"Pikiran saya semakin kacau rasanya, daya konsentrasi menurun. Ingin berpikir indah sejenak, tapi langsung gugur oleh masalah yang ada, "easy going" saya kira tidak semudah itu. Ini permasalahan pelik, lebih pelik dari carut marut politik bangsa ini. Dan akhirnya saya harus punya satu keputusan yang tidak merugikan siapa siapa, saya harus punya keputusan yang dapat membuat bahagia diri saya dan orang orang yang saya sayangi, karena saya bahagia jika saya bisa membuat mereka bahagia."
Penghianatan bukan hanya apa yang dimengerti dari seseorang kepada orang lain melainkan juga pada diri sendiri. Ketika seseorang tidak dapat konsekwen pada dirinya bagaimana ia akan konsisten pada kesetiaannya terhadap orang lain.
Dan bukanlah penghianatan manakala kita meninggalkan keburukan dan kebobrokan yang ada menuju jalan yang benar, adalah mereka yang tumbuh dan bertahan dari kebobrokan itu yang penghianat, tidak hanya kepada orang-orang dan dirinya sendiri. Mati memperjuangkan kebenaran sangat mulia dari pada hidup menjadi penghianat yang hidup dalam keculasan.
Karyo adalah pemuda dengan umur kepala tiga, menapaki jejak hidupnya dengan seorang istri dan seorang anak. Ia terbilang berpenghasilan pas-pasan, sifat buruknya adalah bukan karena dia tidak mencintai istrinya, tetapi keapatisannya membuat kabur makna cinta kepada anak dan istrinya. Sedikit Plin-plan melengkapi malapetaka ringan dalam hidupnya. Tapi karyo mungkin adalah sosok yang rela berjuang baik perasaan dan Fisik.
Karyo adalah sesosok lelaki dengan cinta yang tak terlihat, berusaha berjuang demi masa depan kehidupan anak dan istrinya. Udara yang senantiasa peluh di hirupnya tiap pagi dan sore. kulitnya sudah matang.
"Kalau tidak keras pada diri, nanti di injak harga diri, akhirnya mampus sendiri " fikir karyo disetiap hela pagi.
YOU ARE READING
Tentang Kidung Kehidupan
PoetryKumpulan Puisi dan Prosa yang ditulis berdasarkan apa yang dirasakan penulis terhadap situasi dan kondisi yang dilihat, dengar dan rasakan. Ikuti dan rasakan diksi-diksinya dengan hati.
