Yang Bertepuk Sebelah Tangan

370 5 10
                                        

Satu tetes.

Dua tetes.

Kemudian, menyusul tetesan – tetesan lain yang menerpa wajahku.

Apa ini hujan?

Kubuka mataku dan dengan jelas kulihat Bang Bayu dengan segelas air di tangan kanannya. Dia terkekeh melihatku.

Begitu pun Bang Dian, Bang Rian, bahkan Bang Reihan pun ikut tertawa.

Tentu saja, harusnya aku sudah tahu. Mana mungkin ada hujan di dalam ruangan, kan?

“Bangun Putri tidur. Dasar tukang tidur!” kata Bang Bayu, sekarang sudah menaruh kembali gelas di tangannya ke atas meja tempat kepalaku bersandar, pada awalnya.

Kusentuh bagian ujung kedua mataku, memeriksa mungkin saja ada belek yang tersangkut. Tak ada apapun, mataku bersih. Meskipun masih terasa agak berat dan perih. Sudut – sudut bibirku terasa kering dan kaku, membuatku melakukan senam wajah dengan cara memaju mundurkan bibir. Baru beberapa menit setelahnya, aku sadar wajahku basah.

“Aku bahkan hanya tidur selama empat menit.” Keluhku sambil mengusap wajahku dengan kaos yang kukenakan.

“Tapi ini bukan tempat yang tepat untuk tidur, Rachel.” Kata Bang Dian yang duduk tepat berseberangan denganku.

Bang Dian, nama aslinya Rahardian. Dia bertubuh gendut, tapi yang paling lembut dibandingkan lainnya. Dia benar – benar teman yang sangat ideal jika diajak berdiskusi tentang resep makanan terbaru, buku masakan terbaru, dan juga orang yang paling objektif saat mencicipi makanan. Dia pernah bilang padaku, bahwa dia bercita – cita membuka sebuah restoran miliknya sendiri yang memiliki cabang dimana – mana. Itu wajar, mengingat dia berasal dari keluarga chef paling hebat seantero Medan.

“Ya, si Dian benar. Kau harusnya tidur di pundakku. Hahaha!” Bang Rian juga ikut angkat suara.
Dia adalah tipe playboy. Kalau kau bisa mengetahui password i – phone nya, kau akan mengetahui bahwa dia memiliki banyak gadis, yang disebutnya sebagai ‘peri cantik’, dia bahkan memberi nomor urut di  setiap nama gadis di kontaknya. Dan satu hal lagi, dia juga sangat pandai mengarang kata – kata manis yang bisa membuat setiap gadis incarannya jadi lupa diri.

“Kalau kau masih mengantuk, aku bisa mengantarkanmu pulang.” Kata Bang Bayu sambil menahan tawa.

Memang kami sedang berada disebuah cafe baru dekat sekolah. Mereka berencana berangkat kesini tanpaku, tapi aku menyelinap di dalam mobil mereka dan duduk di bangku belakang. Dan mereka tak bisa berkelit, saat melihatku sudah ada di dalam mobil.

Oh ya, bang bayu ini adalah yang paling dewasa diantara kami. Dia tegas dan sangat bijaksana. Tapi kalau sudah berkaitan dengan games online, ketegasan dan kebijaksanaannya akan lenyap begitu saja. Dia bisa menghabiskan seharian penuh, pada hari Minggu, untuk bermain games online..

“Tidak. Aku hanya akan pulang kalau kalian semua juga pulang.” kataku sambil menatap kearah bang Reihan, yang dari tadi hanya diam.

Kalau baru mengenalnya, pasti mengira dia adalah si pendiam. Tapi kalau kau sudah mengenalnya selama tiga hari saja, kau akan menarik kembali kata – katamu. Dia orang yang paling suka membeli banyak makanan tapi hanya memakan sedikit bagian, yang perutnya sangat cepat merasa kenyang, yang punya senyum malaikat tapi berhati iblis, yang punya cita – cita menjadi seorang dokter, dan yang punya tinggi 180 cm dengan berat hanya 56 kg. Dia sangat pandai memasak, terutama ayam manis. Kami, sebagai teman terdekatnya, tak pernah tahu darimana dia mendapatkan resep itu, karena tiap kali kami menanyakannya pasti dia berkata bahwa itu rahasia perusahaan. Dia suka travelling, terutama antar benua, dia sangat jarang travelling di Indonesia, aku ingin jadi yang pertama mengajaknya berkeliling Indonesia. Suka membahas tentang banyak hal, terutama hal – hal yang disukainya seperti grup vocal 1D, ramalan – ramalan bintang, dan banyak hal lagi. Punya seorang kakak perempuan, namanya kak Tiffany, dan juga seorang adik perempuan bernama Anin. Dan punya seorang pacar berwajah cantik, bernama Vindha.

Dear You.... [COMPLETED]Tempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang