Part 1

74 3 0
                                        

A.N
Di-upload beberapa jam sebelum UN. Ay lop mayself :"

#

Really. Ketertarikanku pada orang-orang itu semakin menjadi-jadi.

Kututup laman Instagram. Senyum merekah.

Hari ini, akan menjadi awal untuk R yang baru.

#

"Kauingin ke mana, R?" tanya Ibu. Aku tahu sebenarnya beliau tidak sepenuhnya peduli padaku.

"Diskotek."

Ibu memutar kursinya. "Bohong?"

"Astaga, Ibu, bohong itu dosa."

"Diskotek juga dosa."

"Siapa yang bilang?"

Ibu memutar bola mata. "Diskotek itu banyak pergaulan yang tidak jelas, R. Ibu takut kau terkena dampak buruknya."

Detik ini, Ibuku memancarkan kepeduliannya.

"Aku tidak akan mengikuti pergaulan itu," kataku kemudian.

"Terserah kau." Kemudian di detik ini, kepedulian itu hilang.

Dirinya memutar kursinya lagi, menghadap meja kerja yang dahulu sesekali didatanginya. Tapi setelah bercerai, meja itulah yang akhir-akhir ini sering dikunjunginya.

"Dan aku juga tidak berjanji." Lalu aku berjalan lagi melewati ruang tamu.

Tidak ada jawaban. Nah kan, sudah kubilang. Ibuku hanya perhatian di detik pertama, lalu berubah cuek di detik sesudahnya.

"Ayah ke mana?" tanyaku berbasa-basi.

"I don't know, I don't care."

Good answer, Mom. Thanks.

Kupakai sepatuku. "Aku akan pulang pagi."

"Diskotek itu berbahaya," lanjut Ibu.

"Aku tidak bilang aku ke diskotek sampai pagi."

"Terserah kau."

#

Saya sudah di depan. Aku menutup aplikasi dan mematikan ponsel.

Aku beranjak dari kursi. Karyawan yang melintasiku mengerutkan dahinya heran. "Selamat malam.... loh, Mbak R?"

Aku tersenyum miring. Mereka memang sudah hafal bagaimana diriku.

"Ingin ke mana, Mbak? Kok tumben?" lanjut dia. Matanya beralih dari sepatuku, bajuku, sampai ujung kepalaku.

"Bukan urusanmu, Hartono. Lanjutkan bersih-bersih." Kutepuk pundaknya, lalu segera berjalan dari lobi menuju parkiran.

Sebenarnya aku sudah menanamkan niatku sendiri, bahwa aku tidak akan ikut-ikut pergaulan itu. Tujuanku ke diskotek adalah menyelidiki tempat itu untuk bahan presentasi di kelas. Aku memakai pakaian minim bahan seperti ini hanyalah sebagai penyamaran. Kenapa ada saja yang berburuk sangka kepadaku? Kenapa pula mereka tidak menanyakanku ingin apa aku ke sana? Bukankah itu membuat pikiran mereka jauh lebih positif?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 29, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ObsessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang