Chap.1

1.7K 83 9
                                        

Ciel tersesat di sebuah gurun es ia tak yakin ia dapat selamat dan keluar dari sini dalam keadaan hidup , tak ada makanan dan tubuhnya mengiggigil kedinginan sementara salju terus turun nenutupi tanah kemudian semakin menebal .

"sshhhh..." desisnya meniup niup telapak tangannya reflek ia melompat ke dalam semak semak ketika mendengar suara berisik dan nyala obor.

dari balik semak belukar ia melihat segerombolan orang membawa tombak berbondong bondong mereka masuk ke hutan nampaknya untuk berburu hewan besar.

ciel menelusupkan kedua tangannya ke dalam jubah lusuh yang di kenakannya ia akan mati di sini sekarang.
seharusnya ia duduk hangat di rumahnya.
namun semuanya sudah terjadi rumahnya di serang dan keluarganya di habisi ia bersukur masih bisa menyelamatkan diri sampai kesini.

langit di atasnya tetap bersinar terang , akankah esok ia masih dapat melihatnya lagi.
ah melelahkan , ia pun mulai terpejam jika ia mati sekarang ia merasa lebih baik.
.
.
.
.
.
Ckitt ..

Srekk
kucing hitam , perabotan antik dan cahaya matahari.
ciel segera terbangun ia memijat pelipisnya yang berdenyut denyut. .
"dimana aku .
?" seharusnya ia sudah mati bukan lalu kenapa ia sekarang berada di tempat seperti ini.

tangan kecilnya meraba raba sekitarnya dan menemukan jendela ia mendorong sekuat mungkin sampai akhirnya jendela itu terbuka.

pemandangan di luar sangat indah salju menumpuk di tepi sementara jalanan terlihat kembali dan beberapa peri , yah peri mahluk kecil seperti kumbang terbang mengitari bunga matahari yang tergantung di atas jendela.

"selamat pagi , selamat musim semi"
ciel terperangah baru saja seorang peri berbicara kearahnya.

Brakk
seekor kucing hitam meloncat naik kepangkuannya ia terlonjak kaget hingga oleng.

grasak grusuk

dan terdengar seseorang berjalan dari balik pintu
kriettt...

"okaeri.." .ciel terpaku
ia tak dapat bergerak beberapa saat bahkan saat orang itu jongkok di depannya.

"siapa namamu anak manis ?" tanya orang itu menatap ciel yang malah diam tanpa suara.
"ah baiklah aku duluan saja memperkenalkan diri yah , sebastian michaelis , aku pemilik rumah ini , dan namamu ?"

sebastian kembali bertanya sembari mengulurkan telapak tangannya.
ia menatap wajah lugu di depannya , pastilah ia seorang manusia.

"ciel , ..."

ia menundukan wajahnya meremas ujung pakaiannya.
"ciel phantomhive" lanjutnya lagi.

"kenapa kau bisa sampai kesini ? " pria di depan ciel bertanya kembali dengan raut wajah heran.

"aku tidak tau , mansion ku hancur dan keluargaku semuanya di bantai , aku melarikan diri kesini."

ciel kini menundukan kepalanya teringat akan nasib keluarganya.

"aku mengerti , namaku sebastian , kau boleh tinggal disini mulai sekarang , tapi ada syaratnya"

sebastian tersenyum membuat matanya menyipit ciel mendongak kemudian menanyakan apa syarat yang sebastian maksud.

"kau cukup membantuku saja bagaimana ? membantuku mengatur daerah ini menjaganya tetap aman"

ciel tidak mengerti tapi ia menganggukan kepalanya , tidak ada cara lain , ia tidak mau jika ia menolak ia akan di usir dan kembali kedinginan di luar.

"aku mau paman .."

"kkk anak pintar , sekarang ayo pergi berpatroli"

ciel cepat cepat mengekor ketika sebastian melangkah keluar dari dalam rumah.
ia punya firasat jika hidupnya akan lebih dari sekedar biasa saja sekarang 

TBC

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 26, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Ciel in the wonderlandStories to obsess over. Discover now