Entah sejak kapan kita saling mengenal, tapi yang kuingat kita mulai dekat satu sama lainnya saat kamu datang menjengukku ktika ku terbaring lemah dalam kesunyian kamarku akibat demam yang menggerogoti kesehatanku selama beberapa hari. Aku tau kamu memang datang bukan untukku, kamu hanya sekedar mengantar sahabatku yang kebetulan adalah tetanggamu. Tapi tak pernah ku lupa,kamu memperlakukan ku lebih hangat daripada yang dilakukan sahabatku sendiri. Kamu sama skali ga ragu merengkuhku dan membaringkanku dalam pangkuanmu, tanpa diminta kamu memijit badanku, mengelap keringat dikeningku dengan tanganmu, kamu sama skali ga merasa risih apalagi takut tertular penyakitku. Entahlah,aku tak bisa menebak apa yang ada dalam fikiranmu saat itu,tapi yang kurasakan adalah sbuah kehangatan yang indah. Dan sejak saat itu kita menjadi smakin dekat,tak terpisahkan… Banyak hal yang tlah kita lalui bersama, suka dan duka. Masih tergambar jelas dalam ingatanku saat kita bercanda dan tertawa tak ubahnya seperti anak-anak, bahkan tak jarang orang-orang mengatai kita layaknya tom & jerry, karna bukan sekali dua kali kita saling kejar-kejaran dan entah apa lagi….kita sama skali tak pernah akur,tapi kita tetap selalu mesra. Tak mungkin kulupa masa dimana kamu memperlakukanku lebih indah dari seorang kekasih,bahkan di tempat umum skalipun. Aku ingat saat kamu melindungiku saat kita lihat konser band shaggydog yg tentu saja banyak anak muda yg menari dengan ugal2an dan kau merengkuhku dalam dekapanmu agar aku tidak terkena desakan mereka, aku tau kamu memperhatikan kesehatanku walaupun kamu tak mengatakannya melalui lisan. Hingga kamu sama skali ga mempedulikan keadaan skitar yang memandang risih saat kamu memaksa menyuapiku saat pulang dari melihat konser itu, karena aku memang belum sempat makan malam. Huft…masih terasa betapa malunya saat itu,satu sendok pun nyaris tak sanggup ku telan,karna orang-orang pada komentar tentang keromantisan kamu…padaku. masih tergambar jelas dalam ingatanku betapa kamu meringis menahan lapar kalau aku telat datang menjemputmu,entah apa alasanmu hingga kamu jarang skali mau makan malam tanpa kutemani. Sungguh aku rindu sekali masa-masa itu. Sahabat…aku yakin kalau kamu masih ingat panggilan sayangku padamu…. Monyet Pitak. Hahaha…masih terdengar ditelinga bagaimana renyahnya suara tawamu saat pertama kali kumemanggilmu dengan sebutan itu. Saat itu kita sedang duduk-duduk sambil bercerita.tiba-tiba kamu barbaring dalam pangkuanku. Sambil bercerita aku mempermainkan helai demi helai rambutmu,hingga kutemukan sebuah pitak dikepalamu,namun tak sdikitpun ku komentari perihal pitak dikepalamu,aku takut kamu tersinggung. Tapi kamu,dengan santainya kamu ngejek kakiku yang licin nyaris tanpa bulu,kamu katakan itu kaki meja. Kmudian kamu membandingkan dengan kakimu yang emang berbulu lebat,bahkan memang harus diakui kalu tubuhmu memang sangat seksi dengan bulu-bulu yang tumbuh di kaki,tangan dada,bahkan ktiakmu. Tapi karna aku tak mau kalah spontan saja kukatakan kalau kamu emang keren, banyak bulunya,sampe kayak monyet,tapi sayang kalau yang ini monyet pitak. Kamu inget, saat itu kamu menggelitiki tubuhku habis-habisan. Indah sekali…kamu tau sahabat?,kamulah orang pertama yang berhasil menyentuh sekujur tubuhku,walaupun konteksnya hanya bercanda. Sungguh sahabat…smakin banyak waktu yang kita lalui,smakin banyak hal aneh terjadi dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku sama skali tak mempunyai rasa malu didepan orang lain,yaitu kamu. Aku sama skali ga merasa risih bahkan saat tanganmu menjelajah diantara selangkanganku.aku sama skali ga merasa malu ktika sedang mandi dan telanjang,kamu menyelinap masuk ke kamar mandi.bahkan saat bangun tidur dan burungku tegang karna menahan kencing,aku tak merasa malu harus kencing didepanmu.dan bahkan saat kamu iseng menyentil burungku pun aku tak mengelak,palingan yang terjadi selanjutnya kita saling kejar-kejaran atau saling mengelitiki. Bagaimana sama kamu???, mungkin kamu juga seperti itu,karna kamu sama skali ga pernah keberatan saat aku menyembunyikan wajahku diselangkanganmu saat kita nonton film horor bareng. karna ketika kita nonton dvd bareng aku slalu tidur dipangkuanmu atau bersandar dibahumu. Bahkan kamu juga ga pernah melarangku saat aku bermain-main dan menaik turunkan dengan resleting celana yang kamu pakai. Aku inget kalau bendamu saat itu tegang sangat keras,tapi untuk melakukan hal yang lebih lanjut sama skali tak terlintas dalam fikiran kita. Sahabat… entah sebuah firasat atau entah apa,tapi suatu malam kita pernah membicarakan tentang sebuah perpisahan. tak dapat kusembunyikan rona kesedihan dari suara ku. Tapi kamu menenangkanku,kalau kita akan slalu terhubung baik melalui sms atau telpon,dan kamu berjanji akan mengunjungiku skali-kali. Tapi aku protes,ga mungkin kita bisa telpon lama-lama karna nomor kita beda operator. dan dengan santai kamu katakan,”ya tinggal ganti nomor atuh sayang…apa sih yang nggak buat kamu” Seneng bnget pas kamu mengatakan hal itu,dan kamupun berjanji akan menghubungiku minimal 3 hari skali. Dan kamu tau sahabat,tak sampai sebulan stelah pembicaraan kita tentang perpisahan,ternyata perpisahan itu benar-benar terjadi. Aku benar-benar sedih,tapi aku tak tau bagaimana mencegah kepergianmu. Mati-matian aku menahan jatuh airmataku saat perpisahan benar-benar terjadi…dan saat kamu pergi baru aku sadari betapa aku menyayangimu… Tapi kesedihan tak lama bergelayut dihatiku,berganti rasa rindu yang menggunung…tapi slalu sdikit terkikis karna kamu tak pernah absen menghubungiku. Sahabat….tak kusangka hanya 2 minggu kamu bertahan,suatu sore kamu sms ingin mengunjungiku.yah walaupun skedar berkunjung tapi paling tidak dapat sdikit mengobati rasa rindu. Saat itu kamu minta dijemput diterminal,namun ktika kita akan pulang hujan turun dengan lebatnya,jingga baru tengah malam kita baru bisa pulang. Aku ingat saat itu kamu yang mngendarai motor,sedangkan aku duduk manis diboncengan. Kita sama-sama tak memakai jaket,hingga sepanjang jalan aku masukkan tanganku kebalik bajumu,agar kulit tanganku dapat bersentuhan langsung dengan kulit perutmu,mencari kehangatan…dan kamu,kamu sama skali tak melarangku. Kamu hanya komentar ”dingin ya???,meluknya yang erat kalau dingin.usap-usap dikit biar makin anget. Tahan ya bntar lagi juga nyampe kok” Dan aku…aku hanya diam sambil pengusap perutmu pelan,dan berhasil…aku memang bisa merasa lebih hangat,terlebih aku bisa bebas bersandar dibahumu…kamu pasti ga tau,kalau kamu pemilik bahu ternyaman didunia untuk jadi tempat bersandar. Sahabat… Ternyata jarak tak mampu merenggangkan kedekatan kita, kita bahkan smakin dekat dan smakin mesra ketika bertemu. Kamu tau sahabat,diam-diam aku slalu menghirup aroma tubuhmu dalam-dalam. Entah bagaimana caranya,dengan menghirup aroma tubuhmu aku bisa merasakan kedamaian,dan rasa rindu ini terobati dengan hebatnya…sungguh ajaib,sama ajaibnya dengan aroma tubuhmu yang tak ba menurutku,padahal kamu jarang skali mandi. Hanya stahun kamu pergi,dan slanjutnya kamu kembali menjadi milikku…utuh dan smakin utuh. Kedekatan kita pun smakin tak terbendung,kita seakan tak lagi memiliki batasan.dimanapun kau tak pernah berhenti merangkulku,tak pernah lepas memelukku,dan tak pernah sungkan memperhatikanku.yah…kita tlah berhasil melewati semua batasan yang ada dalam sbuah persahabatan.aku masih ingat suatu hari saat kita jalan bareng di pusat perbelanjaan,dan saat itu aku sedang memperhatikan berbagai kemeja yang dipajang di etalase,sedangkan dibagian atasnya tergantung beberapa potong jaket,saat itulah kamu datang menghampiriku,memelukku daru belakang dan berbisik manja…”sayang jaket itu keran ya???,law kamu yang beliin sumpah aku sama skali ga kan nolak”,kamu tau sahabat…seandainya saat itu aku sedang memegang uang lebih,pasti langsung kubelikan.tapi apa daya…..maaf ya…. .dan tak bisa kupungkiri,aku menyayangimu lebih dari seorang sahabat terbaik sekalipun. Entahlah,siapa yang lebih dahulu menyadari bahwa persahabat kita bukan persahabatan biasa…ada terselip rasa terlarang disana. bermula disuatu malam, 08 september 2011 ,seperti biasa kita tak pernah akur. Saat itu kamu tak berhenti menghujaniku dengan asap rokok,padahal kamu tau aku bukan seorang perokok.namun sia-sia untuk protes,karna smakin aku protes maka malah dengan sngaja kau mendekatkan wajahmu dang menghembuskan asap rokok tepat diwajahku.tapi,ktika untuk ksekian kalinya kamu melakukan hal itu scara spontan aku menarik wajahmu,dan mecium bibirmu yang masih dipenuhi asap rokok. Jadilah satu asap rokok kita hisap bersama dalam bibir yang bersatu. Hanya beberapa detik,stelah itu kulepas.tapi efeknya kita jadi sama-sama diam…gugup. Sahabat….stelah kejadian ciuman spontan itu,kita menjadi rikuh saat bersama.entah lah….mungkin sebuah ksadaran akan dosa,perlahan kamu mulai menjauhiku dan tiba-tiba menjadi dingin.tak pernah lagi kamu mencariku,tak pernah lagi kau angkat telpoku,tak ada lagi sms darimu,bahkan kamu menghindar saat kita bertemu. Sungguh sebuah hantaman yang besar bagiku,karna harus kehilanganmu. Aku gamang,keceriaanku memudar,kesehatanku menurun,namun tak ada air mata yang menetes,kcuali saat kita terpaksa berpapasan kutemukan ada rindu yang menggunung dimatamu…dan sketika air mataku menetes…hanya setetes saja… Sahabat… Tak ada jalan lain bagiku,selain menutup diri dari dunia. Tak ada lagi keinginan untuk bergaul,mengenal dunia luar. Ku hanya terdiam ditempatku,menikmati lelap yang panjang.karna hanya ketika ku terlelap ku dapat merasa bahagia,karna dalam lelapku kau slalu hadir melalui mimpi indah dan meyakinkanku bahwa kita tak benar-benar berpisah…. sahabat… Andai kau tau,betapa rindu ini tak hanya menggunung,namun tlah berubah menjadi longsoran-longsoran yang memporak porandakan hatiku….berharap ini hanya mimpi buruk dibulan september… Tapi kenyataannya…ini adalah kenyataan pahit yang harus ku telan bulat-bulat. satu yang sejati dalam diri,yang kusadari sepenuh hati,aku tak sekedar menyayangimu….AKU MENCINTAIMU SAHABATKU….SANGAT MENCINTAIMU. Kita memang tak mungkin bisa sedekat dulu,tapi slalu kuyakinkan hatimu sejak dulu…aku tak akan pernah meninggalkanmu,apapun yang terjadi… Kamu boleh saja membenciku,tapi saat kau kembali membutuhkanku,kamu slalu tau dimana harus mencariku….I LOVE YOU…
ВЫ ЧИТАЕТЕ
Tribute Untuk Best Friend
Духовная литератураsebuah cerita yang telah lama tertoreh dalam sebuah buku catatan, kupersembahkan untuk seseorang yg telah sangat jauh dan tak kan pernah bertemu lagi, dia SAHABATKU . Part 1 itu fiksi ya itu aku buat tambahan aja , untuk pelengkap cerita , part 2 ad...
