeluarkan beberapa makanan dan earphone, kemudian menaruh tasnya di tempat barang. Setelah mendapatkan kenyamanan, ia menyetel musik dan memejamkan mata.
"Raya!" seru Jojo yang kemudian disusul dengan lemparan sebungkus makanan ringan. Raya membuka matanya dan dengan cepat Raya menangkap bungkusan itu. "Kata Aldo gue nggak boleh membiarkan lo kelaparan di jalan!"
"Nggak usah keras-keras ngomongnya," ucap Raya dengan suara yang lebih pelan. "Thanks!" Raya tidak jadi memejamkan matanya. Ia memainkan handphone-nya sebentar lalu mengajak bicara orang yang ada di sebelahnya.
"Aldo nggak ikut, Ray?" tanya teman di sebelahnya, Agil.
Raya mengibaskan tangannya sambil menggeleng, "Aldo mau pulang kampung ke Jawa. Kalau pun bisa ikut, dia nggak bakalan ikut."
"Kalau lo? Kayaknya tahun lalu nggak ikut, kok sekarang ikut?" tanya Agil sambil menawarkan biskuit.
Raya mengambil biskuit, "Sebenernya tahun lalu gue mau ikut, tapi nyokap gue nggak ngebolehin karena masih tahun pertama di SMA. Mungkin takut anaknya kenapa-kenapa. Gue udah mewek padahal pengen ikut, dengar cerita-cerita temen gue tuh, Jojo dan Wina gue rasanya iri banget. Untung tahun ini bisa ikut."
