Prolog

712 86 40
                                        

Pernahkah kau mencintai seseorang yang tak akan pernah kau dapatkan?

Pernahkah kau mencintai seseorang yang tak akan pernah sanggup kau raih dalam pelukanmu?

Pernahkah kau berdoa untuk satu hal kecil, yaitu agar mampu memegang ujung jari telunjuknya kapanpun kau mau?

Jika belum pernah, maukah kau mendengarkan kisahku?

Ataukah maukah kau menjadi diriku, Jeon Wonwoo, seorang pemuda kota yang menghindari hiruk pikuk kota, berkelana ke sebuah desa yang kecil, dan tak sengaja melihat sebuah pemandangan yg menakjubkan di sana?

Sebuah danau di pinggiran hutan yang dikelilingi oleh bunga krisan putih.

Beningnya air, membuat danau itu seperti sebuah lukisan alam nyata.

Bukan danau itu yg membuatku ingin menceritakan kisahku ini.

Tapi dia.

Dia yg muncul setiap kali selesai hujan turun dan kabut naik menyelimuti danau.

Dia yg muncul setiap kali pelangi membentuk sebuah jembatan warna-warni di atas danau.

Dia yg tercantik setiap kali menari di atas permukaan air danau.

Jika kau menganggap kisahku ini adalah kisah sedih karna aku mencintai seseorang yg tak akan pernah bisa kumiliki, maka percayalah, bahwa kisah ini lebih dari itu semua.

Yoon Jeonghan, nama indah yg kudapat setelah 6 bulan aku mengamatinya, 2 bulan setelah aku memberanikan diri untuk menunjukkan diriku padanya, dan 19 hari setelah aku berusaha mencium lembut bibir tipisnya.

Ingin sekali aku mendekap hangat tubuh mungilnya dalam dekapanku.

Tapi nyatanya, Tuhan punya rencana yg kejam terhadapku.

Karena aku jatuh cinta pada sosok yg tak akan bisa kupeluk dan kucium keningnya sekalipun.

Ya, Yoon Jeonghan hanyalah hantu.

Hantu yang hanya akan muncul saat hujan turun membasahi bumi dan mengundang kabut untuk menyelimuti danau.


END OF PROLOG
A/N: Sekali lagi, jika kalian tidak nyaman membaca otp ini jangan diteruskan, karena penulis tidak mengharapkan adanya bad comment tentang apapun dan dalam wujud apapun :)
Mungkin cuma beberapa chapter pendek aja untuk ff wonhan perdana ini....


dan I Wish I Could Trust You bakal update sebentar lagiiiii..
Teaser:

"Kita pergi dari sini."
"FUCK! KEMARI KAU FUCKER!"
Aku membalikkan badanku sebentar untuk melihat wajah si brengsek itu sekali lagi. Wajahnya merah. Sudut kiri bibirnya berdarah karena kepalan tanganku yg mendarat di wajahnya. Mingyu menahan lengan kirinya, dan Seungcheol ada di sisi kanannya juga ikut menahan tubuhnya agar tidak balik menyerangku.
Aku menunjukkan jari tengahku padanya dan memberikan senyum sinisku. Serangkaian sumpah serapah diteriakannya padaku. Hmph, dasar kanak-kanak!
Tak kuhiraukan dia danlangsung kurengkuh pinggang Sica untuk menjauh dari keributan. Sesekali Sicamasih melihat ke belakang dengan ekspresinya yg terlihat khawatir. Kudorongbadannya agar segera masuk sisi penumpang Audi hitamnya. Saat di depan kemudi mobilSica, aku langsung tancap gas dan meninggalkan parkir basement dorm Seventeen,diiringi teriakan si manusia hutan, Vernon.


Sampai jumpa di lain kesempatan babies :)

KabutTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon