Dua belas tahun yang lalu, 2015.
Aku berpikir kejadian mengerikan yang menghempaskan kekasihku, Elfson, ke laut itu hanyalah mimpi. Ombak menggulung, angin menggempur, kami terlempar ke ujung buritan kapal. Yacth yang kami tumpangi kehilangan kendali. Oleng ... terhenyak ke samping kiri, terhempas. Gelombang ombak menyapa kami dengan kasar. Kami terhuyung bak sebuah buih yang terombang-ambing gelisah di antara gejolak ombak laut lepas yang semakin mengganas.
Aku tahu kemungkinan terburuk ini pasti akan terjadi.
'GLEDDKK!!! CTLRRR!!'
Kami berdua memandang samudra yang bergolak semakin menggila sebelum beralih ke langit hitam yang menggeram murka. "Oh, Elf!" Aku melihat gelombang besar datang pada kami dari belakang Elfson. Tujuh meter ... sembilan meter ... dua belas meter ....
Gulungan raksasa itu menelan Elfson. Menghempaskannya.
"TIDAK, ELF!!!"
___
Sekarang (2017) aku tak tahu ...
Semua itu berlalu begitu cepat. Seperti mimpi buruk yang sangat menyakitkan. Aku kehilangan Elfku, kekasihku. Aku berharap aku juga mati waktu itu. Ya, aku berharap akan lebih baik seperti itu. Namun, sepertinya Tuhan membenciku. Aku terdampar di tempat yang sama sekali tak kukenal. Sendirian. Menantang maut di antara makhluk-makhluk mitos yang mengerikan.
Di tengah-tengah kesendirian pulau asing ini. Aku bertemu Duellce, lebih tepatnya Pangeran Duellce. Sekilas memang tidak. Bukan! Namun, berulangkali hatiku mengatakan bahwa dia adalah Elfsonku, kekasihku. Caranya menyentuhku ... memandangku ... tersenyum padaku .... Semuanya membuatku teringat kembali pada luka hatiku.
Akankah dia Elfsonku?
Kekasihku? Pujaan hatiku?
Atau, seseorang yang ingin membunuhku?
YOU ARE READING
PERFECT HURICANE
FantasyDilarang keras mengutip, mencopy isi, mencuri ide-gagasan, baik secara keseluruhan maupun sebagian dari buku ini tanpa izin tertulis dari penulis yang sah. ©copyright 2017 R-Vee Axworth. Tapi, untuk berkomentar dan baca tidak masalah lah ;) ;) Bah...
