•Prolog•

34.3K 1.4K 6
                                        

Rahma Ananda Putri
Bayu Tirta Gemilang

DUA nama tersebut dipanggil untuk menuju ke ruang tata usaha. Rahma yang tadinya sudah bersiap-siap untuk pulang, langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang tata usaha.

Sesampainya di sana, Pak Joko, guru matematika-nya sudah berdiri dengan posisi berkacak pinggang. Ia menunggu kedatangan dua murid yang disebutkan namanya melalui speaker sekolah tersebut.

"Pak. Ini ada apa, ya?" tanya Rahma, membuat Pak Joko menoleh ke arahnya.

"Kamu tunggu anak satunya lagi, baru saya jelaskan," ucapnya tegas, membuat Rahma diam mematuhinya.

Tak lama kemudian, seorang cowok masuk ke dalam ruang tata usaha. Ia berjalan menghampiri Pak Joko dan Rahma.

Dari sekali lihat, bisa Rahma katakan bahwa penampilan cowok itu tidak rapi dan sama sekali tidak menaati peraturan.

Bajunya dikeluarkan, lengannya digulung, tidak ada dasi ataupun ikat pinggang. Dua kancing atas ia buka, sehingga menunjukkan kaos-nya yang berwarna hitam.

Rahma sempat terperangah untuk beberapa saat, ketika melihat cowok itu. Pasalnya, Rahma tak pernah melihat orang yang sekarang berdiri di sampingnya itu.

Pak Joko mendecak sesaat saat melihat kemunculan cowok tadi, kemudian memulai pembicaraan. "Kalian berdua saya panggil perihal nilai matematika."

Rahma sedikit tersentak. "Loh? Memangnya nilai saya kenapa, Pak?"

Rahma rasa nilainya tak ada yang jelek. Malah, termasuk lumayan. Bukannya sombong atau apa, namun Rahma termasuk lumayan pintar dikelasnya, apalagi mengenai matematika. Makanya, ia sedikit heran saat mendengar Pak Joko menjelaskan pernyataan barusan.

"Tidak ada apa-apa dengan nilai kamu," Rahma sempat menghela nafas lega, "Tapi, ada sesuatu dengan nilai kamu, Bayu," ujar Pak Joko, membuat cowok di samping Rahma mengumpat tanpa suara.

Rahma memiringkan kepalanya heran. "Terus, hubungan nilai saya sama nilai dia apa, Pak? Sampe dipanggil kesini?"

Cowok yang bernama Bayu itu menoleh ke arah Rahma, begitupun dengan Pak Joko. "Saya ingin kamu, sebagai salah satu murid dengan nilai matematika terbesar, untuk memberi tutoring kepada Bayu saat pulang sekolah. Hanya beberapa hari dalam seminggu, kok."

"HAH?!" Kata-kata Pak Joko tersebut sukses membuat Bayu dan Rahma berteriak bersamaan.

***

A/N:
Halo dan selamat datang kembali!
Ini cerita baru-nya! Semoga kalian suka ya😄
Sebenernya ujiannya baru selesai besok, tapi tangan udah gatel banget pengen upload. So, here is the new story!
Oh, iya! Sekalian aku upload bonus chapter 1-nya, takutnya besok-besok gak sempet!

Best regards,
Fictiongirll

After SchoolStories to obsess over. Discover now