JANGAN JADI PEMBACA GELAP!
SEBAIKNYA FOLLOW DULU, BARU BACA😉
.
.
.
VOTE
❇
❇
❇
"Kalo lo gak suka sama Iqbaal! Buruan tembak dia sekarang ditengah lapangan!" ujar seseorang dengan lantang.
Salsha melihat orang di depannya dengan heran. Jelas saja ia tak menyukai Iqbaal. Ia dan Iqbaal saja tidak saling mengenal. Mereka beda kelas. Iqbaal anak 11 IPA 1, sementara dirinya anak 11 IPA 3.
"Atas dasar apa gua suka sama Iqbaal?" tanya Salsha heran. Orang di depannya adalah Karin. Siapa pun juga tahu, jika Karin menyukai Iqbaal. Entahlah, kenapa Karin begitu terobsesi dengan Iqbaal.
Salsha sendiri heran. Apa yang harus disukai dari Iqbaal?
Ya. Iqbaal memang pintar. Anak kebanggaan sekolah karena nilai dan prestasinya. Tampan juga, kata orang-orang, tapi ... ya Salsha juga mengakui hal itu sih.
Memang banyak kelebihannya. Tapi Salsha menjamin jika ia sama sekali tak menyukai Iqbaal. Kenal saja tidak, bagaimana ia bisa menyukai pria itu. Ya ia memang kenal dengan Iqbaal, tapi hanya sebatas tau nama dan kelasnya saja.
Sudah dapat ditebak, jika Karin memang ingin mempermalukan Salsha di depan semua murid sekolah, dan di depan murid-murid baru yang sedang melaksanakan MOS (Masa Orientasi Sekolah).
Karin merasa tersaingi karena banyak kakak kelas yang menyukai Salsha. Ia tidak terima akan hal itu.
"Ya karena dia ganteng mungkin," ujar Karin.
"Yang bener aja! Apa karena dia ganteng gua harus suka sama dia!" ujar Salsha menahan rasa sabarnya.
"Yaudah kalo lo emang suka sama Iqbaal! Lo tembak Iqbaal sekarang! Buktiin!"
Salsha memandang Karin dengan tatapan malasnya. "Ogah, Gak penting," ujar Salsha kembali duduk di tempatnya.
"Berarti bener! Lo suka sama Iqbaal kan!"
"Apaan sih!" ujar Salsha kesal sendiri. Teman-teman sekelasnya seperti mendapat tontonan drama secara gratis saat ini.
Salsha berpikir keras. Apa iya, dirinya harus membuktikan jika ia tak menyukai Iqbaal dengan menembak Iqbaal di tengah lapangan.
Yang bener aja.
"Woi Iqbaal! Salsha suka sama lo!" ujar seseorang dari luar kelas dengan lantang. Entah siapa orang itu, yang pasti teman sekelasnya.
Salsha membulatkan matanya lebar lebar, tak percaya atas apa yang baru di dengarnya. "Bohong! Ngasal lo semua!" ujar Salsha kesal.
Karin tersenyum sinis. Ia merasa kali ini akan menang dari Salsha.
❇
❇
❇
Ia tau ini sangat kurang kerjaan, tapi karena malas berdebat lagi dengan Karin akhirnya Salsha sekarang berdiri di sini, di tengah lapangan, di depan semua orang, di depan Iqbaal.
Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan.
Salsha jadi gugup setengah mati sekarang. Jari-jari tangannya terasa dingin saking gugupnya.
Ia pasti akan malu setelah ini, karena ia yakin Iqbaal akan menolaknya nanti. Tapi tak apa, mau bagaimana lagi, ia juga tidak berharap Iqbaal akan menerimanya. Ini demi membuktikan kepada teman-temannya jika ia memang tidak menyukai Iqbaal.
Sementara teman terdekatnya Steffy dan Cassie melihat ke arahnya dengan pandangan tidak yakin. Ia sendiri juga tidak yakin. Tapi mau bagaimana lagi.
Kedua temannya sudah mengatakan untuk tidak memperdulikan ucapan Karin. Tapi dirinya merasa terinjak-injak jika diam saja seperti itu.
Salsha melihat ke arah sekelilingnya yang semakin ramai, perasaanya semakin tidak karuan. Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu mengeluarkannya.
"Gua suka sama lo! Lo mau jadi pacar gua?" ujar Salsha, dalam satu tarikan napas.
Bukan jawaban yang didapatnya Salsha malah mendapatkan suara teriakan heboh dari para temannya yang berada di lapangan.
M
ereka berteriak karena pertama kalinya menyaksikan seorang wanita berani menembak pria di tengah lapangan. Itu hal yang sangat dikagumkan bagi beberapa orang. Ada juga yang histeris karena takut Iqbaal akan menerima Salsha.
Mereka para fans Iqbaal sudah pasti takut akan hal itu. Salsha itu manis, baik, ramah, tidak sombong, dan tentunya bergaul dengan siapapun, jadi mereka berpikir Iqbaal akan menerima Salsha yang dekat dengan kata gadis idaman.
Sementara Salsha yakin 99% Iqbaal akan menolak. Tapi diamnya Iqbaal membuat Salsha justru takut, dan membuatnya jadi berpikiran yang tidak-tidak.
Kenapa 99%, karena 1% nya bisa saja Iqbaal akan menerima dirinya.
Jangan sampe! Mungkin Iqbaal sudah gila jika menerimanya.
Salsha sudah berdiri di depan Iqbaal entah berapa menit. Salsha melihat ke arah mata Iqbaal yang kini membuat jantungnya berdetak tidak karuan.
Bisakah Iqbaal segera menjawabnya agar ia lega dan tidak merasa gugup seperti ini!
"Gua terima."
Salsha membulatkan matanya tak percaya mendengar suara Iqbaal. Ia kaget bukan main. Ini bukan seperti yang dipikirkannya. "Hah?!"
Beberapa orang bertepuk tangan dan mulai bercie-cie sebagai maksud jika mereka iri. Ada juga yang histeris.
Berbagai macam suara terdengar di telinga Salsha, tapi hanya suara Iqbaal beberapa detik lalu yang kini terngiang-ngiang.
"Apa maksud lo?" tanya Salsha dengan suara pelan.
"Lo tanya, gua jawab."
"Kenapa lo terima?" tanya Salsha pelan, agar hanya Iqbaal yang mendengar pertanyaannya.
Iqbaal tersenyum miring. "Permainan lo," bisik Iqbaal tepat di telinga Salsha.
Salsha melihat Iqbaal dengan tatapan horornya. Ia menelan ludahnya susah payah sambil mencerna kata-kata Iqbaal dengan benar.
P e r m a i n a n l o .
❇
❇
❇
Next? Vote dan Comment ya.
Jangan lupa di tambahin ke reading list kalian. Okay?
Kasih tau ke temen-temennya buat baca. Wkwkwk😂😂😂
Sebetulnya bingung mau ngasih judul apa. Jadi ya judul baru nya CERITA CINTA😂
-Jakarta, 9 Juni 2017
YOU ARE READING
Fanfiction - Cerita Cinta [End]
Fanfiction---FANFICTION--- cerita cinta anak SMA, yang berlika liku. Padahal Salsha tidak serius saat menyatakan cinta di tengah lapangan, tapi Iqbaal malah menerimanya. Padahal mereka tidak saling mengenal. ❇Iqbaal Salsha❇ WARNING!! CERITA TIDAK LAYAK BACA...
![Fanfiction - Cerita Cinta [End]](https://img.wattpad.com/cover/112088804-64-k992579.jpg)