Pukul 4 Pagi; Hujan

87 18 28
                                        

Kau tentu tahu bahwa seorang Kim Taehyung teramat menyukai hujan. Ia menyukai saat di mana gerimis dan aroma petrichor yang mulai menguar sedikit demi sedikit merasuki rongga dadanya yang sendu. Menciptakan dingin yang selalu menenangkan dan ia damba.

Kau tentu tahu bahwa Kim Taehyung lebih menyukai fajar menuju pagi dibanding senja menuju malam. Ia tak ingin jarum jam pukul empat pagi berpindah posisi menuju enam. Ia tak ingin matahari dan langit biru menyingsing menjemput pagi. Mengganti gulita langit kebiruan dengan mentari di ufuk timur.

Ia menikmati suasana nyaman kala langit masih berselimut pekat di garis mega. Ia menikmati sepi ketika seharusnya ia masih terbaring dalam nyenyaknya buaian mimpi. Ia ingin setidaknya sedikit saja menikmati kesendirian di mana hanya ada ia, dan suara kicau burung di bawah samar sinar bulan.

Ada sebuah cerita tentang damai fajar sebelum langit terang datang. Suatu kali di musim penghujan, Kim Taehyung pergi ke sebuah taman di pinggir kota.

Kala itu jam menunjuk angka empat seperempat pagi. Sendirian, bergumam menyenandungkan enam melodi pilu. Terduduk di satu sisi bangku panjang dan membiarkan sisi lainnya kosong. Bersama bayangannya berbekal cahaya temaram dan embus angin dingin.

"Temanku akan datang," katanya.

Rinai gerimis mulai turun, membiarkan pundak Taehyung basah oleh titik-titik air yang berkumpul. Tak apa katanya, selama sahabatnya Jimin akan datang.

Akan datang.

Sekiranya itu yang Taehyung ingin percaya. Bualan yang selalu ia semogakan dalam syair doa putus asa. Sekalipun ia tahu, hingga jam menunjuk pukul enam nanti ia akan tetap sendirian. Dan jika nanti jam mulai menunjuk pukul empat esok hari; ia tetap sendirian.

Jimin yang ia tunggu, tak akan pernah datang. Bulan yang selalu melindunginya kini bersinar terang di atas langit. Seorang berharganya kini tengah tertidur, merenggut ribuan pukul empat pagi milik Taehyung di musim penghujan, jauh bermusim-musim lalu.

-END-

Tertulis ketika jarum jam menunjuk angka empat menuju lima; 4.56 pagi.

4 O'CLOCK; RAINWhere stories live. Discover now