Takdir mempertemukan ku dengan laki-laki yg sekarang selalu memenuhi pikiran ku. Dia epin, laki-laki bertampang polos"bego. Gaya nya membuatku terpesona, gaya jalannya selalu terbayang di benaku, gaya bicara nya selalu terbayang di telingaku. Hingga akhirnya tanpa ku sadari aku menaruh hati padanya.
*kringgggggg
Bel pulang berbunyi, aku segera merapikan tas dan bergegas pulang ke rumah tercintah ku. Saat itu aku berjalan bersama seorang teman ku yg cantik jelita bernama isie. Kami menuju ruang guru untuk menelepon. Dan di sini lah aku bertemu dengan dia yg sekarang terbayang di pikiran ku.
Langkah kaki ku terhenti ketika segumpal kertas mengenai kepalaku. Sontak aku pun berbalik menatap asal benda itu. Aku melihat seorang laki-laki tampan rupawan walau tengil tak terhingga. Disaat aku menengok, mata kami bertatapan. Terdengar suara jantung berdetak. Aku merasakan aliran listrik saat bertatapan dengan dia.
Tidak, ini bukan cinta pandangan pertama seperti yg kalian bayangkan. Tapi benci
