One : See You

17 3 0
                                        

Lagu Stay yang dipopulerkan oleh girlband korea terdengar di dalam kamar Lisa, dia sedang bersiap - siap untuk bersekolah. Saat menatap cermin Lisa masih tidak percaya dirinya akan berubah 360 derajat. Tidak ada lagi seragam yang terlihat sempit ditubuhnya atau lemak yang tertimbun diantara kulitnya. Setelah aksi diet ekstrim yang dia lakukan selama 2 bulan Lisa berhasil menurunkan berat badannya dengan drastis, dan hari ini dia akan memulai hari pertamanya dengan bersekolah di SMA Negeri 1 Semarang.

Lisa menuruni tangga rumahnya dengan tergesa - gesa. Setelah sampai diruang makan Lisa berpamitan kepada ibunya.

"Aku berangkat dulu ya, dah." kata Lisa sambil mencium tangan ibunya
"Enggak sarapan dulu?" tanya ibu Lisa
"Enggak, sarapan di sekolah aja." kata Lisa sambil berjalan keluar rumahnya.

Lisa sedang menghidupkan motornya saat seorang laki - laki yang dulu pernah mengisi hatinya lewat di depan rumahnya. Lisa hanya berani memandangnya tanpa menyapa karena Lisa tahu dirinya hanya orang asing bagi Hilmy. Lisa dan Hilmy hanya terpaut 1 tahun, Lisa adalah adek kelas Hilmy saat  bersekolah di TK, SD, dan SMP. Sampai Lisa menyadari pubertas yang dialami Hilmy membuatnya  memandang Hilmy dengan berbeda.

                              •••

Setelah sampai di sekolah, Lisa segera menuju kelasnya X IPA 2, saat diperjalan menuju kelasnya dia dihadang oleh seorang kakak kelas laki - laki, namanya Alvin salah satu anak OSIS yang membimbingnya saat MOS. Lisa tidak tahu apa yang membuat kakak kelasnya itu gencar mengganggunya saat MOS dan sampai saat ini hingga Lisa merasa sangat terganggu.

"Pagi Lisa, mau ke kelas ya?" Sapa Alvin, sedangkan teman - teman Alvin mengikutinya dari belakang.
"Menurut lo?" kata Lisa dengan cuek.
"Kakak anterin ya" kata Alvin sambil terseyum aneh kepada Lisa, lalu Lisa berkata,
"Enggak usah, enggak perlu." Setelah itu Lisa berjalan cepat menuju kelasnya.

Teman - teman Alvin yang melihat kegagalanya segera mendekat dan menarik tangan Alvin ke kelas. Alvin yang ditarik seperti itu hanya pasrah, dia masih merasa kesal pada Lisa yang menolaknya, padahal Alvin termasuk cowok yang populer di sekolah, wajahnya yang tampan dan salah satu anggota OSIS menjadikannya terkenal dikalangan siswa SMAN 1, tetapi hanya Lisa yang selalu acuh padanya hingga membuat Alvin tertarik untuk mendekati Lisa.

'Liat aja lo bakal jadi pacar gue Lisa, enggak ada yang bisa nolak pesona seorang Alvin.' pikir Alvin sambil tersenyum remeh.

                              •••

Setelah sampai di kelas Lisa langung duduk dikursinya dan menelungkupkan wajahnya pada meja.

"Lis, gue pinjem pr IPA dong, gue belum ngerjain." kata Ayu. Lisa hanya menunjuk kebelakang dimana tasnya berada tanpa mengangkat wajahnya.
"Lo kenapa sih? Kok lesu gitu?" tanya Ayu disela - sela menyalin jawaban. Lisa yang ditanya segera menjawab,
"Gue belom sarapan, terus tadi Kak Alvin nyegat gue di jalan, kan bikin mood gue jelek." kata Lisa dengan wajah kesal.
"Ih, lo mah gak bersyukur, dideketin cowok kayak Kak Alvin malah nolak. Kan lumayan punya cowok ganteng, tajir lagi. Kurangnya Kak Alvin apa coba?" kata Ayu membanggakan Alvin.
"Kak Alvin enggak kurang Yu, tapi gue emang gak tertarik aja." Kata Lisa.

Setelah itu bel tanda masuk kelas berbunyi, Ayu yang mendengar bel berbunyi segera memfokuskan menyalin jawaban IPA dengan cepat dan tidak menanggapi perkataan Lisa.

                             •••

Setelah melewati pelajaran IPA bel istrahat berbunyi, Lisa yang memang tidak sarapan segera menarik Ayu menuju kantin. Mereka berbagi tugas, Lisa yang memesan makanan dan Ayu yang mencari meja untuk mereka.
Setelah memesan makanan Lisa segera menghampiri Ayu. Setelah itu datang Vany dan Vyna anak kembar dari kelas X IPS 5, mereka adalah teman SMP Ayu,  lalu dikenalkan kepada Lisa.  Pertemanan mereka berempat sekarang sudah bisa dikatakan sangat erat.

Beberapa saat kemudian datanglah Alvin dan teman - temannya, Alvin yang melihat ada Lisa segera menghampirinya, sedangkan teman - temannya pergi mencari tempat duduk.

"Makan yang banyak cantik, biar gendut. " kata Alvin sambil mengusap kepala Lisa, kemudian pergi kepada teman - temannya.
Lisa yang diperlakukan seperti itu segera menutupi wajahnya, 
"Pasti banyak yang liat, bego banget sih Alvin." gumam Lisa sambil menutupi wajahnya
"Ciee Lisa." sahut teman - teman Lisa.
"Apaan sih kalian." kata Lisa dengan wajah merah padam menahan malu.

Lalu tiba - tiba teman - teman Lisa bercerita seputar kehidupan Alvin yang membuatnya bosan, tapi ada satu cerita yang membuat dia tertarik,
"Eh katanya Kak Alvin punya sepupu disini lho. Anak XI IPA 3, anak basket juga. Terus katanya ganteng juga." kata vany bersemangat.
"Oh iya bener, namanya kalau gak salah Bagas Mahardika kan? Katanya Kak Bagas pacaran sama Kak Selly anak cheers, tapi itu baru gosip sih, tapi kalau beneran mereka pasti cocok, ganteng sama cantik." kata Vyna dengan bersemangat juga.
"Nah, itu orangnya. " kata Ayu sambil menunjuk seseorang yang berada di pintu masuk kantin.
"Jangan ditunjuk bego." kata Vany dan Vyna bersamaan. Sedangkan Lisa yang memperhatikan Bagas di pintu masuk merasakan sesuatu yang seharusnya tidak dirasakannya.

'Oh namanya Bagas, ganteng juga.' pikir Lisa sambil tersenyum.

TBC.
@rizqifebriana

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 07, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

FatedWhere stories live. Discover now