Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Kuil Hokkaido, Sapporo, dan Jepang

11 2 2
                                        


Kuil hokkaido (Hokkaido Jingu) merupakan sebuah kuil Shinto yang terletak Miyagaoka, Sapporo, Hokkaido, Jepang. Letak kuil ini berada di dalam kompleks Maruyama Park dan kuil ini telah ada sejak tahun 1871. Katanya kuil ini dibangun untuk menghormati 4 arwah kami yaitu Okunitama, Okuninushi, Sukunanikona, dan Kaisar Meiji. Luas kompleks kuil mencapai 18 hektar. Sugoi!

Dan saat ini aku sedang berada di tempat itu, hehehhehee

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

Dan saat ini aku sedang berada di tempat itu, hehehhehee... senangnyaaa! Akhirnya impianku untuk ke Jepang terwujud.

Aku dan teman baikku yang juga pecinta budaya Jepang bersama-sama pergi ke Negeri Sakura itu. perjuangan kami selama 6 bulan lebih dengan bekerja part-time, menabung, hingga menahan diri untuk tidak jajan di luar rumah dan memilih membawa bekal sendiri ke kampus. Akhirnya membuahkan hasil!

Perjuangan memang tidak akan mengkhianati kawan :') [mengusap ujung mata yang berair, atau jangan-jangan aku belekan]

Suasana di kuil Hokkaido itu tidak begitu padat, mungkin karena kami datang di musim ketika belum liburan atau akhir tahun. Kami datang kala musim kemarau hinggap di kota Sapporo. Pohon-pohon sekitar telah menguning dan ada pula yang berwarna merah, benar-benar indah. Tidak ada satupun pemandangan yang lolos dari jepretan kamera digital yang selalu setia ku bawa untuk menyimpan momen-momen berhargaku, seperti saat ini.

Saat ini aku berdiri- sendirian karena temanku sedang mencari tempat untuk menyelesaikan panggilan alamnya dan dia sangat lama meninggalkanku sendiri- di depan kuil, atau lebih tepatnya di depan altar untuk berdoa. Semua yang datang berkunjung dengan khusyuk menangkupkan kedua tangan mereka. Aku seperti kambing congek yang memandang mereka sampai-sampai nampaknya mereka tidak jadi khusyuk berdoa karena ulahku itu. karena tidak ada kerjaan dan sepertinya menarik, lagipula aku sudah ada di tempat itu, jadi aku ikut-ikut saja menangkupkan tangan seperti mereka. Tidak, aku tidak berdoa meminta pada para arwah-arwah itu karena aku penganut kepercayaan Tuhan itu satu, dan aku tidak mungkin menduakan Dia, biasa-bisa Tuhan cemburu dan menghukumku selama di negeri orang ini.

Jadi aku memutuskan berbicara saja dengan mereka, para arwah itu, menepuk tangan tiga kali kemudian mangkupkan kedua tangan sambil memejamkan mata.


"Kepada yang terhormat, para arwah kami yang berada entah dimana, yang jelas ada di kuil ini. Hmmm... say sebenarnya tidak meminta sesuatu kok, cuman pengen bilang, kalau saya dan teman ku sudah pergi dari kuil ini, tolong sangat tolong kami tidak diikuti arwah-arwah atau ditempeli roh, apalagi roh pembawa sial. Hmmm... mungkin saya kebanyakan nonton film sama acara TV kali ya jadinya ngaco imajinasinya. Ya pokoknya gitu dah..."

Eh, ini dari tadi saya bicara Bahasa Indonesia arwahnya pada ngerti nggak ya?

"etooo.. Sumimasen... ohayou gozaimasu... watashi no namae wa Acchan desu.. yoroshiku...onegaishimasu.. eto....Gomen na sai.. watashi Indonesian desu... No paham bahasa Jepang desu... Jadi, roh-roh itu..dame desu yo.. tempel-tempel.. Big NO! etooo... okay.. Sankyu!" Aku membuaka mata kembali, tersenyum senang, bangga dengan kemampuan bahasa Jepang ku. 

Dengan langkah ringan aku keluar dari altar dan memilih mencari keberadaan temanku itu. Dia ngapain aja sih di Toilet, berenang apa jangan-jangan diculik roh-roh lagi! harus segera dicari ini!

____*^&^*____

23/06/2017

23:09 WIB

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Apr 13, 2020 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Kisah Absurd Anak Absurd di Negeri SakuraHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora