Ini tentang aku yang diciptakan sama dengan mu, aku menyayangkan kesamaan kita. Saat mereka mengharapkan kesamaan, saat ini aku mengharapkan perbedaan antara kita. Ini kisah kita, kisah aku yang menyayangimu, dan kamu yang membela dia bahkan rela terluka.
Kamu menarik ku dengan tingkah mu, kamu yang manja, cuek, menyebalkan dan segala sesuatu darimu aku suka. Kita yang terlahir dengan kesamaan, dan kita yang terlahir untuk menentang takdir. Tidak, menentang tuhan mungkin lebih tepat untuk kita. Kita yang tak bisa menerima kenyataan tuhan bahwa sanya kita tak akan bisa, namun kita tetap mencoba. Seberapa kuat takdir bisa ditentang, aku tak tahu. Setahuku, seberapa kuat kita melawan takdir sepertinya tak akan runtuh.
Telah ditetapkan di lauh mahpudz oleh tuhan bahwa ini tak mungkin untuk kita. Namun mengapa kamu terus terusan menentang ? Aku sayangkan dan aku hargai itu.
Aku yang semula hanya bermain pada garis wajar, namun ternyata aku jatuh dalam permainanku. Aku yang semula mengatakan benci, namun aku juga yang mengatakan rindu ribuan kali. Aku tak pernah menyesal untuk semua itu.
Bukan kah tuhan menciptakan cinta dihati manusia tanpa memandang ?
Ras, golongan, agama, laki laki maupun perempuan, kita tak pernah berencana untuk menaruh hati pada salah satunya bukan ?
Ya, kami yang tuhan laknat. Tapi bolehkah aku untuk bertanya. Mengapa tuhan menaruh cinta pada hati manusia, jika sang pemilik hati tak dapat memiliki satu sama lain ?
Aku tak akan menyalahkan kamu yang sukar aku miliki, namun aku menyalahkan takdir dimana dia dalang dari permainan ini. Dia yang menciptakan kita, dia yang mempertemukan kita dan dia juga yang memisahkan kita ?
Bukan kah itu terlalu klise untuk sebuah takdir ?
Kemuadian satu yang aku sayangkan, mengapa aku harus memendam ini sendiri ? Sudahlah..
YOU ARE READING
silent love
Short StoryKamu hadir, aku tertarik, kau terus mencuri, aku mengingkari, kita bersama dan aku menyesal..
