20:00 p.m
"Ten, mo kemana lu malem-malem kaya gini?" Tanya Jaehyun yang melihat Ten sedang memakai sepatunya di dekat pintu keluar.
"Mau nyari angin." Jawab Ten singkat.
"Jangan jauh-jauh lu ya. Langsung balik ntar."
"Iya."
Jaehyun tidak bisa mencegat Ten yang sudah melangkahkan kakinya dari dorm itu. Dirinya mengetahui situasi Ten saat ini. Dia sangat mengerti bahwa Ten sedang membutuhkan waktu untuk sendirian.
Ten bahkan sama sekali tidak ingin menyalakan tv, karena ia tahu bahwa hampir semua channel tv menayangkan kabar yang tidak menyenangkan tentangnya.
Ten akhirnya memutuskan untuk pergi ke taman di sebrang dormnya. Seperti biasa, ia menenangkan dirinya disana.
~~~
Tak!
Tiba-tiba Ten mendengar suara barang jatuh dari belakangnya. Ia juga mendengar suara sesuatu yang bergerak dari arah semak -semak yang pas berada di belakang kursi taman.
"Siapa itu?"
"Haechan? Doyoung? Jaehyun?"
"Gak lucu sumpah." Ucap Ten yang mulai sedikit geram.
Namun untuk kedua kalinya ia mendengar suara pergerakan itu lagi dari tempat yang sama.
Cekrek!
Tiba-tiba terdengar suara shutter kamera dari belakang laki-laki itu. Saat Ten menoleh, matanya langsung disambar oleh flash dari kamera tersebut. Penglihatannya menjadi kabur karena efek flash dari kamera itu.
Samar-samar, dirinya melihat perempuan berambut pirang mengenakan skinny jeans dan jaket yang berwarna gelap dengan masker dan topi yang juga serba hitam.
Sasaeng itu lagi? Batinnya.
Setelah mengetahui itu, Ten langsung berlari secepat mungkin untuk menghindari perempuan 'sasaeng' itu. Tetapi nihil, perempuan itu justru berbalik mengejar Ten dan tidak kalah cepatnya dari lelaki itu.
Perempuan itu terus mengejarnya sambil terus memotret Ten dengan kameranya seperti orang yang tidak waras, sampai-sampai untuk kedua kalinya mata Ten dibuat buram karena efek flash.
Jalanan malam itu terlihat sangat sepi, karena tidak ada satupun mobil yang lewat maka Ten memutuskan untuk menerobos jalan itu demi menghindar dari perempuan yang tengah mengejarnya.
Gila emang tuh cewe.
Ten pun mulai menyebrangi jalan itu. Ia menoleh ke belakanngnya dan terdiam heran. Penglihatannya yang masih tidak jelas melihat perempuan itu hanya berdiri dan tidak mengejarnya. Perempuan itu justru berbalik arah dan berlari meninggalkan Ten. Samar-samar ia melihat sorot lampu mobil seperti mendekat ke arahnya.
BRUK!
Sebuah mobil berhasil menabraknya dengan cepat. Pengemudi yang telah menabraknya sama sekali tidak bertanggung jawab dan kabur begitu saja.
Ten melemas lalu tumbang. Wajahnya kian memucat, tubuhnya kini terasa mendingin. Penglihatannya yang memburam samar-samar melihat darah yang mulai keluar dari tubuhnya.
Ten merasakan sakit dan pusing yang luar biasa, Ia juga merasakan fungsi penglihatannya yang semakin lama semakin memudar. Dirinya terkapar lemah dan tidak ada satupun orang yang melihatnya sedang kesakitan.
Beberapa butir air mata keluar dari sudut matanya. Ia merasa seluruh tubuhnya remuk dan sesak, disaat yang bersamaan dirinya tidak mempunyai kekuatan untuk bangkit sesaat ia tak kuasa menahan apa yang dirasakan tubuhnya. Dan seketika semuanya menjadi kosong.
.
.
.
.
Tbc
YOU ARE READING
150 Days With You • Ten
Fanfiction"An accident that brings me closer to the warmth." - Ten. Time setting: 2021 Published: May 11th 2017 [COMPLETED]
