Hai hai, sorry banget buat kalian yang pernah baca ceritaku. Sorry karena sudah berhenti. Jadi ini adalah cerita baru untuk kalian baca. So, enjoy it, guys!
**
Indonesia. Negara besar dengan bentangan alam yang membujur panjang. Berbagai macam ras, agama, dan suku. Aku bangga sebagai bangsa Indonesia. Beberapa pak tua bilang, Kami punya sejarah panjang. Kemerdekaan yang susah didapat. Hingga kini, Indonesia sudah memimpin beberapa negara. Cerita ini aku ketik saat umurku 15 tahun. Hari ini, tanggal 17 Agustus 2123. Indonesia sudah berumur 178 tahun.
Aku harus menghadiri upacara kemerdekaan di sekolah. Dengan protokol acara yang terbilang klise. Namun, semua ini terasa sakral.
Aku siswa SMA Bangsa. SMA yang terkenal dengan teknologinya seantero Indonesia. Aku duduk di kelas X. Aku akan cerita mengenai banyak hal kepadamu, Kawan. Aku harus mulai dari mana? Ah iya, mungkin di mulai dari diriku sendiri.
Namaku Rian Satrio Wardojo. Tinggiku standar. 173 cm. Berat badan 50 Kg kurang. Wajah tak terlalu tampan. Suara agak berat. Rambut lemasnya tak terkira. Dan yang jelas, kulitku tak putih, tak hitam pula. Sudah jelas? Ah pasti sudah. Wajahku tak perlu dideskripsikan.
Sekolahku, SMA Bangsa. Salah satu SMA terbaik di Indonesia. Sekolahku, konon katanya dimiliki oleh pengusaha yang bermain di sektor teknologi. Aku tak pernah tau orangnya, bahkan namanya. Di mana pun, dia selalu diwakili. Mungkin terlalu sibuk memikirkan inovasi untuk rancangan produk besutan yang selanjutnya.
SMA Bangsa punya provider pribadi bagi peserta didiknya. Kami, sebagai pelajar, diberikan jatah sebesar 200 GB per bulan. Dengan kuota sebesar itu, Kami diberikan layanan internet super cepat. Dengan kecepatan unduhan tercepatnya sebesar 128 MBps. Dalam kartu tersebut, sudah tercantum identitas Kami, dan setiap gerak-gerik Kami. Sistem pendidikan yang pintar dan efisien. Pelajar diberikan keuntungan besar, pengajar memberinya tanpa cuma-cuma. Sistem yang dikembangkan pun otomatis. Tindakan mencurigakan beberapa saat. Dua hingga tiga kali pelanggaran. Kami di-drop out.
SMA Bangsa dengan gelar nomor satunya, bukan sekedar omong kosong. Sistem KBM dalam kelas tak sekedar pelajaran ilmu alam maupun sosial. Sebagai sekolah teknologi, SMA Bangsa lebih menekankan pengajaran pada sektor teknologi. Selebihnya, belajar sendiri. Kami pun diberikan jam konsultasi privat pada guru pelajaran Kami. Nilai selalu melambung tinggi, namun kemampuan Kami tak sebatas pengetahuan.
Saat tes masuk SMA ini, semuanya dites. Kesehatan, kemampuan, kecerdasan, serta watak Kami. Selepas masuk, Kami akan dites kemampuan di bidang teknologi. Ada banyak kelas. Programming, Design Graphic, Hardware, Software, Internet and Network, Data, Security. Kelas Programming atau disingkat Pr merupakan bidang yang lebih spesifik pada pembelajaran dan pengembangan bahasa pemograman. Kelas Desain Graphic atau disingkat Dg merupakan bidang yang lebih spesifik pada pengembangan animasi, film, hingga ilustrasi serta pengembangan antarmuka suatu program. Kelas Hardware atau disingkat Hw merupakan bidang yang lebih spesifik pada pengembangan perangkat keras sebagai wadah dari produk teknologi. Kelas Software atau disingkat Sw merupakan bidang yang lebih spesifik pada pengembangan aplikasi pada berbagai macam platform. Kelas Internet and Network atau yang disingkat dengan In merupakan bidang yang lebih spesifik pada pengembangan jaringan komunikasi. Kelas Data atau disingkat Dt merupakam bidang yang lebih spesifik pada pengembangan pengolahan data, mulai dari input, process, hingga output. Juga data visualisation dan penyajian. Kelas Security atau disingkat Sr merupakan bidang yang lebih spesifik pada pengembangan keamanan teknologi.
YOU ARE READING
Kejora
Science FictionIndonesia dalam bayanganku adalah Negara yang hebat. Pemerintah yang realistis. Masyarakat yang berpikir logis. Siapa yang tau, semua itu butuh pengorbanan. Perjuangan Satrio alias Rian dalam menyusuri masa lalu Indonesia yang hilang ternyata cukup...
