[1] Pindah Ke Jakarta

1.2K 50 1
                                        

Steffi POV

Sebenarnya, bukan ini yang aku inginkan. Pindah dari Surabaya dan menetap bersama dengan Tante-ku di Jakarta.

Bukan, bukan aku enggan tinggal serumah dengan Tante Ara, adik Papaku. Tapi yang membuatku sedikit takut adalah, Tante Ara punya sebuah kos-kosan lelaki. Dan kalian pasti tahu, aku perempuan dan aku enggan berada di tengah-tengah banyak lelaki.

Tapi, mau bagaimana lagi? Aku harus pindah demi cita-cita ku. Asal kalian tahu, kini aku duduk di kelas 1 SMA. Dan aku pindah ke Jakarta tentu karena kini aku sekolah di SMA yang ada di sini. Dan aku tidak punya keluarga dekat lain selain Tante Ara.

Tante Ara sendiri tinggal bersama suami-nya, Om Ardi, dan anaknya yang masih kelas satu SD, Arza. Benar-benar mereka adalah keluarga A.

Kini, aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Tante Ara. Aku naik taksi setelah perjalanan yang membuatku sangatlah lelah hari ini. Ditambah, kedua orang tuaku yang hanya mengantarku hingga ke bandara membuatku harus menjengjeng semua barangku sendirian.

Setelah sampai dan membayar, aku turun dari taksi. Sebelum aku masuk, aku memandangi rumah besar milik Tante Ara. Kalau kalian bertanya dimana letak kos-kosannya, kos-kosan nya berada di lantai bawah sedangkan aku dan keluarga Tante Ara akan tidur dan tinggal di lantai dua.

"Steffi?"

Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan Tante Ara dan Om Ardi sedang berada di halaman rumahnya. Aku tersenyum kemudian menyeret koperku masuk ke dalam perkarangan rumah Tante Ara.

"Assalamualaikum, Tante, Om."

"Waalaikumsallam. Waduh, keponakan Om udah besar, ya?" Om Ardi tersenyum.

Aku terkekeh. "Apaan, Om. Masih kayak anak TK gini, masa udah besar?"

"Iyaloh, Steff. Dulu, terakhir kali kita ketemu kamu masih sepinggang Tante. Eh, sekarang udah lebih tinggi kamu daripada Tante."

"Eh, kok kita malah ngajak Steffi ngobrol? Kamu pasti capek, kan? Yuk, masuk!"

***

Kamar baruku memang tidak sebesar kamarku yang lama. Tapi, aku sangatlah suka dengan desain dan cara meletakkan barang-barang di kamar ini. Memang simple, tapi sangat aku suka. Mungkin, karena aku orangnya juga simple?

Aku menghempaskan tubuhku ke kasur. Sekarang sudah pukul empat sore dan aku belum membersihkan tubuhku. Lupakan itu, aku akan beristirahat sejenak.

Ini hari yang melelahkan tapi aku senang karena lusa, aku akan menjadi seorang siswi SMAN ternama di Jakarta. SMAN Cendrawasih, SMA yang sudah aku buru sejak aku kelas 6 SD. Aku bahkan hingga mati-matian agar bisa masuk kelas Internasional di SMA itu. Dan ya, aku berhasil.

Sebenarnya aku pindahan dari SMA Elang di Surabaya. Tapi karena semangatku yang tinggi, aku akhirnya memilih untuk meneruskan kelas sebelas si SMAN Cendrawasih, SMA yang sejak dulu aku idam-idamkan.

"Steffi."

Aku bergegas bangkit dari tidurku dan membuka pintu kamar ketika suara Tante Ara memasuki indra pendengaranku. Aku tersenyum ketika melihat Tante Ara sedang berdiri di depan kamarku dan menggandeng anaknya, Arza.

"Hay, Arza," sapaku ramah. Kemudian aku berjongkok dan mengelus kepalanya. Rambut Arza gimbal, kulitnya sawo matang, matanya sangat indah. Jika saja dia sudah seumuranku, ku pastikan aku akan suka kepadanya. Namun, nyatanya dia masih kelas satu SD.

"Dulu waktu kita ketemu, kamu masih bayi, loh."

Arza yang tadinya sembunyi dibalik kaki Tante Ara kemudian menatapku. "Ohya? Kenapa Arza gak inget, ya?"

Aku terkekeh. "Iyadong, kamu kan dulu masih kecil."

"Steffi, nanti kamu mau makan malam apa?" Tanya Tante Ara.

"Terserah, Tante. Aku anaknya gak milih-milih, kok."

Tante Ara tersenyum. "Kamu itu, sama banget kayak Papa sama Mama kamu. Sama-sama sederhana meskipun kalian udah kaya raya."

Aku terkekeh. "Makasih pujiannya, Tante."

Kos-Kosan In Love❌IqsteffStories to obsess over. Discover now