Warning: Cerita ini terinspirasi dari teman sekolah yang ada di pondok pesantren.
Namaku Aisyah Al Arkam, ini kisahku, ketika rindu tak bisa tertahan.
Ceritaku berawal saat aku duduk di bangku kelas Delapan, MTs Al Azhar di Pondok pesantren,Bandung.
Aku menjalani hari hariku di sini seperti biasa. Halaqah, belajar, study club dan lain lain. Sama seperti yang lain, setiap hari minggu aku dijenguk oleh orangtuaku.
Suatu hari, dimana itu adalah hari penjengukan bagiku. Aku merasa ada yang aneh, hanya ayah yang menjengukku.
"Ibu kemana yah?." tanyaku kepada ayahku.
"Ibu tidak enak badan, jadi tidak bisa ikut. Kamu jangan khawatir ya" Jelas ayah.
(mengusap puncak kepalaku dengan mengulum senyum).
'Mungkin ibu kecapean' pikirku.
Hari itu adalah hari pertama kalinya aku dijenguk tanpa ibu disampingku.
Penjengukan selanjutnya aku dikabari ayah bahwa ibu sedang sakit dan dirawat dirumah sakit.
Semenjak saat itu aku selalu menangis di saat aku berdoa, memohon kesembuhan untuk ibu.
Hingga hari Jum'at tiba, pagi hari disaat aku hendak mengambil makan, aku melihat mobil ayahku datang, aku heran mengapa beliau datang hari jum'at? Tidak seperti biasanya, Ayah keluar dan menghampiriku.
"Ayah ada apa? Kok ayah datang hari ini gak seperti biasanya." Tanyaku dengan heran.
"Ayo kita jenguk ibu di rumah sakit." Ajak ayah.
Aku mengangguk dan mengikuti apa yang dikatakan ayah. Aku hanya bisa menangis dalam diam, saat berada di dalam mobil yang berjalan menuju rumah sakit di daerah Semarang
====●====
Salam
Kurnia Putri
Karawang,14 Juni
YOU ARE READING
rinduku untuk ibu
Short StoryDia adalah sosok hebat dari yang kita bayangkan. Dia selalu memberikan senyum cerahnya walaupun lelah dirasakan. Dia adalah sosok orang yang tak pernah mengeluh. Ya, dia adalah wanita yang selalu kita banggakan. IBU. Story pertama by:@kurnia putri26...
