Author's POV
Seorang gadis melangkah keluar dari lapas pembinaan remaja. Rambut sepinggangnya ia ikat ekor kuda, di lehernya terlihat sebuah kalung choker. Ia eratkan jaket bomber hijau zamrud miliknya dan menatap ke arah jalanan.
Ia hirup udara luar yang lama tak ia hirup, meski kini paru parunya terisi penuh dengan polusi Jakarta.
"Akhirnya gue bebas juga,"gumam gadis berambut coklat itu. Matanya yang berbinar menyapu seluruh pelataran lapas, mencari sosok orang tuanya.
"Aneh, Ayah sama Bunda katanya mau jemput bareng Shelly sekalian. Kok belum dateng ya?"tanya gadis itu pada dirinya.
Tak ambil pusing, ia menghampiri bangku kayu di samping gerbang lapas dan duduk di sana. Tampak Pak Andi—pembina di dalam lapas—berjalan menghampirinya.
"Salsha, kamu nggak pulang?"tanya Pak Andi.
Salsha cengengesan dan menatap Pak Andi, "Belum dijemput, pak."
"Oh yasudah. Menunggu sendirian nggak apa apa kan? Bapak masih harus ngawas di dalam,"ucap Pak Andi.
Salsha mengacungkan jempolnya, "Siap, Pak. Titip salam sama Bella dan Andre di dalam. Bilangin saya kangen dan jangan berantem mulu!"
Pak Andi menjitak anak asuhannya itu, "Hush! Kangen apaan? Mau masuk lapas lagi kamu, hah?"
Salsha langsung menggeleng, "Nggak, pak. Maksud saya kan kalau mereka udah keluar jangan lupain saya. Hehehehe."
Pria yang selama setahun terakhir menjaga Salsha di lapas itu pun menggeleng dan melangkah menjauh. Ia sudah terbiasa dengan kelakuan Salsha.
Sepeninggal Pak Andi, Salsha langsung mengangkat sebelah kakinya dan menumpukannya di atas paha sebelahnya. Sama sekali bukan cara duduk seorang gadis.
Ia tengah asik menggumamkan lagu saat melihat beberapa pemuda berpakaian seperti berandalan mengejar sambil meneriakkan namanya.
"Mati gue,"umpat Salsha pelan sambil langsung berlari kencang.
"Kejar!"teriak seorang pemuda. Sepertinya ia kepala geng tersebut. Kedua anak buahnya langsung mengejar Salsha seperti yang dipinta.
"Salsha! Jangan berlari!"
Salsha—terus berlari—menolehkan kepalanya dan menjulurkan lidah, "Lo kira gue bego, mau ditangkep sama lo! Wleee!"
******
Pemuda itu memutar bola matanya malas saat para gadis di bandara menatapnya dengan tatapan memuja. Ia lepas kacamata hitam yang sedari tadi ia pakai, membuat para gadis tersebut semakin menjadi.
Duuh, nafsu amat sih jadi cewek. Bikin ilfeel aja,Batin pemuda itu sambil terus berjalan dan menggeret kopernya menuju parkiran eksklusif.
Sesampainya disana, Aldi tersenyum lebar saat melihat mobil miliknya lengkap dengan seorang supir yang sudah menggerutu ketakutan
"Nyonya Savannah akan membunuh saya bila tahu,"gumam supir suruhan Cassie dengan pelan. Dengan berat hati ia serahkan kunci mobil pada tuang mudanya, Aldi.
"Tenanglah, Tante akan lebih sibuk padaku daripada denganmu,"ucap Aldi santai sambil meninggalkan lapangan parkir bandara.
Tepat saat Aldi meninggalkan bandara, sekelompok ibu ibu dengan seorang gadis muda datang dengan terburu buru. Penampilan mereka dipenuhi oleh barang bermerk, menegaskan status kekayaan.
"Cassie sayang, kamu yakin flight Aldi hari ini?"tanya Savannah, ibu dari gadis yang dipanggil Cassie.
"Kemarin ia menelponku, dia bilang hari ini,"jawab Cassie pura pura tak tahu. Padahal ia sudah tahu dimana sepupunya itu.
Sedang melaju ke rumahnya, menggunakan mobil sport yang diam diam Cassie kirim ke bandara.
"Ya udah, kita pulang aja yuk, Kak,"ajak Sarah, saudara dari Savannah.
Mendengar kata pulang, Cassie langsung menghalangi, "Eitts, daripada buru buru pulang, mendingan kita check cabang toko kita yang terbaru. Gimana?"
Semua yang ada disana saling menatap. Mereka sudah tak sabar ingin bertemu keponakan tersayang mereka, Aldi.
"Please ya, Tante Sarah, Tante Sari, Mom? Pleaseeeee?"ucap Cassie memelas. Ia katupkan tangannya bentuk memohon. Ia sengaja membuat matanya tampak sayu, agar para tante dan juga ibunya menyetujui.
"Ahhh, baiklah. Sebentar saja ya,"ucap Savannah tak tega pada jurus puppy eyes milik Cassie.
Cassie tersenyum lebar dan mengangguk. Dengan ceria, ia langkahkan kaki menuju parkiran. Ia yakin Aldi butuh waktu berdua dengan wanita nomor satunya.
"Lihatlah Cassie, dengan semangat mengelabui kita,"ucap Sarah sambil tertawa.
Sari menyibakkan rambutnya, memperlihatkan anting mutiara yang dipakainya, "Dia kira bisa mengelabui kita."
Savannah berdecak sebal, "Oh adik adikku sayang, diamlah. Jangan biarkan mood anakku itu rusak."
Kemudian Savannah melangkah dengan angkuh melewati kedua saudara perempuannya.
"Kak Sava selalu saja begitu, mentang mentang Cassie satu satunya calon jodoh Aldi,"protes Sari.
"Sabar saja. Siapa suruh kita berdua sama sama tak punya anak cewek kan,"ucap Sarah menenangkan.
*******
Dengan santai Aldi menikmati angin yang berhembus kencang lewat atap terbuka mobilnya. Matanya menangkap pemandangan yang indah di tepi jalan, membuat Aldi menghentikan mobilnya dan menepi.
Baru beberapa detik ia menghentikan mobilnya, seorang gadis tak dikenal melompat ke jok penumpang disebelahnya dan menatap kebelakang.
"Nona, kau siapa?"tanya Aldi bingung.
"Cepetan nyalain mobil lu!"
"Hah?"
"Yaelah, jadi cowok lemot amat sih! Minggir sana!"bentak Salsha sambil mengusir Aldi pergi.
Aldi dengan bingung meloncat ke jok belakang. Matanya mengawasi Salsha dengan was was. Tak disangka, sedetik kemudian Salsha menyalakan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Woi! Mbak ngapain sih?"tanya Aldi panik. Tak pernah ia mengendarai mobil secepat ini sebelumnya. Kepanikannya bertambah saat lawan bicaranya malah menatap ke belakang dan berteriak.
"Mampus lo semua! Ngejer terus aja sampe mati!"
"Liat jalan woi!"teriak Aldi panik. Salsha hanya berdecak sebal dan kembali menatap ke jalan.
Aldi yang merasa tak aman dengan cara menyetir Salsha sibuk berteriak menyuruh Salsha minggir. Dengan kesal, Salsha mengerem mendadak dan menatap Aldi tajam.
"Bisa diem kagak? Jadi cowok nyebelin amat!"bentak Salsha kesal.
"Maaf ya mbak, ini mobil saya,"ucap Aldi berusaha tenang dan menjaga sikap.
Salsha berdecak kesal dan membuka pintu, "Nih, gue balikin mobil lo. Sayang mobil keren pemiliknya cupu."
Aldi melotot pada Salsha. Pertama kali dalam hidupnya, pria itu dikatai cupu oleh orang lain.
Parahnya, oleh cewek!
Halo!
Ini cerita baru gue.
Dibaca, divote, dan divomments ya!
Bye,
Salam cumi,
Viannaz
YOU ARE READING
My Troublemaker Girl [AM X SA]
FanfictionGadis itu, Selalu terlihat manis dimataku. ©2017 Arviannaz™
![My Troublemaker Girl [AM X SA]](https://img.wattpad.com/cover/106093288-64-k582150.jpg)