Saturday, June 17, 2017.
Hyera melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya dengan perasaan gusar.
Ia masih teringat dengan kejadian yang baru saja ia alami.
"Eh, Hyera udah dateng, tuh," kata seorang siswi ber-nametag "전소미" itu.
Begitu mendengar perkataan sahabatnya itu, Yerim dan Mina pun mengalihkan pandangannya pada Hyera.
"Ra, lo kenapa? Kok murung banget, sih?" tanya Yerim yang khawatir pada keadaan sahabatnya.
"Muka gue emang gini kali, guys."
"Ya tapi biasanya ga segininya, Ra," Mina menimpali.
Hyera memilih untuk tidak menimpali pertanyaan sahabatnya, yang akhirnya membuat mereka bingung.
Somi yang notabene merupakan mood maker di geng mereka pun akhirnya mencoba mencairkan suasana.
"Eh guys, udah denger belom kalo bakalan ada anak baru di sekolah kita? Dia bakalan pindah ke kelas kita, gengs!"
"Cowok, Som?" tanya Mina.
"Iyaaaa, cowok. Ganteng btw, katanya."
"Wah target dong ya, Som."
"Haha, ya ga juga, sih."
Lalu tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu kelas mereka, dan membuat suasana kelas jadi hening seketika.
"Permisi, ibu membawa anak baru yang akan menjadi teman kalian, Guanlin, can you please introduce yourself?"
"Okay, ma'am."
Siswa bernama Lai Guanlin itu berdiri di depan kelas, dan membuat seisi kelas memfokuskan pandangan pada dirinya.
"Hai guys. Gue Lai Guanlin, dari Taipei. Im not really fluent in Bahasa, so I'll need a lot of help from y'all, thank you."
Seisi kelaspun mulai berbisik setelah mendengar Lai Guanlin berbicara.
"Okay, Guanlin, you can choose your own seat."
Guanlin berjalan menyusuri kelas, dan berhenti pada bangku paling belakang, ia memilih bangku itu.
"Yasudah, ibu tinggal dulu ya anak-anak, jangan lupa Hyera, urus buku-buku yang harus dipakai Guanlin, ya."
"Iya, bu."
Hyera yang sedang tidak dalam keadaan good mood pun tentu saja malas melakukan apa yang diperintahkan oleh gurunya.
Namun, harus bagaimana lagi, Hyera adalah ketua kelas di kelasnya, mau tidak mau ia harus menjalankan tugasnya.
"Widih, Ra, lo bakal ngomong sama Guanlin, gilaaaa."
"Yaelah, Som. Lo aja gih yang ngurus tu buku-buku, gue ga mood."
"Ya jangan gitu lah, Ra. Gue kan bukan ketua kelas, hehe. Udah sana urus dulu bukunya Guanlin. Abis itu kita cus kantin ya, gengs."
Yerim dan Mina pun angguk-angguk setuju.
"Okelah, bentar ya gue urus dulu si anak baru," kata Hyera sambil berjalan menjauhi sahabat-sahabatnya.
Hyera berjalan mendekati bangku Guanlin, sambil membalikkan tumpukan kertas yang berisi daftar buku itu di tangannya.
"Lai Guanlin? Ikut gue bentar ke perpus. Lo harus ambil buku pelajaran lo," kata Hyera, sambil tidak melepas pandangannya pada tumpukan kertas yang ada di tangannya.
Guanlin yang merasa namanya disebutpun mendongakkan kepalanya, menatap orang yang menyebut namanya itu, meskipun ia tak mengerti apa yang dibicarakan gadis berambut coklat itu.
Menyadari orang yang ia ajak bicara diam saja, Hyerapun akhirnya mengalihkan pandangannya pada Guanlin.
Ia memutar matanya kesal, lalu berbicara dengan bahasa Inggris.
"Can you come with me to the library? We have to take your books, or else, you won't be able to study."
"O-okay."
Guanlin berdiri dan mengikuti Hyera dari belakang.
Sesampainya di perpus, Hyera sibuk mengurus buku-buku Guanlin, sedangkan Guanlin hanya duduk dan memerhatikan Hyera dari kejauhan.
"Nih buku lo, bisa bawa sendiri, kan?"
"Sorry?"
Hyera cuma mendesah kesal, lalu balik ke kelas, meninggalkan Guanlin.
Dengan membawa tumpukan buku, Guanlinpun reflek mengikuti Hyera dari belakang.
"Jung Hyera!"
Hyera berbalik untuk melihat Guanlin.
"How did you know-"
"Your nametag," Guanlin tersenyum.
"Oh."
"May I have your number?"
"Sorry?
"Your.. phone number? May I have it?"
Hyera tidak tau mau menjawab apa, jadi ia diam saja.
♡♡♡
Vommentnya juseyo:(
YOU ARE READING
phone number ;lai guanlin🐣
Fanfiction"May I have your number?" "Sorry?" "Your.. phone number. May I have it?" 170615, with love ㅡmiche0tji
