Cerita ini menceritakan tentang seorang anak yang diawal bahagia sampai mendapatkan cobaan yang sangat banyak.
Pada suatu saat seorang anak ini lahir pada tahun 1999 dia lahir di Jakarta, keluarganya adalah keluarga yang mencukupi ,saat dia mulai memasuki sekolah dia bertemu dengan banyak anak dan saling berteman ,pada saat itu dia diganggu oleh seorang anak yang nakal ,saat itu dia dilempari kertas yang diuntel" / dijadiin bola kertas, saat itu si anak ini tidak mau melawan karena dia tau kalau bakal kalah, akhirnya pada saat itu ada seseorang anak yang baik hati untuk menolongnya, akhirnya anak yang nakal itu pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Pada saat SD kelas 1( Sekolah Dasar ) dia bertemu kakak kelas awalnya dia baik terhadapnya tapi lama kelamaan kakak kelas itu selalu minta uang kepadanya ,si anak itupun selalu mengasih uang pada kakak kelas itu, pada saat itu kakak kelas itu ketauan kalau meminta uang pada adek kelasnya akhirnya guru memanggil si anak ini dan kakak kelas itu, saat itu guru menanyakan.
Guru : nak kamu diminta berapa sama kakak kelas?
Anak : cuman Rp1000 bu.
Guru : oalah, kak kembalikan uang
Akhirnya kakak kelas pun mengembalikan uangnya, dan anak ini membohongi gurunya padahal uang yang diminta kakak kelas ini lebih dari Rp 5.000 setiap harinya, anak ini berfikir kalau kasian kepada kakak kelas nya dia tidak mau kakak kelasnya ini dendam sama anaknya ini.
Pada saat SD kelas 6 anak ini mendapatkan nilai UN terbaik di sekolahnya, tetapi anak ini selalu memikirkan masalah yang terdapat di keluarganya, pada saat itu dirumah orang tuanya selalu saja tengkar, pada saat SMP papanya bilang sama anak ini
Papa : Nak papa mau pisah sama mamamu kamu mau ikut papa atau mama.
Anak : (cuman diam)
Akhirnya saat orang tuanya pisah anak ini ikut mamanya meski anak ini ikut mamanya dia setiap hari sabtu atau minggu pergi kerumah ayahnya.
Pada saat itu berlangsung anak ini selalu salah selalu selalu saja salah, masalah kecil pun dijadikan masalah besar sama orang tuanya, dia selalu sedih selalu sendiri dalam pikirkan anaknya berfikir kalo dia pingin tidak hidup dan pingin sendiri, dia sudah mencoba untuk bersabar , meski dia selalu sedih tetapi didalam sekolah dia mencoba untuk menjadi senang karena dia tidak mau agar orang lain tau kalo anak ini lagi sedih.
Pada saat SMK dia bertemu dengan pasangannya atau cintanya dia berfikir untuk bisa mendapatkannya tetapi pada saat itu anak perempuan itu menyukai anak lain, tetapi anak ini pun tetap tegar dan tidak sedih meski dikehidupannya selalu tersakiti, pada pertengahan tahun anak ini mencoba mendekati perempuannya akhirnya anak ini mengungkapkan isi hatinya, dan ternyata si anak perempuannya ini suka padanya juga dan akhirnya jadian.
Pada saat dirumah anak ini dimarahin lagi karena di telfon tidak diangkat" padahal dia saat itu masih diperjalanan pulang, akhirnya dia pun masuk kamar dan mencoba untuk tenang dan sabar, dia tidak mencoba untuk sabar sendirian dia dibantu sama seorang anak perempuan itu agar anak ini bisa selalu senyum dan bahagia, anak ini tau kalau masa depannya baik jika bersama anak perempuan ini akhir nya mereka pun saling mengobrol di Handphone.
Saat itu anak ini berfikir lagi kalau dia tidak mau hidup didunia ini lagi karena kesabarannya udah habis dia tidak bisa lagi untuk bersabar dia selalu dimarahin, dibentak in hanya karena istri baru dari papa, anak ini selalu berfikir untuk membunuh nya tetapi anak ini memiliki 2 Jiwa, jiwa yang selalu berbicara padanya berkata kalau anak ini disuruh tetap sabar, anak ini pun tetap sabar dan tersenyum dihadapannya meski dia berfikir untuk pergi dari hidup papanya dan memilih untuk hidup dengan mamanya terus.
Akhirnya liburan pun tiba, dia selalu keluar rumah untuk main atau bersenang" ,pada saat itu dia keluar dengan pacarnya itu ,dia saat senang dan bahagia keluar bersamanya meski didalam hal keluarga dia selalu sedih.
Pada saat itu anak ini sedang sakit demam yang sangat tinggi dan penyakit lainnya, dia dibawa kerumah sakit dan langsung dibawa ke UGD, pada saat itu dokternya bilang pada orang tuannya jika anak ini memiliki hidup yang sangat pendek, anak ini mendengarkan pendengaran antara dokter dan orang tuanya, orang tuanya saat itu menangis dan tidak bisa berhenti menangis.
Pada saat itu anak kecil ini pun menulis surat pada seorang pacarnya
Yang berisi:
Dear My lovely
Hai mungkin ini aku yang omongin untuk terakhir kalinya, aku cuman mau bilang maaf jika aku ada salah sama kamu dan maaf jika aku tidak selalu bisa menemanimu disaat kamu sedih, aku tidak tau harus bagaimana lagi, jika kamu menerima surat ini berarti aku telah tiada:) maaf ya.... kamu jangan sedih aku selalu ada buat kamu dimanapun tetapi aku hanya berbeda tempat dengamu aku akan memperhatikan kamu disaat kamu sukses nantik :) aku tau aku buruk dalam hal pacaran :D tapi aku tau kalau aku bisa jaga hatimu buat kamu, tapi yang aku mau sekarang kamu harus mencari pengganti ku yang lebih baik lagi:) aku enggk mau kamu terluka lagi. Maaf ya atas semua kesalahanku sayang:) .
From your lovely
Akhir si anak ini pun tidak ada atau bisa dibilang meninggal, saat si anak perempuan ini menerima surat itu anak perempuan ini sangat sedih dan dia kesepian karena ditinggal sama si anak ini, tetapi anak perempuan ini ingat kalau dulu anak ini bicara padanya kalau untuk selalu senang meski menghadapi cobaan yang berat dan jalani hidup dengan berdoa dan sabar:) .
YOU ARE READING
Smile for anythings
Short StorySuatu cerita tentang seorang anak yang selalu mendapatkan cobaan bukannya sedih tapi senang
