Musim semi mulai menampakkan diri, seolah lelah dengan kedinginan di musim dingin. Semi yang indah, di Minggu yang tentram. Harusnya. Ya harusnya minggu yang tentram untuk gadis manis bersurai caramel ini. Ahn Yoo Shin nama gadis itu, tapi sepertinya ketentraman tak berpihak padanya kali ini.
Ahn Yoo Shin di buat kesal setengah mati oleh namja -sialan- di sebelahnya ini. Namja itu tersenyum lembut, ah tidak, namja itu tersenyum seperti orang kehilangan kewarasannya yang sering kali di temui oleh Yoo Shin ditempat kerjanya. Rumah Sakit Jiwa.
"Astaga, sampai kapan kau mau tersenyum seperti pasienku di rumah sakit jiwa itu, Hah!!" Apa dia tak risih menjadi bahan ketawaan orang-orang yang kini ramai mengunjungi sungai Han.
"Sampai kau tersenyum padaku." Sungguh stres ini orang, pikir Yooshin.
"Kalau begitu kau begitu saja terus, sampai kapanpun. Aku tidak akan tersenyum padamu, dasar! Jangan mengikutiku lagi atau aku akan melaporkanmu ke Polisi!" Ucap Yooshin tegas. Namun, sepertinya tak di dengar oleh Namja di sebelahnya ini.
Yooshin baru saja akan melangkah, sebelum sebuah suara menghentikannya
"Yooshin-ah, apa kau tak membutuhkan Ponselmu lagi?" suara itu, suara namja yang sedari tadi Yooshin umpati dalam hati.
Bodoh, kau meninggalkan ponselmu Yooshin! Taruh dimana wajahmu itu!
Akhirnya dengan kesal Yooshin berbalik dan segera mengambil ponselnya di tangan namja itu. Tapi,
"Eits...Tunggu dulu, kau tidak bisa seenaknya mengambil ponselmu." namja itu menjauhkan ponsel Yooshin. Dan tersenyum Licik.
Manik coklat itu menyipit tidak suka pada Namja menyebalkan di depannya ini. Sungguh namja ini membuatnya ingin menenggelamkannya di Sungai Han detik ini juga.
Abaikan pikiran brutal Yooshin kali ini.
"Mau apa kau?" tanya Yooshin jengah.
"Tersenyumlah padaku, dan temani aku di setiap hari minggu di sungai han ini. Bagaimana? Deal?" Gila! Ini gila. Yooshin bahkan sudah menyusun rencana agar bisa terhindar dari makhluk di depannya ini. Tapi apa? Dia malah menyuruh menemaninya pada setiap hari minggu di sungai han? Konyol. Jelas saja Yooshin akan mengatakan,
"Tidak mau!"
"Baiklah, kalau kau tidak mau. Relakan ponselmu untukku, Ara?" Sialan! Namja ini benar-benar menguras habis kesabarannya.
"Kembalikan atau aku akan teriak bahwa kau mencuri ponselku?" Geram Yooshin.
"Teriak saja, aku juga akan mengatakan bahwa kau yang berusaha merebut ponselku." sahutnya santai sekali.
"Jawab iya, atau aku akan jual ponsel ini?" Di jual? Hell, Big No!!! Itu ponsel banyak sekali sejarahnya.
"Astaga! Aku bisa gila! Fine, oke... Deal!" Teriak Yooshin frustasi.
"Bagus, ini ponselmu. Sampai jumpa di hari minggu, cantik," Dia memberikan ponsel Yooshin dan menepuk pelan kepala Yooshin yang lebih pendek darinya.
"Ingat! Jangan coba-coba kabur ataupun tidak datang! Kalo itu terjadi, aku tidak akan tinggal diam!" Dia memang tersenyum manis, tetapi nada suaranya sungguh membuat Yooshin bergidik ngeri.
"Ya ya, Baiklah!" Tak mau berdebat dengan Namja ini, akhirnya Yooshin menyetujuinya. Dan dia berangsur pergi untuk pulang ke rumahnya.
Dia ingin berendam untuk menghilangkan pusing di kepalanya.
Prolog end
Yuhuu~
BlackWorm datang lagi dengan Book baru hehe
Karena book yang satunya sudah selesaj, jadi aku mau buat book Fanfiction.
Ini castnya Seokjin oppa sama aku haha /kabur/ ampuni dd Jin stan.
Okelah, ku tak mau banyak cakap. Secepatnya aku bakal apdet part 1 nya ya, jadi tungguin aja ya. Babay
YOU ARE READING
Sunday
FanfictionSial! Dia lagi, dia lagi!. -Ahn Yoo Shin Yooshin tersenyumlah~ . -Kim Seok Jin cast Ahn Yoo Shin (OC) Kim Seok Jin Park Jimin Choi EunRa. (OC) Jeon Jungkook Min Yoongi Kim Taehyung Kim Namjoon Jung Hoseok
