Awal

546 35 2
                                        

Merasa ada beban yang tertumpu di bahu, Izumi lekas membalikkan tubuhnya ke belakang. Sebersit senyuman muncul, tatkala ia melihat sang kakak sepupu yang menepuk pundaknya.

"Ne, Sasu-nee... Hisashiburi yo~" Ucap Izumi dengan senyuman yang masih bertengger di bibir.

Sasuke lebih memilih diam tak menjawab sapaan dari sang sepupu. Dengan kedipan mata, Sasuke mengisyaratkan kepada sang putri untuk mengusir para dayangnya. Tak mungkin Sasuke berbicara di depan banyak orang.

Mengerti dengan isyarat yang diberikan Sasuke, Izumi dengan cepat meminta para dayangnya untuk membiarkan mereka berdua. Setelah dirasa cukup leluasa, Sasuke segera menarik tangan Izumi untuk mengikuti langkah kaki Sasuke.

Kini Sasuke dan Izumi sudah berada di ruang tidur Izumi. Sasuke yang duduk di hadapan Izumi langsung saja berkata.

"Apa yang ingin Anda sampaikan, Izumi-hime?" Tanya gadis berusia 17 tahun itu.

"Aku dengar Sasuke-nee sedang menyukai seseorang, siapakah dia?" Tanya Izumi langsung pada intinya.

Mendengar pertanyaan dari Izumi, Sasuke langsung saja kelimpungan. Ia tak ingin perasaannya diketahui dengan mudah. Lagian, dari mana bocah ingusan ini tahu?

"Saya rasa, itu bukanlah hal yang penting." Sasuke berkata sambil memalingkan wajahnya yang memerah. Perlu diketahui, Sasuke bisa masuk sekolah kerajaan pada usia 14 tahun dan hanya dalam kurun waktu tiga tahun saja, gadis bermata oniks ini berhasil menyelesaikan pendidikannya. Ia memang seorang prodigy di klan Uchiha.

"Bagaimana bisa itu tidak penting?" Tanya Izumi setelah duduk kembali di tempatnya. Sasuke yang mendengar pertanyaan dari Izumi mendadak gugup, tangannya mulai meremas ujung kimono sutra berwarna hitam dengan corak lili putih yang dikenakan. Ia gugup karena dihadapkan pada Izumi dalam mode serius. Meskipun dikenal sebagai gadis berperangai dingin yang tak banyak bicara, bukan berarti Sasuke tak bisa gugup.

"Sudahlah aku tak akan bertanya lagi. Sebaiknya, Sasuke-nee segera pergi dari sini, bukannya Raja memanggilmu?" Entah kenapa reaksi yang diberikan oleh Izumi membuat Sasuke menjadi tak tenang. Namun, akhirnya Sasuke memilih untuk mengikuti perkataan Sang Putri. Ia memang dipanggil oleh raja kemari.

-oOo-

Kini Sasuke sudah berada di ruang singgasana kekaisaran Uchiha. Terlihat Obito yang duduk di atas kursi kebesarannya. Sasuke langsung duduk setelah dipersilakan oleh Obito. Di samping sang raja, duduklah ratu Rin yang terlihat sangat cantik di mata semua orang.

Obito tak lantas langsung mengutarakan maksudnya memanggil Sasuke ke istana. Ia memilih untuk berbincang ringan dengan keponakannya itu. Sesekali Obito tersenyum bersama Rin ketika melihat kelakuan Sasuke yang sangat kaku.

"Baiklah, aku rasa, aku harus segera memberitahukan maksudku memanggilmu kemari," ada jeda sejenak sebelum Obito melanjutkan ucapannya. "Aku akan mengangkatmu menjadi Penjaga Stempel Istana."

-oOo-

Sasuke memandang kamar tidurnya sekali lagi. Helaan napas muncul dari Sasuke. Bukannya tak senang mendapat jabatan sebagai penjaga stempel istana. Ia berhasil mendapatkan posisi penting di usia yang relatif masih muda, tapi hatinya seakan menolak semua ini. Ayahnya, Fugaku Uchiha, mengatakan bahwa Obito memilihnya sebagai penjaga stempel istana menggantikan Sarutobi Asuma yang melakukan tindakan menyalahi aturan. Selain itu kecerdasan yang dimiliki Sasuke juga menjadi nilai lebih, karena seorang penjaga stempel istana di kerajaan Uchiha dianggap sebagai perpanjangan tangan dari sang kaisar, yang berarti penjaga stempel istana bisa mempengaruhi keputusan raja dalam suatu permasalahan.

GREKK...

Pintu geser yang menghubungkan kamarnya dengan koridor terbuka. Di sana ada Itachi yang berdiri sambil menyenderkan punggungnya pada kusen. Ia tersenyum melihat Sasuke yang sedang duduk di atas futon yang sepertinya sengaja digelar meski Sasuke tak akan tidur.

"Haruskah mulai sekarang Aniki memanggilmu Nyonya?" Itachi berkata setengah bergurau. Itachi adalah kakak sulung dari Sasuke. Ia adalah salah satu jenderal muda yang ada di kerajaan Uchiha.

Sasuke tak membalas ucapan Itachi melainkan berjalan mendekati Itachi. GREBB Tangan Sasuke kini sudah bertengger manis di pinggang Itachi.

"Yokatta... aku senang Aniki bisa pulang dengan selamat." Ya benar, Itachi baru saja kembali dari perang dengan kerajaan Ame. Sebenarnya kerajaan Ame bukanlah negara yang besar, namun serangan yang mereka lakukan secara mendadak membuat kerajaan Uchiha sedikit kewalahan.

Itachi tersenyum lembut melihat kelakuan Sasuke padanya. Meskipun sudah berumur 17 tahun, bagi Itachi, Sasuke akan selalu menjadi adik kecilnya. Adik yang akan selalu Itachi lindungi sampai kapan pun itu.

Kali ini tangan besar dan kokoh milik Itachi bergerak untuk melepas pelukan Sasuke padanya. Itachi mengacak surai dark blue milik Sasuke membuat empunya meringis kesal.

"Aniki harus mengantarku ke istana!" Ucap Sasuke absolut. Itachi mengangguk—mengiyakan.

-oOo-

Dan kini di sinilah Sasuke berada, ia sudah berdiri di kawasan kediaman pegawai kerajaan. Sasuke bisa melihat sebuah bangunan yang terlihat paling mewah di banding bangunan yang lainnya, itu adalah tempat yang akan segera menjadi kediamannya. Kediaman dari sang penjaga stempel istana.

"Uchiha-san." Sebuah suara dengan bariton khas yang Sasuke hafal mati, membuat gadis Uchiha itu menegang. Dengan agak kaku Sasuke membalikkan badan, dan alangkah malunya Sasuke saat tahu bahwa yang dipanggil Neji adalah kakaknya.

'Ugh, bodoh!' Rutuk Sasuke kesal.

"Hyuuga-san. Apa kabar?" Tanya Itachi sebagai bentuk formalitas belaka. Neji menjawab dengan jawaban yang sama, hanya formalitas saja. "Saya baik... Ara Sasuke, ka?"

Jantung Sasuke terasa doki-doki dibuatnya. Ia tidak menyangka Neji bisa tahu namanya, padahal seingatnya, ia dan Neji tak pernah saling berbicara ketika berada di Sekolah kerajaan dulu. Neji terkekeh melihat wajah bingung Sasuke. "Mana mungkin aku tidak mengenali murid termuda yang berhasil lulus dari sekolah kerajaan." Jawab Neji mengerti akan kebingungan yang dialami Sasuke.

"Ah, ya. Uchiha-san, Sasuke-san saya undur diri terlebih dahulu. Saya permisi." Namun, belum sempat Neji meninggalkan duo Uchiha itu, seruan Sasuke berhasil menghentikan langkah lebar dari sang pewaris klan Hyuuga.

"Datanglah ke acara penobatan malam ini, di aula kerajaan." Sasuke mencicit di akhir kalimat.

Baik Neji dan Itachi sama-sama terbelalak. Namun, tak lama kemudian Neji mengangguk sebelum akhirnya melanjutkan kembali jalannya.

'Kamu menyukainya, ne, Sasuke?' Batin Itachi seraya melihat Sasuke yang masih memandangi kepergian Neji.

Semuanya baru saja dimulai.

.

.

Not Same

Naruto sepenuhnya milik Masashi Kishimoto

Fict ini milik saya

RePublish!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 31, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Not SameStories to obsess over. Discover now