*Seoul 20xx
Leo POV
Hari-hari berlalu begitu saja, bahkan tidak terasa sudah dua tahun dari gue dan Jennie putus. Kami berkencan selama dua tahun pada akhirnya kami putus. Harusnya ini jadi tahun keempat. Alasan kami putus? Karena kesibukan? Haha terlalu simpel kalau karena itu, bukan, lebih tepatnya karna Jennie tidak ingin diajak menikah. Gue bingung apa yang ada dipikiranmya? Diumur saat ini menuru tgue kita sudah tepat untuk menikah. Mungkin Jennie masih punya keinginan lain. Tapi jika ia masih ingin mengejar karirnya, tentunya gue masih akan terus mendukung.
Pertemuan pertama gue sama Jennie secara personal itu di sebuah party produser terkenal. Lalu kami berkenalan. Buat gue Jennie adalah perempuan yang secara personal terlihat cool. Saat itu malah dia duluan yang ngajak gue ngobrol. Ngobrol random gitu. Gak inget apa. Pertemuan selanjutnya gue cukup terkejut karena ternyata dia menjadi mahasiswi di tempat gue ngajar, dan kebetulan dia masuk kelas yang gue ajar. Saat itu gue belum menjadi dosen tetap masih jadi dosen pengganti. Setelah kelas kita ngobrol, ternyata dia emang tidak mempublikasikan status ia sebagai mahasiswa ke publik.
Berbeda dari image nya yang tak tersentuh ia sangat rendah hati dan sangat menyenangkan ketika diajak ngobrol. Bahkan obrolan kita tentang musik sangat nyambung. Kita dekat dengan natural sampai akhirnya gue memutuskan untuk mengajak ia berkencan.
"Saat ini aku gak ingin dekat denganmu hanya sebagai teman, jadi jika kamu tidak merasa nyaman tolong beri tahu aku." Itu yang gue katakan padanya saat kita bertemu.
"Bagaimana kalau pelan-pelan kita saling mengenal lebih dekat,?aku juga ingin dekat sama oppa lebih dari teman." Diingatan gue saat itu Jennie berbicara dengan penuh keyakinan.
Dari awal berkenalan tujuan gue memang ingin mengajak ia berkencan. Buat gue Jennie membuat sangat nyaman dan ia merupakan perempuan yang harus didekati dan dikejar.
Tidak perlu waktu lama kami langsung memutuskan berpacaran. Dari awal pacaran kita sangat hati-hati agar hubungan kita tidak menarik publik. Sampai akhirnya kita ketauan Dispatch. Padahal kita udah hati-hati banget. Sempet dilema mau dipublish atau nggak, karna Jennie awalnya kekeh gak mau mengiyakannya. Tapi gue akhirnya bicara panjang lebar dan bujuk dia supaya mengiyakan berita ini. Buat gue Jennie bukan perempuan yang salah, dia punya hak untuk diketahui publik bahwa ia kekasih gue. Bahwa perempuan yang gue kencani lebih dari setahun ini ada Kim Jennie. Jika gue menutupi ini, itu sama aja melukai harga diri gue sebagai laki-laki.
Untungnya, setelah mengakuinya kita malah dibanjiri ucapan selamat bahkan dari Starlight dan Blink.
Cuma jarak setahun dari ketauan kita malah putus.
Semua orang yang mengetahui hubungan kami kecewa hubungan kita yang berakhir. Walau publik tidak tau, hal ini tidak menyebar ke masyarakat luas hanya orang-orang terdekat kami. Kami yang sudah tak terlihat bersama menjadi bahan pembicaraan dan berita bahwa kami putus. Ya, Agency kami masing-masing tidak ada yang mengonfirmasi apapun tentang berita kita putus. Mereka tidak mengatakan iya atau tidak. Karna gue tidak mau bilang bahwa kami putus, sedangkan Jennie ntah mengapa ia tidak mengatakan apapun. Dia diam, tidak menanggapi ini.
Mungkin kalian pikir gue tidak melakukan tindakan apapun buat mempertahankan hubungan ini. Nggak, gue udah lakuin berbagai cara supaya dia tetap bersama gue.
Ya mau gimana. Jennie nya udah gak mau. Bukannya gue gak mau pertahanin hubungan ini tapi gue gak mau maksa dia buat sama gue padahal dia udah gak mau. Jennie nanti makin menderita kalo dia gue paksa.
JE LEEST
Romance is Over?
FanfictieRomance is Over? Leo bertemu Jenie di situasi yang gak diduga.. Sampai akhirnya rasa itu tumbuh dengan sangat mudahnya Ketika Leo mencoba, menjalani hubungan yang lebih serius selama dua tahun dengan Jenie. Tiba-tiba saja hubungan itu harus berakh...
