Chapter 1

30 3 0
                                        

Pagi yang cerah ini, aku membereskan kamarku, sungguh membosankan jika tidak ada hiburan pada hari minggu.
Handphone berada di atas lemari, buku di atas kasur, baju di atas kursi, dan gelas minum di atas lantai. Ya kamu bisa membayangkannya sendiri betapa jelek dan tidak teratur kamar ini.
Bisa juga dibilang GUDANG dan bukan kamar anak perempuan yang rapi, bersih dan selalu wangi.

Ya inilah kebiasaan burukku, belakangan ini aku sungguh merasa sangat – sangat malas.
Kamarku biasaku bersihkan setiap dua minggu sekali, seharusnya sih usahakan setiap hari membersihkan kamar agar selalu rapi dan tetap nyaman.

Kamar dengan cat warna putih yang berkelupas, tidak ada AC ataupun kipas angin di kamarku yang satu ini. Uh, benar – benar panas banget! Terkadang aku ingin sekali menginap di suatu penginapan selama sebulan penuh. Tetapi, tahun ajaran ini aku akan sekolah di sebuah kota yang lumayan jauh dari rumah.

Benar – benar menyenangkan bertemu teman baru, suasana kelas dan sekolah baru, apalagi di dekat sekolah ada penginapannya! Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari sekolah.

Aku keluar kamar melewati sebuah ruang makan, lalu mengambil segelas jus dari kulkas dan setoples biskuit.

Aku ingin mere-freshingkan otakku di taman belakang rumah, enak rasanya mendengar suara  gemericik air yang jatuh dari kolam ikan menuju kolam ikan yang lebih besar dari yang di atasnya.

Sungguh merasa damai kalian jika melihat tamanku ini. Walaupun tamanku kecil, tapi bisa mengantarkan beberapa tamu untuk nyaman berjam – jam duduk di bangku taman atau hanya sekedar berkeliling sekitar taman saja.

Aku duduk di bangku taman berwarna putih dan dihiasi beberapa ukiran – ukiran sederhana di bagian pojok bangku.

Di seberang bangku taman, ada sebuah meja kecil berwarna cokelat kopi. Dan tepat di samping bangku terdapat sebuah ayunan kecil berwarna hitam yang digantungkan di batang pohon.

Ayunan itu sengaja dibuat hanya untukku, dulu aku memintanya saat masih berumur sekitar tiga tahun, sekarang ayunan itu sudah kecil. Bayangkan sepuluh tahun ayunan kecil itu berdiri kokoh, kalian bisa membayangkan berapa usiaku saat ini? Usiaku sekarang adalah 13 tahun, dua minggu yang lalu aku berulang tahun, tepatnya  pada tanggal 27 Juni.

Sambil mengunyah beberapa biskuit, aku kembali merenung. Tetapi yang direnungkan bukan masa kecilku yang masih lugu. Tetapi tentang aku bersekolah nanti.

Aku harus mengulang terus namaku di depan kelas, pasti setiap guru akan terus meminta siswa siswinya untuk saling mengenal satu sama lain. Sekolah yang aku akan tempati tidak terlalu buruk juga bagiku, tetapi aneh dan sedikit misterius.

Apa mungkin karena gerbang cokelat tinggi menjulang seperti istana pada dongeng? Seakan- akan kita seperti terkurung di dalam selamanya. Ah, mungkin saja karena itu aku merasa aneh jika berada di sekolah setiap hari! Itu baru hanya pemikiranku sekilas.

Jika dilihat dari luar, kita akan disambut oleh empat patung, sebelah kiri ada patung siswi bersama bapak guru, dan di sebelah kanan ada patung ibu guru bersama satu siswanya.

Jika kita melintas, kita seperti terus diawasi oleh keempat patung itu. Seakan - akan patung itu terus melirik kita dalam kondisi kaku. Aku sudah memasuki sekolah itu tiga hari berturut – turut, karena pada saat itu aku ditemani ayahku untuk pendaftaran siswa baru.

Mystery Of ErmaHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora