PART 1: APES CUY

Pagi itu nampak mendung. Suhu dingin pagi hari ditambah dengan jalanan yang basah setelah diguyur hujan subuh tadi menambah suhu di kota itu semakin dingin. Cloris keluar dari rumahnya dengan terburu-buru. Ia langsung mengunci pagar rumah dan langsung bergegas lari menuju halte bis dekat rumahnya.

Haltenya cukup jauh, sekitar 600 m dari rumahnya. Cloris tidak biasa bangun siang seperti ini. Ini terjadi karena Cloris begadang semalaman hanya untuk main game. Akhir-akhir ini, game sangat booming dikalangan teman-teman nya. Bukan hanya teman sekelas, tetapi juga teman satu sekolahan. Jadi wajar saja kalau Cloris kena virus ketagihan main game. Cloris sendiri kenal dengan game ini dari sahabatnya, Babas. Sejak awal diperkenalkan dengan game, Cloris sangat suka dengan game. Sampai-sampai dia lupa waktu.

Cloris terus lari, sampai-sampai beberapa kali ia hampir menabrak warga-warga sekitar. Bahkan dia tidak menghiraukan omelan-omelan para warga.

"Maap- maap, permisi"
"Maaf pak, buk lagi buru-buru"
"Permisi!" itulah yang sering ia ucapkan ketika hampir menabrak warga sekitar.

Ia akhirnya sampai di halte, tapi sayangnya bis baru saja berangkat ketika ia baru sampai di halte. Terpaksa Cloris harus lari lagi  untuk mengejar bis yang baru saja jalan itu. Cloris terus mengejar, ia berusaha untuk meraih ganggang pintu belakang bis untuk naik. tetapi bis semakin cepat, Cloris tidak punya waktu lagi. Ia terus berusaha untuk meraih ganggang pintu dan ketika sudah diraihnya ganggang itu tanpa perlu waktu ia langsung loncat naik ke dalam bis. Beruntung, ia berhasil masuk ke dalam bis.

"Huh, untung. Capek banget gw." Gumamnya dalam hati.

Cloris segera duduk di kursi kosong depan samping kirinya itu. Sesekali ia mengelus dadanya yang terasa pengap karena berlari jauh. Ia melihat ke arah jam tangan nya.
Cloris melotot kearah jam tangan nya, berusaha meyakinkan apakah ia tak salah lihat. Jam telah menunjukkan pukul 06.38. Itu artinya Cloris hanya punya waktu 20 menit tersisa.

"Yah, alamat telat dah. Mana gak sarapan. Berkah banget sih idup lo ris" desis Cloris sambil memegang perutnya yang keroncongan. Orang-orang sekitarnya hanya melihat ke arahnya dengan tatapan sangat aneh.

Cloris hanya melihat mereka dengan muka bingung. Namun setelah itu dia cuek saja dengan tatapan orang-orang itu. Ia menyandarkan kepalanya ke jendela, sambil menahan rasa lapar nya.

Bis berhenti di halte depan sekolah SMA BoBoHo.
Cloris turun dan langsung lari ke arah sekolah nya. Jam menunjukkan angka 06.57. Pintu gerbang hampir ditutup. Bahkan siswa-siswa bandel yang baru aja datang hampir kena pukul satpam sekolah karena keseringan terlambat untuk masuk.

Ketika pintu gerbang itu mulai ditutup, Cloris menambahkan kecepatan larinya 2x lebih cepat. Tinggal sedikit lagi pintu itu tertutup, Cloris langsung menerobos pintu gerbang sekolah dan hampir menabrak pak satpam yang hendak menutup pintu nya.

"Astaghfirullah" Teriak pak satpam.

Cloris tidak peduli dengan teriakan pak satpam sekolah. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana ia sampai dikelas dengan 'selamat'. Kelas Cloris berada di samping ruang lobby, jadi jalan tercepat untuk sampai dikelas adalah lewat lobby. Ia sampai didepan lobby, ketika akan melewati lobby ternyata guru bp semua berkumpul disitu. Cloris langsung berhenti dan mencari tempat bersembunyi yang aman.

Sebenernya ada dua jalan yang bisa ia lewati, lewat lobby atau parkiran motor siswa. Apabila ia lewat lobby, ia pasti akan 'terjaring' dan dihukum kalau para guru bp masih ada disitu. Dan kalau ia memilih jalan parkiran siswa, itu akan lebih lama dan mungkin akan ketauan kepsek. Karena biasanya pada jam siswa akan PBM, kepsek selalu mengecek di daerah itu. Itu jauh lebih mengerikan. Ia tidak punya pilihan lain selain menunggu guru bp itu pergi. Beruntungnya, tidak berselang lama para guru bp itu pergi.

Ini kesempatan bagus untuk pergi. Cloris membenahi rambut serta bajunya yang agak berantakan karena drama 'lari marathon' tadi dan langsung pergi kearah lobby. Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ada yang menarik lengannya. Seketika Cloris kaget dan mematung di tempat dimana ia berdiri.

"Mampus lo ris, Ini tangan siapa sih?!!"

~bersambung~


~hello~

Selamat datang di 'Lonelies'
Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini. Mohon maaf apabila ceritanya agak sedikit membingungkan ya maklum lah baru pertama kali nulis cerita di Wattpad 
Aku mohon bantuannya ya apabila ada salah-salah kata, atau penempatan tanda baca yang salah atau mungkin kata-kata yang kurang berkenan di hati para readers sekalian :).
  Sekali lagi mohon bantuannya ya :)
Oke, sekian dari saya. Terimakasih atas perhatiannya. Tungguin kelanjutan ceritanya ya.
Goodbye~

By fransiskaangelin_

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 03, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

(TIDAK BERLANJUT)Where stories live. Discover now