Senja baru saja menanpakan rona jingga. Dan embun pun masih enggan untuk segera pudar.
Setiap penghuni bumi mulai membuka lembaran-lembaran yang akan mereka jalani.
Termasuk seorang gadis yang tinggal di perumahan para rakyat.
***
Seoarang gadis membuka jendela kamarnya, angin pagi pun membelai lembut helai rambutnya yang terurai panjang. Dia menghirup nafas panjang, mencoba merasakan udara pagi yang masih alami, lalu perlahan-lahan menghembuskannya. Sejenak ia menatap sekitar, lalu berteriak "SELAMAT PAGI SEMUA"
Dialah airin.
Seorang gadis bangsawan berusia 17 tahun yang tinggal bersama mamanya di perumahan rakyat biasa sejak ayahnya meninggal.
Airin segera bergegas menuju kamar mandi dan berseragam, lalu sarapan dengan hidangan yang tak pernah lupa disiapkan oleh mamanya. Ia pun mulai melahap makanannya.
Sendirian?
Ya, seorang diri.
Karna mama airin adalah pengasuh pangeran. Jadi dia harus berangkat pagi-pagi sekali.
Meski begitu...... airin tidak pernah menuntut perhatian lebih dari mamanya, ia mengerti keadaan mamanya. Dan mamanya juga selalu berusaha untuk memberi waktu untuk bersama sang anak tercinta meskipun ia sangat sibuk dan lelah.
Setelah selesai sarapan, airin langsung mencuci piring dan bergegas untuk sekolah.
Saat ia sedang mengikat tali sepatunya, pintu rumah terbuka. Airin menengadahkan wajah dan melihat mamanya datang dengan terengah-engah.
Meskipun heran dengan kedatangan mamanya yang tidak terduga, airin tetap tersenyum "selamat pagi mama"
Airin meneruskan mengikat tali sepatunya, namun di cegah oleh mamanya.
Melihat tingkah mamanya yang aneh, tentu saja membuat airin heran.
"Memangnya ada apa ma?" Tanya airin yang kebingungan sendiri.
"Hari ini kamu ga usah sekolah, soalnya hari ini mama mau jodohin kamu sama anak temen mama" kata mama dengan senyum manisnya. Sehingga siapapun yang melihat senyuman ini, mereka akan menyangka bahwa mama airin masih berusia 19 tahun.
Lama airin terdiam. Mencoba mencerna kembali peekataan ibunya. "APA..... DIJODOHIN??...." kata airin shok.
"Kenapa? Apa kau tidak suka?"
"Bu...bukannya tidak suka, tapi.... ini kan hari pertama aku kelas 2 SMA, dan lagi.... bukankah ini terlalu mendadak?"
"Tidak apa, hari ini kamu tidak masuk sekolah. Mama akan minta izin pada gurumu" mama berjalan masuk ke dalam rumah, tapi kemudian berhenti dan berbalik "hey, cepatlah ganti bajumu yang bagus! Sebentar lagi dia akan datang." Mama meneruskan masuk ke ruang tamu untuk bebersih.
Airin masih mematung di tempatnya. "Dijodohin?" Gumamnya. Ia mencubit pipinya dengan keras, mencoba memastikan apakah ia masih bermimpi dan belum bangun. "Aww... sakit....." rintihnya. "Berarti....." keringat dingin mulai menetes "ini kenyataan?!!" Airin pun langsung bergegas kembali ke kamarnya dan mengganti seragamnya.
Di ruang tamu
Airin sudah selesai berdandan dengan bantuan mamanya, ia menunggu di ruang tamu dengan hati dag dig dug. Ia gugup. Bukan karna perjodohan yang tiba-tiba ini, tapi karna rasa penasarannya. Penasaràn seperti apa jodohnya.
Ia tidak pernah merasa takut dengan perjodohan ini, karna menurutnya pilihan mamanya adalah yang tetbaik. Lagi pula ia masih belum mempunyai pasangan yang akan menjadi beban dalam perjodohan ini.
Bel rumah berbunyi.
"I...itu.... jangan -jangan?" Gumam airin dengan hati yang semakin dag dig dug.
Mama membukakan pintu.
"Wah.... akhirnya kau sampai juga venessa, ayo masuk! Anakku sudah menunggu di dalam."
"Ok, lagi pula aku sudah tidak sabar untuk menjodohkan mereka." Tante vanessa mengikuti mama ke ruang tamu.
"Ah... apakah itu airin? Kini dia sudah besar dan makin cantik ya." Tante vanessa takjub.
YOU ARE READING
Prince In My Heart
Short Storydijodohkan??! itu hal yang membuat hati para gadis menjadi galau. tapi bagi airin, perjodohan itu bukanlah masalah baginya. (toh dia belum mempunyai pasangan) tapi bagaimana kalau pria itu orang yang super nyebelin, aneh, dan jutek? mampukah airin m...
