Seperti biasa, saat istirahat kedua gerombolan siswa kelas 12 yang terdiri dari sekitar lima orang tersebut akan berkumpul di rooftop hanya untuk sekedar merokok. Pasalnya tidak ada yang tahu kalau mereka merokok disini.
Angga, Rizky, Aldo, Devin dan Reyhan. Diantara mereka semua hanya Angga yang tidak merokok. Gue masih sayang sama kesehatan gue. Sehat itu mahal, bro. Itu alasan Angga, katanya.
Siang itu cuaca sangat terik. Namun mereka selalu betah lama-lama disini karena angin yang sayup-sayup membuat ngantuk dan tempatnya yang jauh dari keramaian siswa siswi lainnya. Jarang ada yang kesini selain mereka berlima, bahkan tidak ada.
"Ga, gimana sama pacar lo?" tanya Aldo yang kini sudah mematikan rokoknya dan membuangnya ke lantai dengan sembarang dan duduk di sebelah Angga.
"Gak gimana-gimana. Biasa aja." Angga hanya menjawab sekenanya.
"Gue mau ngomong sesuatu tapi lo jangan kesinggung ya?"
"Ngomong aja lah pake basa-basi segala lo," ujar Angga acuh tak acuh. Tangannya bersidekap di depan dada dan mata yg memejam.
"Kemaren gue denger dari anak-anak yang lain kalo cewe lo sama temennya..siapa tuh namanya?" Aldo mengetuk-ngetukan jarinya di dahinya tampak berpikir.
"Sher.." Aldo buru-buru menyanggah. "Ah iya, Sheryl." Angga hanya menghela napasnya kasar.
"Gue denger kalo cewek lo sama si Sheryl itu ada apa-apanya," ujar Aldo.
"Ada apa-apanya gimana? Mereka temenan deket aja setau gue."
Aldo menghela napasnya. "Gini-gini, bro. Maksudnya cewek lo sama si Sheryl itu ada hubungan...." Aldo menggantungkan ucapannya. "Kaya pacaran gitu."
"EH GILA LO YA AL! GAK MUNGKIN LAH CEWEK GUE KAYAK GITU." bentak Angga yang tiba-tiba membuka matanya lantas berdiri dan menatap Aldo tajam. Sontak membuat teman-teman yang lainnya menoleh ke arah mereka.
"Woi kenapa lo berdua?" tanya Reyhan dengan beberapa kerutan di dahinya.
"Ngegosip gak ngajak-ngajak gue. Oke sip lah cukup tau aja," timpal Rizky.
"Iya nih asik sendiri aje," sahut Devin.
Angga masih menatap Aldo dengan tatapan tajam. Aldo yang merasa tidak enak pun menarik Angga untuk duduk.
"Duduk dulu, Ga." Aldo menarik tangan Angga. "Gue juga cuman denger dari yang lain, Ga. Gue cuman mau mastiin aja sama lo. Gue juga gak percaya gitu aja. Mana mungkin cewek lo yang baik-baik kayak gitu." Aldo menjelaskan dengan hati-hati agar Angga tidak terpancing emosi lagi.
"Lo kalo ngomong sembarangan. Cewek gue masa lesbi gitu," ketus Angga.
Aldo terkekeh pelan. "Sorry, Ga."
"Tapi kalo si Sheryl katanya emang gitu. Di sekolahnya yang dulu dia pernah pacaran sama cewek." Aldo melirik Angga sebelum melanjutkan ucapannya. "Hati-hati aja. Jangan terlalu deket tuh cewek lo sama si Sheryl. Takut kebawa arus," lanjut Aldo.
Aldo bangkit dari duduknya dan menepuk bahu Angga pelan sebelum bergabung dengan teman-temannya yang lain yang sibuk sendiri.
Kali ini Angga lebih menahan emosinya dan memikirkan ucapan Aldo barusan.
"Hati-hati aja. Jangan terlalu deket tuh cewek lo sama si Sheryl. Takut kebawa arus."
Apa bener ucapan Aldo tadi? Batin Angga.
CZYTASZ
Teenager Undercover
Dla nastolatków[UPDATE SETIAP MALAM MINGGU] Tentang masa-masa putih abu yang ternyata tidak seindah di film-film. Banyak cerita dibalik masa-masa remaja mereka. Angga yang selalu terlihat bahagia ternyata punya cerita pahit yang selalu ia sembunyikan.. Alisa si an...
