Haii.. kenalin aku Alva Madelief Adriaaan, kalian bisa panggil aku Alva. Aku lahir di Amsterdam, Belanda. Hobby aku membaca, menulis dan bermain musik. Sebenernya alat musik kesukaan aku itu biola tapi entah mengapa mommy ku melarangku untuk memainkan alat musik itu. Dengan berat hati aku memilih keyboard sebagai pengganti dari biola. Ngomong ngomong nama mommyku itu Skye Annemie Adriaaan dan nama daddyku Dehaan Bram Adriaaan. Aku punya sahabat namanya Adrie Dashwin dan Edda Janson, kami tinggal satu kompleks. Kami menamai grup kami ini Three Volunteers yaitu Tiga Relawan. Dari Senin - Kamis aku les musik dirumah, karena dirumahku ada studio musik jadi gak perlu susah susah untuk pergi ke studio musik dan Jumat - Minggu aku bebas mau kemana karena itu hari libur aku. Pasti kalian bertanya tanyakan kapan aku sekolah, aku tidak datang kesekolah dan belajar seperti murid biasanya ttp aku sekolah dirumah atau HomeSchooling.
"Om Danishhh.. Ayo buruan adrie dan edda pasti udah nungguin aku" teriakku. Sopirku yang satu ini emang santai banget tapi anehnya aku gak pernah telat kalau diantar sama om Danish. "Iya non iya.. Non gak bakal telat kok" jawab om danish. Oh ya hari ini aku ada janji sama Adrie dan Edda. Kami bakal keliling kota Amsterdam.
Sesampainya ditempat yang sudah direncanakan, aku tidak melihat batang hidung Adrie dan Edda. "Tuh kan non temennya aja belum dateng" kata om danish. Aku hanya tersipu malu karena sedari tadi aku tidak berhenti mengomel. "Iya deh om maafin alva yaa" kataku. Belum sempat om danish menjawab, Ada yang memanggilku suara itu tidak asing lagi bagiku. Benar saja itu Adrie dan Edda. "Hallo.. Apa kabar kalian?" sapaku. "Baik.." jawab Adrie dan Edda. "Kita mau kemana dulu nih?" Tanya Edda. "Terserah.." sambungku. "Om Danish yang nganter kita kan?" Tanya Edda. "Iyaa.." jawab Om danish. "Gimana kalau kita ke De Dam?" Tawar Adrie. "Boleh boleh" jawabku dan Edda. "Ayo cepet nanti keburu malem" ujar om danish. "Iya om iya.." jawab kami.
Setelah 30 menit, akhirnya kami sampai di De Dam alun alun yang ada dipusat kota amsterdam. De dam ini banyak sekali burung merpati. Pengunjung disini sangat ramai karena alun alun ini dikelilingi oleh tempat tempat wisata lain dan bagunan terkenal seperti Istana Royal Palace of Amsterdam, Museum Madam Tussauds dll.
"Om fotoin kita donk.." pintaku. "Sini non, om fotoin.." jawab om danish. Kami langsung memasang gaya andalan masing masing. Adrie memasang gaya yang melebarkan tangannya, Edda memasang gaya jempol dan aku memakai gaya jari telunjuk dan jari tengah yang membentuk "V". Setelah puas berfoto disekitar alun alun, kami memutuskan untuk masuk ke Museum Madam Tussauds. Disana adalah museum patung lilin, banyak tokoh tokoh dunia disana. Aku berfoto dengan tokoh favoritku yaitu Nelson Mandela, Angelina Jolie, Marilyn Monroe dll. Begitu juga dengan Adrie dan Edda mereka berfoto dgn tokoh favorit masing masing.
Tak terasa hari sudah mulai larut dan om Danish juga memperingatkan kami untuk pulang. "Nona nona yang cantik.. ini sudah mulai malam, waktunya untuk pulang" rayu om danish. "Iya om iya.. tapi kita makan dulu ya soalnya aku udah laper nih" sahutku. Adrie dan Edda juga setuju. "Okee.. tapi kita makan dimana?" Tanya om danish. " makan di Le Hollandais sekalian kita bisa liat sungai amstel" jawab Edda. "Iya tuh boleh juga" sahut Adrie.
Sesampainya di Restoran Le Hollandais kami langsung mencari tempat duduk yang kosong dan tak lupa kami sempat berfoto dengan pemandangan sungai amstel. Setelah selesai makan kami memutuskan untuk pulang.
"Kita udah sampai.." sahut om danish yang membuyarkan lamunanku. Sepertinya Adrie dan Edda juga kaget, memang sih om danish selalu membuat kami terkejut karena gaya om danish yang selalu berbicara tiba tiba. Aku, Adrie dan Edda langsung turun dari mobil. Aku mengantar Adrie dan Edda kerumahnya dengan jalan kaki karena rumah kami bersebelahan. Rumahku diapit oleh rumah Adrie dan rumah Edda.
Setelah aku selesai mengantar Adrie dan Edda aku langsung masuk dan menemui mommy dan daddy yang sepertinya menungguku pulang sedari tadi. Aku menciumi tangan dan pipi mommy dan daddy, setelah itu aku langsung duduk ditengah tengah mereka. Setelah beberapa menit aku langsung pamit untuk mandi.
"Mom, Dad Alva keatas dlu ya.. Alva belum mandi nih" pamitku. "Oke nak.. setelah itu kamu turun untuk makan malam ya.." jawab mommy. "Alva udah makan mom sama Adrie dan Edda" balasku. "Okelah kalau begitu kamu langsung salat dan tidur ya abis mandi, Good Night and Sweet Dreams ya nak" kata mommy. "Good night mommy daddy" sahutku. Mereka tersenyum dan melanjutkan menonton tontonan mereka.
Selesai mandi dan salat ak langsung mengambil buku yang berjudul "The pianist" lalu membacanya, karena keasyikan membaca aku tidak sadar kalau sudah makin malam dan aku sudah melewati waktu tidurku. Aku langsung merapikan kamarku lalu bersiap untuk tidur. Tidak berselang lama, aku sudah terjun ke alam mimpi.
Makasih udah mau baca.. part selanjutnya ditunggu yaa...
Oh ya kalo suka jangan lupa di vote sama komen yaa💖
Cheers,
Writer💕
ESTÁS LEYENDO
Violinist Girl's [END]
Historia CortaIni cerita seorang perempuan, yang berusaha untuk mengejar cita cita nya menjadi seorang violinist, tetapi mommynya tidak mengizinkan karena suatu hal.. Mau tau kenapa? Baca ya sampe abis👍🏻💕 Love, Writer😊
![Violinist Girl's [END]](https://img.wattpad.com/cover/111526735-64-k541472.jpg)