Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Tears

9 1 0
                                        

Ibel menatap pantulan dirinya di kaca. Mata merah yang sembab, kantong mata yang menghitam, dengan model rambut tidak karuan.

Semalam ia kembali menangis. Menangis dalam diam hingga tidak ada satupun yang menyadari.

Kembali menangis karena seseorang. Seseorang bernama Givar Gevaro.

Tok.. Tok..

"Sayang, ayo sarapan dulu," panggil Kiera--Mama Ibel.

"Iya Mah," ujar Ibel pelan, berusaha agar suaranya tidak parau. "Mama duluan aja."

Ibel membasuh wajahnya di kamar mandi. Lalu ia menyisir rambutnya agar kembali rapi.

Ia keluar kamar, dan berjalan menuju dapur dengan keadaan menunduk. Menutupi kantung matanya yang masih menghitam.

Ibel mengambil selembar roti dan mengoleskan selai kacang di atasnya. Ia membawa roti tersebut ke atas, berniat makan di Kamar.

"Mau makan dimana sayang?" tanya Kiera.

Ibel meneguk salivanya. Ia mencari alasan agar bisa makan di kamar, pasalnya Kiera akan menyuruhnya makan bersama jika tidak ada alasan yang jelas.

"A... E... Ibel mau makan di kamar Mah, sekalian mau belajar, besok ada ulangan harian," jawab Ibel.

"Oh, yaudah, tapi kamu makan ya."

Ibel menggangguk lalu berlalu. Ia masuk ke dalam kamar, meletakkan sarapannya di atas nakas dan duduk di kasur.

"Gue capek.." lirihnya.

◈◈◈

A/N:

Selamat berpuasa bagi yang menjalankan🙏

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 14, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

TearsStories to obsess over. Discover now