Author POV
"Hoammm" satu kata yang selalu ia ucapkan setiap pagi.
kegiatan pertama yang ia lakukan dan sudah menjadi kebiasaanya adalah mengucak mata, secara perlahan ia membuka matanya sambil menyesuaikan cahaya mentari yang mulai masuk pada sela sela jendela kamarnya. pagi ini terihat indah, semoga beberapa jam kedepan tidak akan ada masalah yang begitu serius doanya dalam hati.
Huria POV
"Huriaaaaaaa!!"
pagi pagi begini sudah ada saja yang meneriakki ku huh batinku merutuki kesal. padahal otak dan mataku saja masih belum bekerja dengan benar
"yaaaa" jawabku sedikit berlari menghampiri arah datangnya suara tersebut
"ada apa mama kesayangankuu, yang sudah meneriakki ku pagi pagi beginiiiii" ucapku gemas saat sudah sampai di hadapannya
"sudah sholat shubuh belum?!" tanyanya dengan wajah menyelidik
"sudah dong! aku kan anak rajin" jawabku lantang dengan kekehan kecil. "kalau begitu, cepat mandi!" ucapnya lagi
"ma, aku baru saja bangun, biarkan aku menjernihkan otakku dulu" jawabku
"5 menit" ucap mama. "15 menit lah maaa" pintaku yang langsung dibalas tatapan tajamnya
"baiklah baiklaahh" jawabku pura pura ngambek
"kau ini sudah 22 tahun, tapi kelakuan seperti anak 5 tahun" ucap mama kemudian pergi meninggalkanku di sini sendirian. aku pun akhirnya memutuskan kembali ke kamarku untuk mearpikan tempat tidur dan melakuan yang lain.
kalau soal merapikan sesuatu, hmm aku jagonya, dalam sekejap semuanya sudah rapi dan bersih tanpa sampah atau noda sedikit pun, hehehe. maaf aku berlebihan.
TRIIINGGGG, handphoneku berbunyi menandakan ada telpon yang masuk. segera aku melihat siapa yang menelponku pagi pagi seperti ini. uh, ternyata Pak David, atasanku
"Hallo? Assalamu 'alaikum" ucapku memulai percakapan
"Wa 'alaikumus salam, Ria? apakah kau sudah bangun?" tanyanya
Pak David dan aku hanya berbeda 3 tahun, jadi wajar lah dia menanyakannku seperti menanyakan temannya sendiri
"jangan panggil aku Ria, sudah kukatakan berapa kali" omelku
"oh iya ya, biasa saja dong.. tidak usah nge gas.." balasnya dengan kekehan khasnya
"jadi, ada apa bapak menelpon saya pagi pagi seperti ini?" tanyaku
"saya punya pekerjaan untukmu, kurasa ini kesukaanmu karena kau dulu pernah bercerita padaku bahwa kau dari kecil ingin sekali bekerja seperti ini" jelasnya
"langsung ke intinya sajaa"
"baiklah baiklah, sepertinya kau sedang dalam mood yang buruk. oke, jadi aku ingin menawarkanmu bekerja sebagai volunteer di sebuah negara yang sangat sangat memerlukan bantuan, tepatnya di negara Palestine" ucap nya
"hah?? kau serius?!!" tanyaku yang masih tidak percaya apa yang baru dikatakannya
"iyalah, mau tidak?" tanyanya. "kalau tidak mau sih tidak apa apa.."
"ehhh, aku saja belum menjawabnya. tentu aku mau!! apalagi di negri Palestine.." kataku
"ku bisa menebak bahwa kau sekarang sedang senyum senyum tidak jelas bukan? HAHA" ledeknya
"kau kenapa sok tahu sekali sih" balasku tidak mau kalah
"kapan aku bisa memulainya?" tanyaku
"hmm, kalau tidak ada perubahan, besok kau sudah diberangkatkan kesana bersama 3 orang lainnya. jadi bersiap siaplah dahulu"
"okay. so? akan ada 4 orang termasuk aku yang menjadi volunteer disana?" tanyaku
"yups! baiklah aku sedang banyak kerjaan disini. dan jangan sampai telat, kau masuk kantor pukul 8. telat? gaji melayang, okay, sampai jumpa. Assalamu 'alaikum" " ucapnya langsung memutuskan telpon
ku tengokan kepalaku ke arah jam yang berada di samping kananku, WHAT!! sudah jam setengah 8! OH NO!! aku segera mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi, kuharap kali ini aku bisa mandi dengan waktu 15 menit.
ESTÁS LEYENDO
Remember Me?
RomanceUntuk pertama kalinya kami bertemu secara langsung, Untuk pertama kalinya aku mengobrol denganmu setelah 7 tahun, Perasaan ini, Perasaan yang sudah ku kubur dalam dalam
