Part 1

124 3 0
                                        

"Sekaaar buruan dikit ngapah si" teriak Raihan kepada Sekar yang sedang bersiap siap.

"Ck. Bawel lo penguin mesir" jawab Sekar kesal.

"Lama lo udah kayak nungguin banci mandi"

"Pernah liat?"

"Kaga"

"Aneh"

"Bodo"

"Emang iya?"

"Ko ga nyambung"

"Bodo lah gue ini kan"

"Serah lo"

"Cot. Lama lo ayo ah"

Raihan adalah sahabat Sekar mereka bertemu di sosial media, mereka kenal sejak duduk dibangku kelas satu SMP, entah bagaimana mereka bisa sedekat ini dan saling memberi perhatian tapi kadang mereka tidak akur. Karena sifat Sekar yang  childish dan Raihan yang selalu mengalah. Hari ini Raihan minta di temani Sekar untuk membeli peralatan tugas sekolahnya, mereka juga satu sekolah tapi lain kelas.

"Woy masih jauh ga sih, perasaan jauh amat dah tu tempat" omel Sekar sambil menempeleng helm Raihan.

"Berisik lo"

"Ish gue nanya bae bae juga lo, dasar gondok pikachu" ucap Sekar yang menempeleng helm Raihan lagi.

"Sekali lagi lo nempeleng pala gue, gue turunin lo disini"

"Uuu tackut akoh. BODO AMAT" teriak Sekar tepat di kuping Raihan.

"Berisik Sekarr, gue telen idup idup lo"

"Abis jauh banget Han, pantat gue udah tepos ini"

"Makanya lo jangan berisik kutil badak"

"Ngaruh gitu?"

"Ngaruh"

"Masa"

"Bodo"

"Somvlak lo"

"Cot"

Sepanjang jalan mereka hanya beradu mulut, dan tidak terasa mereka sudah sampai.

"Turun lo"

"Jadi lo ngusir gue, tadi mohon mohon minta di temenin sekarang malah ngusir! Ok gue cabut" ancam Sekar, dengan cepat Raihan memegang tangan Sekar.

"Siapa yang ngusir sih, udah temenin gue sini" ucap Raihan sambil merangkul Sekar.

"Ga mau ah lo jahat sama gue"

"Enggak. lo childish banget sih"

"BODO"

"Uuu tayang"

"Ih apaan sih lo jijik tau ga"

***

Acara belanja belanja pun selesai dan kini Sekar berada di rumah Raihan, ia sedang memakan cemilan sambil melihat Raihan yang sedang susah payah mengerjakan tugasnya.

"Woy belek plankton! Bantuin kek apa kek ini mah malah ngeliatin doang"

"Serah gue dong. Idup gue kan?"

"Lu idup ga ada gunanya amat si"

"Bebas dong"

"Berisik cepet bantuin"

"Iya ah bacot lo, apa yang bisa gua bantu"

"Ga jadi udah selsai!"

"Diih bazeng lo. Onta kutub"

"Sabodo" ucap Raihan sambil merapihkan peralatan tugasnya.

"Abis ini lo mau kemana lagi Rai?"

"Belum tau, kenapa?" ucap Raihan disela membereskan peralatannya.

Sekar tersenyum jail. "Gue mau ice cream Rai, dari kemaren asli"

"Terus hubungannya sama gue apa"

Sekar memutarkan bola matanya. "Beliin kek Rai, gue kan udah nganterin lo" rengek Sekar.

"Jadi ga ikhlas?"

"Ih ikhlas lah Rai, tapi gue pengen ice cream" rengek sekar dengan wajah sok imutnya. Tidak tega Raihan pun mengambil kunci motornya.

"Ayo!"

"Puas?" tanya Raihan sehabis membeli ice cream yang diminta Sekar.

Sekar tersenyum lebar dan mengangguk. "Makasih Ray"

"Hm. Lo gapapa kan pulang telat?"

"Kenapa emangnya?"

"Gue mau ngajak lo kesuatu tempat yang pasti menurut lo wow banget" ujar Raihan dengan senyum misteriusnya.

Sekar menatap Raihan bingung. "Kemana?"

"Rahasia dong"

"Nyebelin. Sampe gue bilang ga bagus gimana?"

"Lo bakal narik omongan lo saat itu juga"

"Gak akan"

"Pasti. Liat aja"

Sekar melirik arlojinya, hari sudah menunjukkan pukul 17:00.

"Udah sore"

"Sengaja" ucap Raihan sambil menarik tangan Sekar.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 02, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Limited EditionWhere stories live. Discover now