Bab 2

282 1 0
                                        

            "Rizal SiCowo Juteks"

Setibanya kami di sekolah, Rizal, teman SMA-ku yang lain, sudah berdiri di parkiran motor. Dino memarkirkan motornya tak jauh dari posisi Rizal.
“Sok keren, lu!” celetuk Dino yang tak lain ditunjukan ke Rizal.
Rizal hanya diam sambil melihatku  penuh arti.
“Ayo ah, ke kelas aja!” ajak ku ke Dino mengacuhkan Rizal.
Kami berdua berjalan menuju ruang kelas. Rizal pun ikut sedetik kemudian menyusul kami berdua. Sesekali Rizal melirik tajam ke arahku. Bagiku Rizal aneh. Dia punya watak jutek tetapi kerap melihat ku. “Mungkinkah dia terpesona dengan kecantikanku?” batinku pede.
“Hei, jangan bengong!” Tegur Dino kepada Rizal.
“Eh, iya. Maaf. Tadi gua liatin anak ayam lagi pacaran dan sedangkan gua masih jones (jomlo ngenes),” melas Rizal prihatin dengan diri sendiri.
“Kode berat, nih!”celetuk Dino sambil sedikit melirik kearahku.

“Kode berat, nih!”celetuk Dino sambil sedikit melirik kearahku

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Setelah ibu meninggalHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora