Pagi ini pagi yang cukup dingin di Santa Monica. Aku melihat ke luar dari dalam jendela kamarku. Salju sudah mulai turun. Akupun bangkit dari tempat tidur ku untuk segera mandi dan menyiapkan diriku untuk berangkat ke sekolah.
Aku mengambil sweater ku dari dalam lemari dan segera memakaikannya ke tubuhku karena aku pikir hari ini akan menjadi sangat dingin.
*beep beep*
"07:45 AM. SIAL! AKU TERLAMBAT!"
teriak ku panik sambil melihat ke arah jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 07:45 AM. Akupun langsung memasukkan roti selai kacangku ke mulut dengan sekali lahap, tanpa berlama-lama aku pun langsung berpamitan kepada kedua orang tua ku dan seorang adik laki-laki ku lalu segera mengambil sepeda tua kesayanganku kemudian bergegas pergi berangkat ke sekolah.
Sekitar 5 menit aku menempuh perjalanan akhirnya akupun sampai di sekolah. Aku segera memakirkan sepeda ku, dan naik menuju kelas ku diatas. Aku menyusuri koridor kelasku dengan jantung yang berdebar sangat kencang disertai dengan langkah kaki ku yang semakin cepat. Tidak sampai 2 menit akhirnya akupun sampai di depan pintu kelasku. Jantungku semakin berdebar kencang ketika aku memegang gagang pintu kelasku tersebut dan hendak untuk membukanya. Akupun mulai membuka pintu tersebut sambil berharap guru fisika ku aka Mrs. Emma belum ada di dalam.
Betapa beruntungnya aku hari ini karena Mrs. Emma ternyata belum ada di dalam. Tanpa berlama-lama akupun langsung bergegas menuju ke tempat dudukku yang terletak di pinggir pojok kanan tepatnya di barisan ketiga dari belakang. Yap, aku memang satu-satunya murid dikelasku yang hanya duduk sendirian.
Mrs. Emma pun akhirnya tiba disertai dengan bunyi bel tanda jam pelajaran pertama dimulai. Jam pelajaran Mrs. Emma memang selalu membosankan. Aku melihat keluar jendela kelas ku, salju sudah mulai turun lagi. Udara dingin dari luar jendela kelasku mulai menerobos masuk ke dalam kelas. Entah mengapa tiba-tiba sekarang mataku terasa sangat berat. Aku merasa sangat mengantuk sekarang. Belum ada sekitar 5 menit aku tertidur, tiba-tiba aku terbangun oleh suara berisik dari belakang.
"Hey, bisakah kalian bertiga diam? Apa kalian tidak bisa melihat mataku? Kantung mataku memiliki kantung mata, aku sangat mengantuk sekarang! Tidak bisakah aku hanya tidur sebentar saja?" Teriakku mengomeli 3 anak laknadh yang duduk dibelakangku.
"dia sangat cantik ya mike"
"Iya Cal."
Ucap Calum dan Mike begitu terpesona.
Yap, tiga anak laki-laki menyebalkan yang duduk dibelakangku dan selalu mengganggu ku setiap hari itu adalah Michael, Calum, dan Ashton.
"apa? Apa aku tidak salah dengar?" ucapku keheranan mendengar apa yang baru saja aku dengar barusan.
"Cal lihat matanya indah sekali"
"iyaaa Ash dan lihat rambutnya tiap helaian rambutnya terlihat seperti selembut kain sutra."
"apa sutra?"
"Kain sutra goblok. Lu mah mikir nya sutra yang itu mulu lu ash."
Seperti biasa, otak mesum mereka tidak pernah tidak 'on' setiap harinya. Rasanya tidak pernah 1 hari saja atau bahkan hanya 1 jam pelajaran saja fantasy liar mereka tidak muncul ketika mereka sedang mengobrol apapun itu topik pembicaraannya.
"what the fuck you sayin'? kalian terlalu berlebihan, aku tidak secantik itu." Ucapku malu dan merendah.
"apa? Siapa yang sedang memujimu? Kami bertiga sedang memuji dan terpesona melihat kecantikkan anak baru yang sedang berdiri di depan kelas itu, ya kan Ash, mike?" ucap Calum dengan santainya dan benar-benar membuat ku kesal.
VOCÊ ESTÁ LENDO
A Change [SLOW UPDATE]
FanficSeorang laki-laki 'gay' bernama Andrew Taggart yang rela mengubah ke-'gay'-an dalam dirinya menjadi laki-laki normal pada umumnya demi seorang sahabatnya yang bernama Aqsha Khalee yang lama-kelamaan Andrew jatuh cinta pada sahabatnya itu sendiri.
![A Change [SLOW UPDATE]](https://img.wattpad.com/cover/112612835-64-k404259.jpg)