Decision (2900 Words)
Ini adalah hari kedua setelah hari suram itu terjadi. Ya, aku dipecat dari label rekamanku. Mereka bilang aku sudah tidak dibutuhkan lagi. Aku diusir secara kasar pada saat aku sampai di New York. Saat itu aku baru saja menyelesaikan World Tour ku di London. Penghasilan ku memang lumayan banyak selama 7 tahun aku bekerja di rekaman Troy.
Troy adalah Manager ku, dia adalah orang yang membuat nama ku naik, hal itu berawal dari usia ku 9 tahun. Dari usaha kami mengunggah video ke situs Youtube dan datang ke stasiun televisi untuk wawancara. Dia adalah orang yang terbaik pada saat itu. Nama seorang MattyBRaps langsung bersinar ke seluruh dunia. Siapa yang tak kenal sosok MattyBRaps seorang anak kecil yang wajahnya mirip campuran Justin Bieber dan Charlie Puth?
Nama ku bersinar saat aku melakukan kolaborasi dengan mereka. Dan disitu aku mulai disukai gadis-gadis remaja. Tour ku selalu ramai dan padat, untuk satu negara biasanya aku bisa dapat 500 ribu dollar. Troy sangat bangga padaku.
"Aku tidak bisa begini terus, penghasilan kita menurun terus menurun drastis dari tour mu kemarin" Ucap Troy serius.
"Tapi Troy, setidaknya kita sudah mendapatkan uang bukan?" Sanggahku
"Hey bodoh! Apa yang kau fikirkan? Kita hanya mendapatkan uang 10 juta dollar untuk World tour, dibandingkan dengan tour mu empat tahun lalu kau bisa mendapatkan target 60 juta dollar. Kau fikir itu cukup untuk menciptakan lagu, membeli perlengkapan tour mu kedepan, membuat panggung, uang crew, uang mu dan untuk ku? Tidak!! Kalau masalah dapat uang atau tidak, aku bisa berikan uang 1 juta dollar untuk mu" Ucap nya menunjuk-nunjuk wajah ku yang tertunduk. Nafasnya naik turun, amarahnya dikeluarkan di depanku. Padahal Troy adalah orang kesayanganku juga.
"Aku sudah mempunyai pengganti yang lebih baik dari mu Matthew David Morris" lanjut Troy tersenyum miring dan merangkul lelaki yang tiba-tiba datang dari pintu belakang, ia tampak sebaya denganku. Mata ku terbelak hebat ketika Troy mengatakan dengan jelas ada yang akan menggantikan karier ku.
"Johnny Vincent Orlando, kau adalah calon seorang bintang" Seringai lelaki berambut coklat dan alis tebal khas itu menyombongkan dirinya.
"Pergilah, ku pastikan fans-fans mu itu tidak akan mengkhawatirkan mu, mereka akan berpindah pada Johnny. Kau tak perlu khawatir" kekeh Troy sambil meneguk vodka Nya sambil melemparkan berkas persetujuan pencabutan Karier.
Sial! percakapan itu selalu terombang-ambing dalam fikiranku. Apakah Troy tidak memiliki sopan santun dalam mengusir seseorang secara halus? Apalagi uang 10 juta dollar itu hanya untuknya, sedangkan 3% nya dikirim ke rekiningku. Lelaki itu Benar-benar Pelit dan tak ber perikemanusiaan, seolah aku adalah mesin Atm nya.
Tak ada yang harus ku lakukan, aku hanya memetik senar pada gitar ku. Aku memang suka memainkan musik pada saat waktu senggang, tapi menurutku kali ini tidak. Aku selalu berfikir bagaimana masa depanku nanti. Entah aku akan terus berada di dunia musik dengan cara mengamen atau pulang ke rumah nenek dan membantunya berjualan roti.
Aku tidak bisa tinggal di sini bersama keluarga ku. Mereka memang sudah mengetahui ini dan menanggapinya dengan senyuman, aku tahu mereka tidak suka dengan ini apalagi aku di sini akan merepotkan mereka apabila aku tak melakukan pekerjaan.
Sesak. Aku bisa merasakan perasaan jutaan fans ku di luar sana. Entah mereka akan meninggalkan ku atau malah mengejarku dan mengetahui keberadaanku, ku harap mereka melupakan ku dan tak pernah tahu siapa aku. Aku berandai-andai bisa mencuci fikiran mereka agar melupakan ku. Aku malu.
"Makanlah sesuatu atau kau akan mati"
"Makan hati sendiri, boleh?"
"Boleh, tapi percuma saja. Kau juga akan mati"
YOU ARE READING
Decision//MattyBRaps
FanfictionSeorang MattyBRaps yang dipecat dari label rekamannya. Dengan sadisnya ia hanya diberikan hasil 3% saja dari hasil World Tour, mencengangkan lagi ia telah digantikan oleh bintang baru yang bernama Johnny Vincent Orlando. Tak ada yang harus dilakukan...
