Bagian I : kehidupanku telah Game Over ?

6 1 0
                                        


"Dunia ini sangat membosankan ya..."

Terlintas dalam pikiranku saat ini.

Naku adalah Mika. Banyak orang yang bilang kalau namaku ini terdengar seperti perempuan. Tapi aku tidak peduli apa yang mereka katakan, aku mendapatkan nama itu dari mendiang ibuku yang meninggal tiga tahun yan lalu.

Umurku baru 18 tahun. Dua bulan yang lalu aku telah resmi lulus dari SMK. Aku termasuk orang yang dibilang lumayan pintar karena aku masuk dalam lima besar. Bahkan aku telah mendapatkan beasiswa di universitas di jepang. Tentusaja aku langsung menerima tawaran itu. Dan dalam jangka dua minggu lagi aku juga akan berangkat ke jepang.

Hobiku adalah bermain Game, menonton Anime, dan membaca Novel. Mungkin ini lah yang menyebabkan aku memakai kacamata sekarang. Aku terkena mata minus semenjak dua tahun yang lalu.

Kehidupanku sungguh membosankan sekali. Aku sempat berfikir untuk mati sekali. Yaitu saat ibuku meninggal tiga tahun yang lalu. Tapi aku berubah pikiran saat itu juga. Aku berfikir jika aku bunuh diri itu tidak akan ada gunanya sama sekali. Karna pada akhirnya aku akan meninggal dengan sendirinya. Dengan kata lain, aku sudah tidak punya tujuan apapun lagi selain menunggu kematianku sendiri.

Saat ini aku sedang bermain game walaupun sebenarnya aku sedang melihat-lihat senjata dari game ini, game yang ku mainkan adalah game sejenis FPS. Aku sedang melihat semua jenis pistol di layar kaca computer milikku ini. Aku melihat pistol sejenis mini gun dan sniper. Sebenarnya skill ku ini hanya terdapat pada sniper saja.

"hua..., sniper ini boleh juga ya..."

Tapi menurutku masih saja tetap membosankan sekali, aku harap dunia ini menciptakan sesuatu yang luar biasa seperti Dunia virtual dalam anime kesukaanku. Tapi menurutku itu tidak akan mungkin.

Bahkan aku sempat berfikir kalau aku sekarang ini hidup seperti didalam game atau anime, mungkin saja aku tidak akan bosan seperti ini.

"ahh..., aku sudah bosan bermain game ini..."

Aku langsung mematikan komputernya.

"nonton Anime saja kaliya..."

Aku berdiri dari kusi lalu pergi untuk mengambil minuman dan cemilan dikulkas di tengah rumahku. Saat aku buka ternyata isinya tidak ada apapun disana.

"hmm..., aku beli saja dulu"

Walaupun sebenarnya aku malas untuk membelinya, tapi demi kenyamanan dan kesempurnaan menonton anime akan lebih nikmat kalau ada cemilan dan minumannya.

Aku kembali kekamar untuk mengambil jaket dan dompet. Setelah itu aku langsung pergi keluar sendirian.

Saat aku membuka pintu ternyata hari ini sudah malam, aku tidak sadar karena dari tadi aku hanya terduduk diam dan bermain game saja. Tapi aku tidak peduli sama sekali.

Saat setibanya di mini market aku membeli dua bungkus keripik kentang, satu bungkus keripik rasa rumput laut, dan dua botol minuman dingin. Setelah itu aku langsung ingin kembali ke rumah. Saat aku berjalan dalam perjalanan kerumah aku melihat sebuah gang sempit yang gelap di samping kiriku.

Aku lihat disana ada tiga pria. Sepertinya mereka sedang melihat sesuatu disana, saat aku lihat ternyata mereka sedang menggoda seorang gadis yang pendek. Gadis itu di kerumuni oleh tiga orang yang menyeramkan. Aku juga mendengar pembicaraan mereka dengan gadis kecil itu.

"hei..., maukah kau bermain sebentar dengan paman ?"

Menjijikan sekali. Pria itu pasti adalah pedofil. Aku tidak boleh membiarkan gadis itu sendirian. Tapi aku tidak tau harus bagaimana.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 20, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

My New Life In A New WorldStories to obsess over. Discover now