Sorry kalau jelek, ini cerita pertama gw.
~¢~
Hari ini hari pertama gue sekolah di sekolah baru, lingkungan baru. Sebenernya nggak susah buat gue ngebiasain beradaptasi dengan lingkungan baru, karena gue selalu di d.o karena buat rusuh. Tapi kali ini gue masuk disekolah milik keluarga gue, orlando's senior high school.
Oh iya, kenalin gue Reina lunarian orlando. Gue biasanya di panggil rain. Gue blasteran antara jerman dan indonesia. Bokap gue oramg jerman dan nyokap gue orang indonesia. Nama lunarian di ambil dari nama nyokap gue, yaitu lunarian Orlando biasa dipanggil luna. Dan orlando adalah nama keluarga dari bokap.
Cukup kali ya kenalannya.
--^
Gue sampai tepat waktu, dan saat gue baru masuk ke dalam bel pun berbunyi. Gue langsung pergi ke ruang kepala sekolah. Lalu, Gue ketuk pintunya hingga terdengar dari dalam suara seseorang yang menyuruh gue masuk ke dalam.
"permisi" ucap gue
"halo Rain" ucap kepsek tersebut.
"Om Ardi? Loh kok om ada disini?" tanya gue kaget.
"Om udah lama kerja disekolah papa kamu." jawab Om Ardi
"oh gitu" jawab gue sambil mengangguk paham.
"oh iya, lebih baik kamu masuk kelas sekarang. Om akan antar kamu ke kelas. Oh iya satu lagi, kamu disini jangan buat onar seperti disekolah2 kamu sebelumnya" jelas Om Ardi singkat.
"kalau itu aku nggak bisa janji om, hehehe" jawab gue sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"dasar kamu ini mirip papa kamu dulu, ya udah ayok om antar kamu ke kelas" ajak Om Ardi.
Lalu mereka pun berjalan menuju kelas baru rain. Saat diperjalanan....
"oh iya om, ntar om jangan sebutin nama orlando ya. Aku nggak mau kalau ada yang tau kalau aku anak yang punya sekolah ini." pinta gue.
"kenapa?" tanya Om Ardi.
"Nggak mau aja" jawab gue.
"oh, ok kalau itu mau kamu" jawab Om Ardi setelah sampai didepan kelas.
Kelas ini gue tebak pasti kelas gue, Ipa 2-3.
"permisi Pak Yanto, ini ada anak baru, dia masuk kelas ini. Mohon dibimbing dia ya pak" pinta Om Ardi.
" baiklah pak" jawab guru yang bernama Pak Yanto itu.
"oke, kalau gitu saya permisi dulu pak. Rain om balik ke kantor dulu ya" pamit Om Ardi.
"ok om" jawab gue singkat.
"ayok Rain masuk" ajak Pak Yanto.
"anak2 diam dulu, kita kedatangan murid baru. Untuk kamu, silakan memperkenalkan diri" perintah Pak Yanto.
"hai, kenalin nama gue Reina Lunarian. Kalian bisa panggil gue Rain. Gue pindahan dari SMA Bakti Mulia. Ada yang ingin bertanya?" kata Rain memperkenalkan dirinya.
"nomor hp lo berapa?"
"lo cantik deh"
"dih, anak baru tapi udh ngelanggar peraturan sekolah, pake ngecat rambut"
"jangan sok cantik deh lo"
"id line lo brp?"
Mungkin kira2 begitu yang keluar dari mulut mereka, ada yang suka ada juga yang engga suka.
"udah udah nanti lagi saja kalau mau kenalan. Sekarang kamu duduk di kursi kosong yang ada ya" perintah Pak Yanto.
Lalu gue pun berjalan kebelakang kelas menuju tempat duduk yang kosong yang ditujuk oleh Pak Yanto tadi. Dikelas ini cuman ada 1 bangku kosong. Gue pun duduk dikursi itu. Gue dapet teman sebangku cowok.
Selama pelajaran, gue hanya memainkan ponsel. Dan beruntung gue dapet tempat duduk dibelakang jadi nggak bakal ketahuan sama guru kalau gue sedang main hp.
Tak lama bel pun berbunyi, menandakan bahwa waktu pelajaran telah berakhir dan waktunya untuk istirahat. Gue pun membereskan semua barang yang ada diatas meja, setelah itu gue pun pergi ke kantin.
Saat diperjalanan, gue dicegah oleh segerombolan cabe.
"misi, gue mau ke kantin" ucap gue
"eh lo, anak baru jangan songong ya lo." ucap salah satu dari cabe ini.
"napa? Gue kagak songong, gue b aja" ucap gue dan berusaha melewati gerombolan cabe ini.
"weh, Fan nih anak songong amat. Mau kita apain nih?" ucap salah seorang yang menggunakan baju super kecil dan rok di atas lutut + ketat.
"oh, jadi ini anak barunya." ucap anak yang dipanggil Fan.
Karena kesal, gue pun mendorong si Fan Fan itu dan pergi menuju kantin. Tapi tiba2 ada seseorang yang menarik rambut gue. Gue pun berusaha melepaskan tangan cabe tersebut dari rambut gue.
"apa masalah lo sama gue? Dasar cabe nggak punya sopan santun" ucap gue ketus.
"apa kata lo? Coba ulangin ucapan lo tadi" ucap fan
"Cabe. Gak. Punya. Sopan. Santun." ucap gue dengan semua tekanan disetiap katanya.
Tiba2 Fan pun menampar gue. Karena tak terima, seorang Reina Lunarian Orlando ditampar. Bonyok gue aja nggak pernah nampar gue dan ini, seorang cabe nampar gue? akhirnya gue balas dia dengan sebuah tijuan yang mulus mendarat dipipinya.
"eh cabe, lo jangan sok berkuasa ya. Ini sekolah." jawab gue santai.
"dasar lo ya, liat aja lo bakal nyesel" jawab dan sambil meringis dan pergi yang diikutin oleh teman-teman cabenya.
"ih dasar cabe, sok ngancam gue segala" ucap gue dan pergi ke kantin.
Setelah memesan makanan, gue pun mencari sebuat tempat duduk yang kosong. Tetapi nihil, semua tempat duduk telah diisi. Hanya satu tempat yang diisi oleh seorang siswa, dia duduk disana sendirian.
"permisi, boleh gue duduk disini?" tanya gue pelan agar orang tersebut tak kaget.
"ahh... Eh.. Ya boleh silakan duduk" ucap orang itu.
"makasih" jawab gue dan duduk di depan orang itu.
"eh, lo bukannya anak baru itu ya? Anak ipa 2-4?" tanya orang tersebut.
"eh iya, kenalin gue Reina Lunarian." ucap gue sambil menjulurkan tangan.
"oh... Nama gue Salsa Olivia." jawabnya sambil menyabut uluran tangan gue.
"salken ya" ucap gue
"salken juga" jawab Salsa
Saat kami sedang memakan makanan yang kami pesan. Tiba2 ada seseorang memukul meja kami dengan keras.
•••
Ayo siapa yang memukul meja rain?
Ayo pada penasaran kan? Wkwkwk, sorry kalo nih epilog agak aneh. Karena ini adalah cerita pertama aku. Jadi maaf kalo ada yang aneh.
Jangan lupa vote and comment y!!!
~Galaxy
ESTÁS LEYENDO
Unbelievable
Novela JuvenilReina lunarian orlando, seorang perempuan yang kalo orang pikir ia adalah anak yang paling beruntung. Tapi siapa pikir kalo didalam dirinya banyak rahasia yang tak disangka. Dia sedikit susah diatur semenjak semuanya tak lagi seperti dulu Namun...
