Ayah

86 8 0
                                        

Manusia paradoks itu bernama Ayah.

Yang ku sebut menelantarkan,
ternyata sedang menguatkan dirinya sendiri sembari sesekali menutup salahku,
"Kau kuat! Ingat, tak selamanya anakmu dapat terus bertopang padamu!"

Yang terlihat tersenyum melihat kesedihanku, ternyata pandangnya berbisik pada kedua mataku, "Cukup, sayang. Hapus air matamu."

Dan lengannya ia tahan untuk tak mendekapku, agar aku mengerti tak semua masalah harus ku tangisi.

Ayah namanya,

Raja penuh kasih sayang dari negara bersistem 'kompleks'.

Dan satu pesanku,
kau perlu membuka sedikit lagi sudut pandangmu untuk merasakan sentuhan cintanya.

-Kumbangdaun

*Edisi Revisi

CORETANWhere stories live. Discover now