PART 1

284 17 6
                                        

Senandung duka dari alam
Menjatukan rintihan hujan
Menghanyutkan segala asa
Menepiskan apa yang kokoh

Hanya menatap tetesan saja ia tak mampu
Ia terlalu merindu
Pada jiwa yang tlah lama tenggelam waktu
Dukanya tak lagi berwujud
Hanya menatap langit yang sendu
Ia kan menangis

Tlah berapa kali ia menangisi waktu
Waktu yang dianggap tak adil pada seorang perindu
Mata indah itu tak lagi kemilau
Hanya tatapan gelap yang terlihat

Tah mengapa ia terlalu mengagumi langit kelam
Menyukai bunyi sahdu irama hujan
Mencium aroma rerumputan basah

Memperjelas bahwa dia terlalu sendiri menikmati dukanya

Dinda zein

• • • • •

SEJUTA RASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang