Selain ketampanan yang dimiliki Ega dia juga sangat pandai bermain musik tetapi di sangat lemah terhadap pelajaran
Kecelakaan tiga tahun yang lalu membuat otak Ega sedikit bermasalah yang membuat Ega lemah dan terus bosan dengan setiap pelajaran akademik
Selain itu yang membuat Ega malas adalah kedua orang tuanya yang pergi mencari nafkah diuar negeri, dan tidak bisa langsung mensuport Ega
Memang keluarganya tidak terlalu kaya itu yang membuat oarang tua Ega pergi mencari nafkah dengan banting tulang
Kecelakaan yang membuat nyawa ke dua kakak kembar Ega melayang. Kejadian yang selalu membuat Ega teringat dan sangat marah kepada Ayahnya
Ega merenung dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut
"Ga,ayo makan dulu udah abang siapin"ucap Rangga kakak pertama Ega
"lo gak boleh terus nyalahin ayah,abang tau lo ngerasa terpukul banget atas kejadian 3 tahun lalu,dan seharusnya lo itu harus bisa ngelupain itu, lo harus bangkit"
"Nggak laper, abang pergi aja"
"Beneran ni,abang baru pesen ikan gurami tadi,kalo lo ngga mau ya udah biar abang makan sendiri"kata-kata Rangga tak dihiraukan oleh Ega
"Ya udah lah bang makan aja sana, Ega masih mau sendiri"
Detik berikutnya helaan nafas panjang dari mulut laki-laki yang menjadi lawan bicara Ega
Rangga yang pahan akan sifat Ega pun mengalah dan keluar dari kamar Ega dan berlalu ke ruang tv
***
Nama gue Ega Jovanda Prasetia bisa dipanggil Ega gue anak terakhir dari 4 bersaudara jika bang Vano Raditya Prasetya sama kak Vani Raiena Prasetya belum meninggal
Tapi gue ini masih untung, masih punya satu abang lagi yang namanya Rangga Syarief Prasetya dia itu pengertian tapi galak banget
***
Kringg.....!!!!!
Suara alaram Ega terdengar menggema di dalam ruangan bebentuk kubus itu
"Engh...."suara serak, ala Ega mendominasi suara alaram yang berbunyi nyaring tersebut, samar samar dia membuka matanya seiring dengan mendudukan badanya di kasur untuk mengumpulkan nyawanya
Setelah terkumpul dia langsung berjalan gontai melakukan kebiasaanya setiap pagi menuju kamar mandi yang ada di luar kamarnya
Sampai di depan pintu kamar mandi Ega dikejutkan dengan suara berat dari belakangnya
"Tumben undah bangun, biasanya jam segini masih enak-enakan berjuang ngebuat pulau"ucap Rangga meremehkan, tetapi Ega tak menggubrisnya dan langsung melenggang masuk ke dalam kamar mandi
"HABIS MANDI CEPETAN KE DAPUR"ucap Rangga dengan berteriak dari luar pintu kamar mandi
***
"Nih"kata Rangga sambil memberikan telur mata sapi ke piring Ega
"Tapi Ega nggak mood telor bang pagi-pagi"kata Ega seperti bocah yang marah karena selalu dijahili temanya. Rangga yang melihat tingkah adiknya tersentak
"Eh Ga lo tu ya udah jelas masih bisa makan pagi, noh liat orang orang yang ada di luar sana belum tentu bisa makan kaya kita, bisanya pagi-pagi bikin ribut aja lo"jelas Rangga yang membuat Ega menunduk
"Iya bang maaf"
"Dan satu lagi jangan jadi kaya cewe!"bentak Rangga yang disertai anggukan oleh Ega
"lembek"mood makan Rangga seketika memburuk, setelah Ega berkata jika dia tidak suka telur di pagi hari, Rangga segera pergi meninggalkan dapur, tak lama setelah punggung Rangga menghilang suara notifikasi handphone Ega terdengar
Klining...
Abang Rangga
"nanti gue mau pergi,lo jaga rumah jangan keluar,kalo mau keluar kabarin gue dulu"
Abang Rangga
"kalo udah selesei makan tu piring cuci sendiri sama semuanya yang masih taruh kulkas"
EgaJPresetya
Iya bang
Setelah membalas pesan dari Rangga,Ega langsung melanjutkan acara makanya yang sempat tertunda karena omelan dan pesan dari Rangga
Setelah selesai makan Ega termenung
'Andai saja masih ada bang Vano mungkin gue nggak sesepi ini'
Ega pun langsung menghampiri tempat cucian piring, memang dia memilih untuk lari 5 putaran dari pada mencuci piring, entah karena dia jijik atau malas
Seelah selesai mencuci Ega langsung mengambil kunci motor yang berengger di dinding sebelah kulkas
"Gue berangkat, jaga rumah, kalo mau pergi ngomong sama gue"kata Rangga berlalu tanpa menolehkan wajahnya ke Ega
"Iya bang"
***
Hai...gimana ceritanya
Aku Revisi nih wkwkwkwk...
Mudah mudahan makin suka sama ceritanya
Vote?
Coment?
Koreksi typo bertebaran
See you~
Amelda♥
YOU ARE READING
Selection
Teen FictionSeperti pelangi yang nyata namun tak dapat dimiliki, seperti kelabu yang dapat dilihat tetapi hanya ilusi, semua insan pasti berharap dapat memiliki setiap orang yang mereka sayang, serta dalam menentukan pasti semua berharap untuk bisa memilih yang...
